#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Perbedaan Cuaca dengan Madura Bukan Masalah, Barito Merasa Cocok Berlatih di Bandung
11 September 2019 15:54 WIB
BANDUNG – Cuaca Bandung dan Madura bertolak belakang. Bandung sejuk, Madura panas. Tapi pelatih Barito Putera Djadjang Nurdjaman tidak perduli. Ia terus menggojlok anak asuhnya lewat latihan terukur dan efektif menyambut putaran kedua Liga 1 2019 menghadapi tuan rumah Madura United, Sabtu (14/9) mendatang.

"Memang jauh berbeda cuaca Bandung dan Madura. Tapi tidak masalah kami membuka camp di sini. Latihan pagi dengan intensitas tinggi juga sama panasnya karena makin siang matahari makin garang," ujar Djadjang, Selasa (10/9) di Lapangan ITB.

"Lagi pula, saat bentrok dengan Madura United saya yakin pertandingan digelar malam hari. Jadi enggak masalah TC (latihan) di Bandung. Yang penting, selama di Bandung, kami terus latihan intensif. Menambal kekurangan yang ada," Djadjang menambahkan.


Baca Juga :
- Merasa Dicurangi, Madura United SIap Laporkan Wasit Nusur Fadilah ke PSSI
- Dzumafo dan Kebangkitan Pasukan Munster Akhiri Paceklik Bhayangkara FC

Djanur, sapaan akrabnya, meyakini selepas TC di Bandung penampilan timnya bakal berbeda. Kepercayaan diri pemain yang sebelumnya tenggelam, bisa diangkat kembali. Posisi papan bawah yang selama ini menemani tim bisa dilepaskan.

"Prioritasnya memang sektor mental tanding karena kami banyak pemain hebat tapi prestasi sulit terangkat,” Djanur menambahkan. Padahal dalam timnya ada Evan Dimas, Bayu Pradana, Rizky Pora, Gavin Kwan Adsit, hingga Paulo Sitanggang.

“Orang bilang dengan modal pemain-pemain tersebut mestinya kami tidak berada di zona degradasi," ucap mantan pelatih Persib Bandung dan Persebaya Surabaya itu. Karena itu, pelan-pelan Djanur "menjahit" mental pemain. Menyatukannya dalam permainan yang berbeda dengan gaya kepelatihan sebelumnya.

"Main bola ada kalah dan menang. Itu tidak bisa dihindari. Tapi tampil enjoy dengan kemampuan terbaik wajib dihamparkan pemain. Apalagi kini posisi tim sedang rawan. Kami harus bangkit dan keluar dari zona degradasi. Cukup bertengger di peringkat ke-15 sesuai permintaan manajemen," ucap pelatih 60 tahun itu.

Di sisi lain penyerang Barito Putera Samsul Arif Munip mengaku sedikit lebih beruntung daripada teman-temannya karena sudah pernah dilatih coach Djanur waktu di Persib. “Saya sedikit banyak tahu tentang materi latihan dia, taktik bermain di luar lapangan maupun kesehariannya,” ujar Samsul.


Baca Juga :
- Update Klasemen Liga 1 2019, Rabu Malam
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Rabu 18 September

“Dengan modal itu, ditambah kepercayaan diri plus tambahan materi pemain asing dan bongkar pasang yang dilakukan Djanur, kami optimistis bisa menaikkan posisi di klasemen," ucap pemain yang memperkuat Persib pada 2015-2016 itu.

Djanur pun optimistis bisa penuhi tuntutan manajemen. Sebab amunisi anyarnya sudah lengkap. Trio asing Kosuke Yamazaki Uchida, Casio de Jesus, dan Fransisco Tores sudah melebur dengan tim. Begitu juga Sackie Doe, pemain naturalisasi asal Nigeria yang direkomendasikannya.*Dani Wihara

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA