#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Ini Tata Tertib Baru AS Roma
10 September 2019 13:08 WIB
ROMA – Start AS Roma asuhan Paulo Fonseca lebih lambat dibandingkan musim lalu. Dalam dua pekan Seri A, tim tersebut duduk di peringkat ke-15 dengan dua poin. Sedangkan, di era Eusebio Di Francesco, mereka mampu tancap gas ke posisi keempat dengan koleksi empat poin.

Rapor itu tentu saja membuat petinggi klub dan pelatih kecewa. Apalagi beberapa waktu lalu, tim dikritik oleh CEO Guido Fienga, “Tidak punya organisasi dan disiplin. Kami tidak dapat menolerir kalau Roma, sebuah klub serius, dimanfaatkan di dalam dan luar Trigoria semaunya sendiri.”

Berbagai faktor itu mendorong Fonseca dan Direktur Olahraga Gianluca Petrachi untuk melakukan pembenahan, dimulai dari pembuatan tata tertib baru. Regulasi itu harus dipatuhi oleh siapapun yang dinaungi kontrak I Giallorossi.


Baca Juga :
- Milan Menjemput Ibrahimovic
- Calon Investor Sudah Menyambangi Markas AS Roma

Mulai detik ini, dalam wawancara atau konferensi pers, mereka sebisa mungkin tidak membicarakan kinerja wasit, meski merugikan. Pelatih juga mesti menghindari komentar negatif tentang absennya pemain karena cedera atau hal lain, yang cenderung bisa merusak keharmonisan dalam tim.

Sementara untuk para pemain, aturan yang mesti ditegakkan adalah kedisiplinan. Tidak ada ampun bagi siapapun dengan karakter membangkang dan gaya hidup di luar lapangan seperti Radja Nainggolan. Salah satu pertimbangan petinggi Roma menjual gelandang tersebut ke FC Internazionale, karena sikapnya yang kadang kontroversial.

Tak cuma sebatas itu, Fonseca-Petrachi pun sepakat untuk memberlakukan diet untuk masing-masing pemain. Mereka percaya kalau cedera, terutama yang terkait dengan gangguan pada otot, ada kaitannya dengan pola makan.

Selama dua tahun terakhir, di Trigoria, terdapat ruang khusus di dalam Pos Nutrisi. Di dalamnya, ada berbagai mesin untuk memonitor nilai atlet secara berkesinambungan. Mulai musim panas ini, pakar gizi Guido Rillo berkolaborasi dengan Tiberio Ancora, ahli persiapan atletik yang juga memahami seluk beluk soal makanan. Dengan mempekerjakan keduanya  diharapkan jumlah pemain yang cedera bisa ditekan.

Di era yang serba digital, para pemain tak lepas dari media sosial untuk menyuarakan pendapat atau membagikan kehidupan pribadinya kepada para penggemar. Nah, agar tidak kebabablasan sekaligus menimbulkan ketidaknyamanan, maka Roma membatasi aktivitas Edin Dzeko dan kawan-kawan.

Mereka dilarang menulis pesan tidak pantas. Semua yang diutarakan atau foto yang diunggah melalui media sosial mesti mendapat persetujuan klub, kecuali frase ‘Forza Roma’ atau ‘Siap untuk bertanding’.

Pemimpin Roma

Bryan Cristante pernah digadang-gadang oleh Daniele De Rossi sebagai pemimpin Roma masa depan, meski dia bukan jebolan skuat Primavera I Giallorossi. Totalitasnya selama latihan dan pertandingan tak hanya mengesankan mantan kapten itu, tapi juga Fonseca.


Baca Juga :
- Operasi Giroud Mengambang
- Rencana Penjualan Roma Bocor

Tak heran kalau pelatih membiarkannya mengambil komando lapangan tengah dan mengatur geometri permainan. “Gelandang yang paling saya sukai saat ini adalah Cristante,” pelatih mengungkapkan.

Kemungkinan pesepak bola 24 tahun tersebut akan kembali dikirim ke arena sebagai starter dalam duel lawan US Sassuolo, Minggu (15/9). Sebab pelatih membutuhkan gelandang sentral yang kuat secara fisik. Jordan Veretout bisa mendampinginya. Sementara Nicolo Zaniolo digeser ke kanan untuk mengisi tempat Cengiz Under dan Lorenzo Pellegrini sebagai trequartista. Fonseca juga berharap sumbangan gol dari Cristante, yang telah memproduksi 16 gol (12 dengan Atalanta BC dan 4 Roma).*** Dari berbagai kota

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA