#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
CLS Tinggalkan ABL
11 September 2019 13:10 WIB
SURABAYA - Indonesia tidak akan memiliki tim yang berlaga di ASEAN Basketball League (ABL). Pihak ABL, belum lama ini, mengungkapkan bila juara bertahan, CLS Knights Indonesia, tidak akan lagi ikut bersaing di ajang yang mempertemukan klub-klub basket Asia Tenggara dan Asia Timur tersebut.

Sebelum ini, Indonesia juga pernah dua musim tidak memiliki wakil di ABL, yakni 2015/16 dan 2016/17. Penyebabnya tidak lain mundurnya dua tim Indonesia, Indonesia Warriors dan Laskar Dreya South Sumatera, menjelang bergulirnya ABL 2015/16.

Tidak adanya CLS di ABL tentu disayangkan mengingat tim yang bermarkas di GOR Kertajaya, Surabaya, itu sudah mampu membanggakan Merah-Putih. Tidak diunggulkan, Sandy Febiansyakh dan kawan-kawan sanggup mengangkat trofi usai mengalahkan Singapore Slingers di final dengan skor series 3-2.

Chief Operating Officer (COO) ABL Jericho Ilagan mengaku pihaknya cukup kehilangan CLS. Apalagi, tim ini memiliki basis suporter yang cukup fanatik. “Terima kasih untuk CLS atas kontribusinya terhadap ABL,” ujar pria berkebangsaan Filipina itu.

Total, CLS dua musim berpartisipasi di ABL. Pada kesempatan pertama di ABL 2017/18, tim yang dimiliki Yayasan CLS tersebut gagal menembus play-off. Hanya ada enam slot untuk babak postseason waktu itu, CLS hanya menempati peringkat ketujuh dengan lima kemenangan dan 15 kekalahan.

Pada musim keduanya, CLS terseok di awal 2018/19. Namun, usai mengubah komposisi pemain asing, CLS perlahan bangkit dan menempati peringkat empat klasemen akhir. Memasuki play-off, CLS ternyata sanggup tampil ciamik. Mereka pun sukses keluar sebagai juara.

CLS menjadi tim Indonesia kedua yang sanggup mengangkat trofi ABL. Tim pertama yang sukses melakukannya adalah Warriors. Klub yang merupakan anak Satria Muda BritAma (sekarang Pertamina) Jakarta itu menjadi tim terbaik ABL di 2012.

Terkait pengunduran diri dari ABL, manajemen CLS memang belum memberikan pengumuman resmi. Yang jelas, saat bergabung dengan ABL 2017 lalu, CLS menandatangani kontrak keikutsertaan berdurasi dua tahun. Kontrak itu sendiri tidak diperpanjang. “Dalam beberapa hari ke depan ada keterangan resmi dari manajemen CLS,” kata Christopher Tanuwidjaja, Managing Partner CLS.

Setelah keluar dari ABL, beberapa spekulasi mengenai CLS merebak. Ada yang mengatakan tim kebanggaan masyarakat Surabaya tersebut bakal kembali ke Indonesian Basketball League (IBL). CLS adalah juara kompetisi ini pada 2016.

Saat ini, IBL memang membutuhkan peserta tambahan setelah mundurnya Stapac Jakarta dan didiskualifikasinya Bogor Siliwangi. Kini, kompetisi basket paling bergengsi Tanah Air tersebut hanya diikuti delapan klub plus tim nasional (timnas) Indonesia. Itu pun status timnas hanyalah sebagai peserta tamu. Jadi, mereka tidak berhak tampil di play-off untuk memperebutkan juara.

Beberapa waktu lalu, Direktur Utama (Dirut) IBL Junas Mardiansyah mengatakan pihaknya masih membuka pintu jika ada klub yang ingin bergabung ke IBL. Meskipun begitu, sampai sekarang belum ada tim tambahan yang mendaftar.

Spekulasi lain soal CLS ialah bergabung dengan Liga Thailand. Thailand memang sangat terbuka kepada klub luar negeri yang mau ikut ke kompetisi mereka.*KRISNA C. DHANESWARA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA