#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Van Dijk Komitmen hingga 2025
09 September 2019 13:25 WIB
LIVERPOOL – Virgil van Dijk menyetujui perpanjangan kontrak yang diajukan Liverpool hingga 2025. Sejatinya, masa bakti bek asal Belanda itu di Anfield sampai 2023. Tepatnya, setelah direkrut dari Southampton pada 1 Januari 2018 dengan mahar 75 juta paun atau sekitar Rp1,2 triliun berdasarkan kurs saat ini.

Ketika itu, Van Dijk menyandang status sebagai bek termahal dalam sejarah. Rekor tersebut baru putus 5 Agustus lalu usai Manchester United merekrut Harry Maguire dari Leicester City senilai 80 juta paun.

Meski harganya mahal, Van Dijk mampu membayar dengan penampilan impresif. Bahkan, jadi bagian penting Liverpool saat menjuarai Liga Champions 2018/19. Termasuk, menyabet penghargaan Pemain Terbaik UEFA pada 30 Agustus lalu. Van Dijk juga jadi nominasi peraih The FIFA World Player of the Year bersanding dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.


Baca Juga :
- Mo Salah Tumbangkan Jumlah Gol Luis Suarez di Liverpool
- Mo Salah Borong Gol Kemenangan Liverpool Atas Watford

Itu mengapa, Liverpool berusaha untuk memagari pemain 28 tahun ini. Dengan kontrak anyar hingga 2025, Van Dijk bakal mendapat gaji mencapai 200 ribu paun per pekan. Jumlah tersebut, nyaris dua kali lipat dari yang diterima saat ini sekitar 125 ribu paun. Dalam kesepakatan itu mencakup klausul bonus yang terkait penampilan.

Penawaran dari Liverpool sangat menarik. Sekaligus, membuktikan peran pemain belakang tidak kalah dengan sektor lainnya. Maklum, sebelumnya ada stigma bek kurang mendapat perhatian dibanding gelandang atau penyerang meski memiliki kontribusi yang sama. Faktanya, keberhasilan Van Dijk meraih gelar individu dari UEFA justru setelah menyingkirkan tiga nominee yang merupakan rekan seklubnya.  

Itu meliputi duet lini depan, Mohamed Salah dan Sadio Mane serta Alisson Becker (kiper). Dalam sejarahnya, Van Dijk jadi bek pertama yang mendapat penghargaan dari UEFA setelah dalam delapan edisi sebelumnya didominasi penyerang dan gelandang. Meski begitu, pencapaian ini tidak singkat. Van Dijk merintisnya sejak dini.

“Saya sudah jadi bek sejak masih sangat muda. Saya sangat menyukai ketika ada striker hebat yang gagal mencetak gol saat menghadapi tim yang saya bela. Mencegah gol itu jadi hasrat saya,” kata Van Dijk yang mengawali karier profesional bersama Groningen pada 2011-2013. Setelah itu, dia pindah ke Celtic FC (2013-2015), yang berlanjut ke Southampton (2015-2018).

 

Cepat Adaptasi
Ya, di Soton itulah, nama Van Dijk mulai berkibar. Perjudian Southampton yang berani menebusnya dari Celtic pada 1 September 2015 senilai13 juta paun itu pun berhasil. Bahkan, asisten pelatih Soton saat itu, Sammy Lee, menyebut Van Dijk sangat cepat dalam adaptasi. Bisa dipahami mengingat level Liga Primer jelas lebih ketat dibanding di Skotlandia maupun Belanda.

“Seperti bebek dalam air. (Van Dijk) mengejutkan banyak orang karena mampu beradaptasi dengan cepat di sepak bola Inggris. Padahal, beberapa pemain terbaik sebelumnya selalu butuh waktu. Namun, Van Dijk berbeda,” Lee, menjelaskan.


Baca Juga :
- Ini Lawan Liverpool di Fase Gugur Liga Champions
- Klopp Perpanjang Kontrak di Liverpool, Alexander-Arnold Sebut Begini

Kini, Van Dijk sudah 20 bulan berada di Liverpool. Setelah 1 Juni lalu menjuarai Liga Champions, tentu dia berhasrat bisa membawa The Reds kampiun Liga Primer. Maklum, kompetisi ini yang belum pernah dijuarai Liverpool setelah kali terakhir pada 1989/90. Padahal, dalam periode itu, Liverpool empat kali ke final Liga Champions dengan dua di antaranya sebagai yang terbaik pada 2004/05 dan musim lalu.***CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA