#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Loew Dikritik setelah Hilangkan Possession Football yang Menjadi Ciri Jerman
09 September 2019 12:30 WIB
BELFAST – Dari strategi penguasaan bola timnas Jerman kini berubah dengan menggunakan serangan balik. Die Mannschaft yang sudah lama identik dengan possession football, kini tampil dengan strategi serangan balik.

Menguasai permainan dengan sejumlah umpan diminimalkan bahkan nyaris tidak terlihat. Jerman saat ini mencoba untuk bertahan lalu dalam momen tertentu melakukan serangan balik yang cepat.

Jerman wajah baru? Ya, inilah yang diperlihatkan Joachim Loew ketika menghadapi timnas Belanda dalam kualifikasi Piala Eropa 2020, Jumat (6/9) atau Sabtu dini hari WIB lalu. Hasilnya? Tim raksasa Eropa ini pun tumbang 2-4. Efeknya, Loew pun menjadi bulan-bulanan kritik. Bukan hanya dari publik sepak bola Jerman melainkan juga dari pemainnya sendiri.


Baca Juga :
- Rata-rata Gol Winger Muda Jerman Ini Hanya Kalah dari Gerd Mueller
- Cetak Hattrick, Wijnaldum Kirim Pesan Sudahi Rasisme

“Saya adalah teman (terbiasa) dengan strategi possession,” kata kiper dan kapten timnas Jerman, Manuel Neuer, setelah kekalahan tersebut. Dengan menggunakan pola penguasaan bola yang memang sudah menjadi ciri khas Jerman, tim ini selalu memiliki peluang untuk mengontrol pertandingan.

Possession football yang berarti memainkan umpan atau operan di antara pemain, dari tengah hingga kemudian mereka menciptakan peluang untuk menorehkan gol. Sebaliknya, dengan strategi serangan balik, mereka akan lebih dulu membiarkan lawan untuk melakukan tekanan.

Bahkan terkadang membuat mereka berada dalam tekanan hingga ke zona pertahanan sendiri. “Jika kami menempatkan diri kami jauh ke belakang, itu akan membuat kami terlalu jauh untuk sampai ke daerah pertahanan lawan. Itu membuat kami semakin sulit,” kata gelandang serang Marco Reus.

Karena itulah, sejumlah pemain tampaknya berharap agar Loew mengembalikan lagi ciri khas permainan Jerman yang berpedoman kepada penguasaan bola ketimbang serangan balik. “Lawan Belanda sudah terlihat apa persoalannya,” kata kiper dan kapten timnas Jerman, Manuel Neuer.

Penjaga gawang 33 tahun ini mengakui bahwa sebagian besar pemain tidak nyaman dengan strategi yang diterapkan Loew dalam pertandingan ini. Mereka sudah terbiasa dengan gaya penguasaan bola dan mungkin kalaupun akan terus diterapkan berarti pula membutuhkan waktu untuk mengadaptasi cara baru tersebut. “Strategi tersebut membuat kami kesulitan,” Neuer menegaskan.

Lalu, apakah Loew akan mengembalikan timnya dengan permainan yang biasa atau tetap dengan serangan balik? Faktanya, saat lawan Belanda, Jerman hanya mampu mencapai 43 persen penguasaan bola. Senin (9/9) atau Selasa dini hari WIB nanti, bakal dilihat bagaimana permainan Jerman ketika tandang lawan Irlandia Utara dalam lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2020.

Selain serangan balik, Loew juga melakukan perubahan saat lawan Belanda di antaranya dengan menggunakan pola tiga bek (3-4-2-1). Dengan pola tersebut tampaknya Loew ingin timnya memiliki ruang dalam memaksimalkan kecepatan. Besar kemungkinan, Loew akan tetap menerapkan strategi ini namun dengan sejumlah pemain yang berbeda.

Kai Harvertz dinilai memiliki peluang untuk mendapatkan tempat di posisi kiri empat gelandang jika menggunakan pola 3-4-2-1 tersebut. Di sisi lain, penampilan Timo Werner saat lawan Belanda pun mendapat catatan negatif. Bintang RB Leipzig ini dinilai tidak mampu bermain maksimal di posisi kanan dalam di lini depan.

Keputusan Loew menempatkan Werner sebagai sayap kanan, menggantikan peran Leroy Sane yang absen karena cedera. Untuk posisi tersebut sebenarnya ada dua kandidat: Julian Brandt atau Werner. Namun, Loew memberikan kepercayaan kepada Werner, apalagi performa sang pemain di tingkat klub musim ini dalam momen terbaik.


Baca Juga :
- Wijnaldum Cetak Hattrick Tanpa Rasisme
- Update Hasil dan Klasemen Kualifikasi Piala Eropa 2020, Rabu Dini Hari WIB

Total, Werner telah menorehkan lima gol dalam tiga laga Bundesliga musim ini. Meski demikian, sistem yang diterapkan Loew, membuat potensi Werner tidak terlihat. Serangan balik berarti pula memberikan jarak yang cukup panjang bagi penyerang ini dalam melakukan tekanan.***

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA