#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Conte Paling Mahal
12 September 2019 15:00 WIB
MILAN – Bukan hanya pesepak bola yang bergelimang uang. Di era modern ini, pelatih pun bisa meraup pendapatan selangit dari pekerjaan mereka. Di Seri A, misalnya, Antonio Conte mengantongi 11 juta euro (sekitar Rp170 miliar) permusim dengan menangani FC Internazionale. Jumlah luar biasa yang mengukuhkan pria 50 tahun itu sebagai allenatore termahal di kasta elite Italia.

Untuk memahami betapa fantastis bayaran Conte, bisa dibandingkan dengan sederet pelatih top lain di Eropa. Saat ini, dia berada di peringkat kelima daftar gaji tertinggi, hanya kalah dari Diego Simeone (Atletico Madrid, 23 juta euro), Josep Guardiola (Manchester City FC, 18), Ernesto Valverde (FC Barcelona, 12,5), dan Zinedine Zidane (Real Madrid CF, 12).

Sementara di Seri A, Conte tak ada tandingan. Yang paling dekat adalah Massimiliano Allegri, menerima 7,5 juta euro sampai Juni tahun depan meski tak lagi melatih Juventus FC. Angka tersebut mungkin bertambah seandainya Max memperpanjang kontrak di Turin.


Baca Juga :
- Hasil lawan Lazio Kunci Kebangkitan I Giallorossi
- Llorente Senjata Tambahan Napoli

Namun, petinggi I Bianconeri justru mempercayai Maurizio Sarri, bergabung dengan kontrak 5,5 juta euro permusim, plus bonus besar jika berhasil mempersembahkan Liga Champions. Secara keseluruhan, Juve menanggung 13 juta euro untuk gaji pelatih. Namun, itu masih lebih kecil dibandingkan Inter yang anggarannya mencapai 15,5 juta euro.

Selain Conte, I Nerazzurri juga masih membayar 4,5 juta euro buat Luciano Spalletti. Ya, meskipun tak lagi menangani Samir Handanovic dan kawan-kawan, allenatore 60 tahun itu tetap menerima kompensasi pasca dipecat Mei lalu.

Tak sampai separuh gaji Conte, ada Carlo Ancelotti di SSC Napoli. Pelatih berpengalaman ini dibayar 5 juta euro permusim untuk mengantar Lorenzo Insigne dan kawan-kawan bersaing di jalur scudetto dan Liga Champions. Jumlah yang cukup besar, dan mungkin akan melonjak secara signifikan bila Don Carletto mampu memenuhi target yang dibebankan klub kepadanya.

Yang menarik pada musim ini adalah banyaknya pergantian pelatih di Seri A. AC Milan, contohnya, menggantikan Gennaro Gattuso dengan Marco Giampaolo, berharap tim menemukan permainan lebih atraktif dan konsisten. Di San Siro, eks juru taktik UC Sampdoria itu menerima bayaran 2 juta euro permusim. Sementara I Blucerchiati mendatangkan Eusebio Di Francesco sebagai suksesor, digaji 1,8 juta dengan target zona Eropa.

Mantan klub Di Francesco, AS Roma, memulai musim ini dengan bantuan Paulo Fonseca—pelatih asing pertama di Olimpico dalam tiga tahun. Dia dikontrak sampai 2021 dengan bayaran 3 juta euro permusim. Tugas Fonseca cukup berat, mengantar Edin Dzeko dan kawan-kawan kembali ke Liga Champions. Selain itu, ada pula Aurelio Andreazzoli (Genoa CFC) dan Ivan Juric (Hellas Verona FC) yang memulai petualangan baru di klub masing-masing.


Baca Juga :
- Juve Mesti Melakukan Ini untuk Mengobati Alergi Bola Mati
- Sindrom Blackout Rugikan Lazio

Performa stabil Lazio di bawah asuhan Simone Inzaghi membuat klub berpikir untuk segera memberi perpanjangan kontrak. Masa baktinya menyisakan dua tahun, I Biancocelesti siap menawarkan ekstensi dan penyesuain terhadap gaji 2 juta euro yang diterima adik kandung Filippo Inzaghi itu.

Sementara di Bergamo, Gian Piero Gasperini sudah lebih dulu menandatangani kesepakatan anyar senilai 2,5 juta euro permusim bersama Atalanta BC, diberikan atas keberhasilan allenatore gaek itu mengantar Duvan Zapata dan kawan-kawan ke Liga Champions untuk kali pertama dalam sejarah.*** Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA