#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
WAWANCARA: Diogo Dalot, Pendidikan Harus Selalu Jadi Prioritas
10 September 2019 14:51 WIB
MANCHESTER – Situs resmi Manchester United FC (MU) berkesempatan meminta Diogo Dalot untuk menghidupkan kembali memorinya semasa sekolah. Bek sayap Setan Merah itu juga mengungkap olahraga lain yang dikuasainya, dukungan dari guru dan keluarga, serta keterampilannya berbahasa asing. Berikut wawancara dengan pemain asal Portugal tersebut:

Bagaimana Anda menggambarkan masa Anda di sekolah?

Cukup bagus. Saya pikir saya siswa yang baik karena mampu mengelola kedua hal – sepak bola dan sekolah. Dan saya bangga dengan apa yang saya capai di sekolah.


Baca Juga :
- Greenwood Ukir Rekor
- Torreira Akan Dapat Tugas Baru di Arsenal

Apakah sulit menyeimbangkan sepak bola dengan studi?

Awalnya, agak sulit. Saat masih anak-anak, Anda selalu bermimpi menjadi pesepak bola. Kadang itu membuat Anda lupa bahwa sekolah lebih penting. Saya pikir pendidikan harus jadi prioritas sampai Anda mememiliki karier profesional. Beruntung saya punya orangtua yang bekerja luar biasa membantu saya membuat prioritas lebih dulu.

Apa ada subjek (pelajaran) yang sangat Anda nikmati?

Untuk setiap pemain sepak bola, pastilah Pendidikan Jasmani. Matematika dan Kimia kadang bisa membosankan. Saya siswa yang cukup baik untuk ukuran seorang anak yang memiliki dua atau tiga kelas per minggu karena harus bepergian, bertanding, ikut turnamen, dan timnas.

Bagaimana dengan bahasa? Anda berbicara bahasa Inggris dengan baik ...

Saya memiliki kelas bahasa Inggris dan juga Spanyol. Saya harus memilih antara Jerman, Prancis, dan Spanyol. Seluruh kelas memilih bahasa Spanyol karena bahasa Inggris itu wajib. Tentu saja, kami memiliki bahasa Portugis, ditambah Spanyol dan Inggris. Saya menguasai ketiganya dengan cukup baik.

Bagaimana Anda membagi waktu sepak bola dan sekolah?

Itu sulit. Ketika Anda izin mungkin 16 hari, di sebuah turnamen, dan saat kembali Anda telah kehilangan begitu banyak kelas dan perlu mengejar yang lain. Ujian sama untuk semua orang. Tak akan berbeda untuk saya. Jadi saya harus mengejar ketinggalan. Saya punya beberapa kelas pribadi.

Contoh, sebelum laga hari Sabtu, saya berada di Braga, kota asal saya. Jadi saya pergi ke kelas privat jam 8 pagi, satu setengah jam lalu pergi ke Porto untuk bertanding dan kembali untuk belajar sepanjang sore, hanya untuk siap untuk ujian pada hari Senin atau Selasa. Itu masa sulit tetapi saya selalu dapat nilai bagus saat ujian!

Apakah Anda unggul di olahraga lain?

Kami benar-benar perlu bermain tiga atau empat olahraga sepanjang tahun. Ada voli, basket dan sepak bola. Tapi saya juha sangat menyukai bulu tangkis. Saya juara lima kali berturut-turut. Saya cukup pandai dalam bulutangkis!

Apa saran Anda kepada anak sekolah yang ingin jadi pesepak bola profesional?

Sebelum Anda mulai masuk ke sepak bola profesional. Sampai saat itu, sekolah harus selalu jadi prioritas karena Anda tidak tahu apa yang akan terjadi. Bahkan ketika Anda memilih, Anda perlu (rencana) cadangan. Masa depan Anda lebih terjamin jika memiliki pendidikan yang baik.*NURUL IKA HIDAYATI


Baca Juga :
- Lagi, Pep Harus Memilih antara Aguero atau Jesus
- West Ham vs Manchester United: Setan Merah Kehilangan Tiga Pilar

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA