#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Bagaimana Para Juri Memutuskan Pemenang Sebuah Pertarungan
10 September 2019 18:41 WIB
JAKARTA - Menjadi seorang juri dalam sebuah laga bela diri bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan kecakapan dan kejelian dalam menilai setiap aksi di atas panggung.

Dalam dunia seni bela diri campuran, jika laga berlangsung sampai akhir tanpa ada atlet yang meraih kemenangan KO/TKO maupun kuncian, ketiga juri independen akan memiliki hak menentukan pemenangnya.

Di ONE Championship, ketika keputusan sebuah laga harus jatuh ke tangan juri, maka yang dinilai adalah aksi secara keseluruhan – bukan per ronde.


Baca Juga :
- Bagaimana Xiong Jing Nan Mengubah Stress Menjadi Sumber Kekuatan
- ONE Championship Siap Gelar Ajang Pencarian Bakat Seni Bela Diri di Indonesia

Jadi meskipun seorang atlet dari salah satu sudut tampak tampil dominan di ronde pertama dan kedua, tidak otomatis ia akan menjadi pemenang jika ternyata atlet dari sudut yang lain tampil luar biasa di ronde terakhir melampaui aksi yang ditampilkan sang lawan secara keseluruhan di sepanjang laga. 

Ketika ketiga juri sepakat untuk memberikan kemenangan pada salah satu atlet yang bertanding, maka hasil tersebut dinamakan unanimous decision, atau keputusan mutlak. Lalu apa hasilnya jika para juri memilih pemenang yang berbeda?

Kemungkinannya ada dua pilihan, antara split decision atau majority decision. Split decision diambil ketika dua dari tiga juri memenangkan satu atlet, sedangkan satu juri lainnya menghadiahkan kemenangan bagi atlet lainnya.

“Bagi kami para atlet, kami melihat split decision sebagai kemenangan angka, tapi tipis, sementara majority decision itu hampir mutlak,” ujar Yohan “The Ice Man” Mulia Legowo, atlet MMA veteran.

Sementara Majority Decision terjadi ketika dua juri memenangkan salah satu atlet, sementara juri ketiga menyatakan bahwa laga berakhir imbang. 

“Unanimous diambil ketika salah satu atlet tampil dominan di semua area dan ronde. Sementara majority decision, biasanya terjadi ketika atlet yang kalah terlihat memberi perlawanan yang cukup sepadan,” jelas Yohan, salah satu pionir perkembangan MMA di Indonesia sekaligus pendiri Han Fight Academy di Solo, Jawa Tengah ini.

Putusan lain yang mungkin terjadi adalah draw atau imbang. Hal ini terjadi apabila ketiga juri memutuskan laga berjalan imbang, atau jika dua juri memenangkan kontestan berbeda, sementara satu juri terakhir memutuskan tak ada pemenang atau berjalan imbang.

Mengandalkan juri untuk menentukan pemenang sebuah laga bukanlah sesuatu yang jarang, terutama bila laga berjalan sengit dari awal hingga akhir. Dibutuhkan kejelian khusus dari para juri untuk memantau jalannya laga serta menyaksikan dengan seksama apakah pukulan serta upaya kuncian yang dilancarkan salah satu atlet tepat sasaran atau tidak.


Baca Juga :
- Tampil Perdana di ONE Championship , Nong-O Gaiyanghadao Langsung Berjaya
- Atlet ONE Championship Indonesia Peringati Hari Amal Sedunia

Berikut adalah kriteria yang menjadi acuan para juri di ONE dalam memenangkan salah satu atlet dan penilaian di rangkum secara keseluruhan tidak berdasarkan satu momen atau ronde per ronde.

- Hampir menang KO atau kuncian
- Kerusakan atau cedera yang dihasilkan (Internal, Akumulasi, Kedangkalan)
- Kombinasi serangan dan aksi di atas ring secara umum (control area ground, posisi dominan)
- Upaya takedown atau menangkis takedown
- Agresivitas

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA