#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tak Ingin Terjangkit Stars Syndrom, Bima Tata Mentalitas Pemain Garuda Muda
12 September 2019 11:03 WIB
JAKARTA – Timnas Indonesia U-16 Indonesia terus menyempurnakan persiapan menjelang tampil dalam ajang Pra Piala Asia (PPA) U-16 2020, mulai 14 September mendatang. Bima Sakti, pelatih Indonesia U-16 berharap, saat nantinya turun gelanggang semua kekurangan tim sudah bisa diminimalisir.

Tidak hanya dari segi teknis, persoalan mentalitas juga terus dioptimalkan. Hal ini menjadi salah satu fokus evaluasi tim pelatih karena akan tampil di depan publik sendiri. Walau pemain sudah membuktikan bisa tampil garang di luar negeri, hal sama belum tentu tercipta saat main di Indonesia.

Terkadang, tampil di dalam negeri, dengan hadirnya pendukung fanatik, membuat pemain tertekan. Ekspektasi dari penonton membuat pemain takut salah dan takut kalah. Ketakutan ini bisa membahayakan. Sebaliknya, saat mentalitas terakomodasi dengan baik, performa pemain niscaya meningkat.


Baca Juga :
- Hanya Beli Sembilan Pemain Baru, Seto Yakin PSS Tetap Bersaing
- Sangat Sah untuk Meragukan Kualitas Farri, Pemain Baru Persija yang Lama di Qatar

Dari tiga turnamen yang telah dijalani di Thailand, Myanmar, dan Qatar, Garuda Muda tampil melebih ekspektasi publik. Sempat diragukan dalam masa persiapan menuju Piala AFF U-15 2019, Marselino Ferdinan dan kawan-kawan malah berhasil menembus peringkat ketiga kejuaraan antarkawasan tersebut.

Bahkan, perkembangan signifikan diperlihatkan pemain saat tampil di Myanmar dan Qatar. Dalam dua ajang ini, Indonesia U-16 menjadi runner-up. “Membangun mentalitas pemain itu butuh waktu dan kesabaran. Seiring pengalaman dan jam terbang anak-anak saya yakin mentalnya akan semakin kuat,” kata Bima kepada TopSkor.

Sindrom menjadi bintang dan atau cepat puas dengan pencapaian, juga menjadi kekhawatiran tim pelatih Indonesia U-16. Sebab itu, Bima tak ingin para pemainnya "terkontaminasi" hal-hal negatif. Salah satunya, pemain tak kecanduan media sosial yang sering kali melambungkan nama mereka secara berlebihan.

Bima mengimbau pemain hanya fokus dengan apa yang ingin digapai bersama, yakni tampil di Piala Asia U-16 2020. Ini bukan pekerjaan mudah, sebab Indonesia tergabung dengan salah satu raksasa sepak bola Asia, yakni Cina, yang difavoritkan menjuarai persaingan Grup G.


Baca Juga :
- Manajer Timnas Senior Ungkap Kondisi Simon McMenemy
- PSSI Lambat Tangani Masalah Timnas Senior

Adapun lawan Indonesia dalam ajang ini adalah Filipina, Brunei Darussalam, dan Kepulauan Mariana. "Yang pasti sebagai pelatih saya selalu mengawasi dan membatasi apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan oleh pemain. Saya selalu mengontrol dan mengatakan apa yang sudah diraih itu belum apa-apa,” Bima menuturkan.

Sementara itu, timnas Indonesia U-16 untuk sementara masih tetap menjalani pemusatan latihan di Bekasi. Rencananya, tim baru bergeser ke dan membiasakan diri tampil di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, lokasi PPA U-16 2020, mulai Jumat (13/7).* Furqon Al Fauzi 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA