#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Mkhitaryan Tak Takut Tekanan
11 September 2019 15:25 WIB
ROMA – Henrikh Mkhitaryan kembali ke Roma, Senin (9/9), setelah menyelesaikan tugas untuk tim nasional Armenia. Winger AS Roma itu lantas menginap di sebuah hotel mewah yang terletak di kawasan Eur. Pesepak bola yang dipinjamkan oleh Arsenal FC itu tampak tak sabar lagi menginjakkan kaki di lapangan dengan kostum baru.

Miky-panggilan akrabnya- tidak mau setengah-setengah membela Roma. Bisa saja klub ibu kota Italia tersebut merupakan titik balik dalam kariernya yang tersendat bersama The Gunners musim lalu. Di samping itu, dia termotivasi membuktikan bahwa pilihan bergabung dengan I Lupi sangat tepat.

“Saya yang memutuskan untuk pergi, berganti klub. Saya memilih Roma karena tahu akan bermain di kompetisi Eropa dan banyak pertandingan. Sekarang saya ingin berkonsentrasi di sini,” ujarnya. “Tawaran dari Seri A datang di hari terakhir, saya pun menerima dengan antusias. Tidak penting kemana, prioritas saya, berbahagia ketika bermain. Bahkan kami tidak membicarakan soal uang saat itu.”


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Europa, Jumat Dini Hari WIB
- Amra-Dzeko Pisah Ranjang

Penyerang sayap tersebut datang dengan emblem pahlawan The Collective Team dalam putaran dua Kualifikasi Piala Eropa 2020. Dalam duel dengan Bosnia-Herzegovina, putra penyerang hebat Armenia, Hamlet, itu mencetak dua gol dan satu assist.

Prestasi itu otomatis mendongkrak ekspektasi tifosi kepadanya. Dia akan mengubah tekanan menjadi pelecut semangat. “Suporter mengirim banyak pesan dan mengaku gembira dengan prestasi saya. Saya tidak akan menyerah dan berjuang hingga akhir untuk mencapai target. Saya tidak takut tekanan, saat bermain di skuat raksasa, kesalahan kecil membuat Anda dikritik. Tapi saya tahu bagaimana mengatasinya,” Mkhitaryan menjelaskan.

Kemarin, setelah menjalani konferensi pers, Mkhitaryan bertemu lagi dengan rekan-rekannya. Namun, dia absen dari latihan yang dipimpin Paulo Fonseca dan menjalani program pemulihan kondisi. Minggu (15/9), pasukan Fonseca akan menjamu US Sassuolo di Olimpico. Pemilik kostum nomor 77 itu berharap berdebut di laga tersebut meski kelihatannya mustahil, menilik sempitnya waktu persiapan.

“Besok saya baru berlatih intensif, sekarang hanya melakukan latihan untuk menghilangkan kelelahan. Saya akan melakukan yang terbaik karena ingin menang dan tidak mau buang waktu. Saya bisa bermain di setiap posisi lini depan: belakang penyerang atau berangkat dari sisi kiri lalu bergerak ke tengah. Saya ingin menciptakan lebih banyak gol dan memberikan assist sebanyak mungkin,” pemain 30 tahun menjelaskan.

Direktur Olahraga Roma Gianluca Petrachi membeberkan kesulitan merekrut para pemain dari Liga Primer. Faktor gaji dan cara meyakinkan petinggi klub jadi kendala.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB
- AC Milan Belum Sembuh, Terbaru Kalah dari AS Roma

“Kadang Anda harus menyesuaikan dengan kebutuhan. Untuk Chris Smalling dan Mkhitaryan sulit melakukan negosiasi 48 jam sebelum penutupan bursa. Sebulan lalu, kami bisa saja mengakuisisi Mkhitaryan, tapi kita bicara tentang pemain top dengan gaji tinggi sedangkan kami mesti memerhatikan neraca. Mereka mau berkorban soal uang sehingga menciptakan operasi ‘licik,” dia mengungkapkan.

Petrachi kemudian menjelaskan posisi Roma dalam operasi mercato Edin Dzeko. “Kami selalu ingin mempertahankannya. Kami memberikan pengertian bahwa di FC Internazionale dia tidak penting seperti di Roma, seorang acuan,” ucapnya.* Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA