#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Gasperini Akhirnya Menangis di Depan Publik
11 September 2019 12:00 WIB
SEJUJURNYA kapan Gian Piero Gasperini tampak menitikkan air mata di bangku cadangan atau saat wawancara? Jawabannya tidak pernah. Tapi Senin (9/9), pelatih Atalanta BC menangis di hadapan publik untuk pertama kalinya. Dia terharu mendapat penghargaan sebagai warga kehormatan Bergamo di Aula Consiliare, Palazzo Frizzoni.

Acara tersebut dipimpin walikota Bergamo, Giorgio Gori. Ada sekira 200 undangan, diantaranya istri sang pelatih, Cristina, serta Presiden La Dea yang juga sahabatnya, Antonio Percassi. Gasperini kemudian didaulat untuk naik ke podium. Tapi sebelum mengutarakan pidato, diputar video pendek mengenai perjuangannya selama tiga tahun. Tak sengaja, air matanya meleleh.

“Ini merupakan salah satu hadiah dan hari terindah dalam hidup saya, tak pernah menyangka. Kebahagiaan terbesar saya adalah memberikan kegembiraan kepada tifosi. Saya akan mencoba berada dalam posisi tinggi dalam hal ini, mentransformasikan nilai-nilai dari kota Bergamo, di lapangan,” Gasperini menuturkan.


Baca Juga :
- Seri A Royal
- Papu Lambat di Awal

Pria 61 tahun tersebut mendedikasikan penghargaan untuk semua orang terdekatnya. Ucapan terima kasih kepada para pemain yang terus mengikuti program dan latihan ekstra keras.

“Dedikasi? Banyak sekali. Saya berterima kasih kepada patron klub, tanpa dia tidak mungkin ini terjadi. Sepatah kata darinya di hari pertama saya, membuat saya mengerti telah menjadi bagian dari sebuah keluarga besar. Lalu keluarga saya, pesepak bola, semua gemuruh dan tifosi: Piazza Bergamo sangat unik,” dia menambahkan. “Cara menghormati penghargaan ini? Mungkin tidak membuat saya dipecat…”

Di akhir September 2016, Gasperini nyaris didepak, karena hanya bisa memberikan satu kemenangan dalam lima pekan awal. Alhasil, skuat asuhannya terpuruk di peringkat kedua dari bawah klasemen Seri A 2016/17. Tapi Percassi bukan Massimo Moratti sehingga masih memberi kesempatan.

Gasperini mengingat salah satu momentum sulit sekaligus ajaib dalam kariernya. Pada 2 Oktober 2016, Atalanta berhasil menaklukkan Napoli, 1-0. “Malam yang mengerikan, lalu saya berkata, ‘Kalau kami kalah, lebih baik melakukannya dengan para pemain muda.’ Ada alasannya, dari sana saya memulai semua,” katanya. Percassi tertawa mendengar pernyataan itu dan menimpali, “Saya ulangi kembali: Gasperini seumur hidup dengan kami.”

Setelah menyelesaikan pidato, eks tecnico FC Internazionale itu menandatangani piagam. Sesi foto bersama dengan pejabat daerah mengakhiri seremoni.


Baca Juga :
- Juventus dan Inter Dapat Nilai Terbaik di Mercato
- Simon Kjaer Masuk, Martin Skrtel Mendadak Cabut dari Atalanta

Gasperini membatasi euforia satu hari saja, sebab dia mesti fokus mempersiapkan timnya. Jadwal La Dea padat, pertandingan lawan Genoa CFC di Marassi, Minggu (15/9), dan tiga hari berikutnya, Liga Champions versus Dinamo Zagreb di San Siro.

“Sungguh disesalkan tidak dapat memainkan kompetisi penting di kandang kami, tapi San Siro adalah San Siro. Di sana Anda menghirup sejarah. Kami mesti memikirkan laga-laga selanjutnya, tanpa fokus kepada target,” ujarnya. “Mercato? Sudah tutup, para pemain baru memberikan bantuan besar. Sekarang kami menatap pertandingan Minggu, ketika kami memulai tour de force. Hal terpenting adalah memadukan permainan dan hasil, agar membuat publik bangga.”* Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA