#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Lukaku Dinamit Inter
12 September 2019 13:05 WIB
MILAN – FC Internazionale yakin bahwa Romelu Lukaku merupakan solusi terbaik lini depan. Oleh karena itu, mereka ngotot mengejarnya dan bersedia melakukan investasi besar. Sekarang mungkin jelas alasan klub yang bermarkas di Appiano Gentile.

Penyerang 26 tahun itu sulit dihentikan oleh para bek lawan. Dia cepat dan punya postur tubuh tinggi dan berotot. Aksinya dalam pertandingan Belgia melawan Skotlandia, di Kualifikasi Piala Eropa 2020, Senin (9/9) lalu, menjadi contoh yang tepat: serangan balik dan tendangan dengan kaki kiri yang menghasilkan gol ke-49 bersama timnas.

Gol yang ke-50 harus ditunda, mungkin dalam pertandingan berikutnya di Brussels, 10 Oktober,  melawan San Marino. “Akan luar biasa bisa mencapai tujuan ini di dalam kandang, meski saya tidak merasakan tekanan,” ujar Lukaku, yang mencapai sasaran penting: 32 gol dalam 30 laga resmi terakhir De Rode Duivels. Enam diproduksi dalam lima pertandingan terakhir. Sebuah sinyal penting dari pemain yang berpotensi jadi dinamit I Nerazzurri.


Baca Juga :
- Hasil lawan Lazio Kunci Kebangkitan I Giallorossi
- Llorente Senjata Tambahan Napoli

Pemain, yang pernah memperkuat Manchester United FC dalam dua musim terakhir, itu telah menghidupkan impian tifosi lewat statistik menakjubkan. Dia tampil dalam tiga pertandingan resmi dan tiga gol antara Seri A dan timnas, padahal kondisi fisiknya belum maksimal. Lukaku juga perlu mendalami filosofi permainan Antonio Conte.

Pelatih menantikan striker berpostur 190 cm itu di Appiano Gentile, untuk terus melanjutkan proses peningkatan kondisi fisik pemain. Di samping itu, Lukaku mesti mengasah keserasian bermain dengan Lautaro Martinez dan Alexis Sanchez.

Di luar lapangan, penyerang dobel L tersebut mulai dekat, ditandai dengan saling bertukar pujian setelah gol Lukaku melalui media sosial. Sebaliknya dengan Sanchez terjalin hubungan persahabatan sejak mereka main di Manchester.

Lukaku di Italia telah menemukan kepercayaan yang hilang sejak musim terakhirnya di MU. “Saya tidak pernah melihat Lukaku gembira seperti sekarang,” arsitek tim nasional Belgia, Roberto Martinez, mengungkapkan.

Pemilik kostum nomor 9 tersebut ingin kembali merasakan jadi tokoh utama, berada di jantung rencana ambisius tim. Seperti yang terjadi di Liga Primer ketika baru pindah ke Everton dan di awal petualangan bersama The Red Devils era Jose Mourinho. Saat itu, Lukaku melalui dua awal musim terbaiknya: lima gol dan 24 tembakan dalam lima pekan pertama di musim 2017/18, lalu 4 gol dan 15 tembakan di musim lalu.

Jika ada pelatih yang dapat memotivasi Lukaku lebih baik dari Mourinho, maka dia adalah Conte. "Pada akhirnya saya bersama Conte,” ujar Lukaku antusias.

Hapus Klausul


Baca Juga :
- Juve Mesti Melakukan Ini untuk Mengobati Alergi Bola Mati
- Sindrom Blackout Rugikan Lazio

Tripletta yang dipersembahkan Lautaro untuk Argentina dalam laga lawan Meksiko, membuat mata petinggi klub terbuka lebar. Penyerang 22 tahun itu punya potensi untuk menjadi pemain juara di masa depan.

Tak heran kalau klub segera menggodok formula untuk mengikatnya lebih lama. Kemungkinan dalam waktu dekat, akan ada penandatanganan kontrak yang jatuh tempo hingga Juni 2024. Gaji El Toro naik dari 1,5 juta euro jadi 2,7 juta euro plus bonus. Saat ini berlaku klausul pelepasan 111 juta euro, yang bisa saja berkurang kalau pemain terus tumbuh secara eksponensial. CEO Giuseppe Marotta mendorong untuk menghapus agar tidak kena semprit Lega Seri A.*** Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA