#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Lemah Sektor Bigman, AS Dipulangkan Prancis
12 September 2019 13:10 WIB
DONGGUAN - Status Amerika Serikat (AS) sebagai kiblat basket dunia, khususnya tim putra, mulai dipertanyakan. Mereka memang masih menguasai Olimpiade dengan merebut tujuh emas dalam 10 gelaran terakhir pesta olahraga terbesar dunia itu.

Di Piala Dunia FIBA yang dimulai sejak 1950, AS memang masih menjadi kolektor gelar terbanyak, lima. Termasuk dua terakhir (2010 dan 2014) gelaran empat tahunan tersebut.

Kendati begitu, ambisi AS untuk mencetak hattrick dengan merebut gelar di Piala Dunia FIBA 2019 kandas. Turun di Dongfeng Nissan Cultural and Sports Center, Dongguan, Cina, Rabu (11/9) kemarin, AS di luar dugaan menyerah dari Prancis di perempat final, 79-89.


Baca Juga :
- Jadwal Final Piala Dunia U-17 2019, Meksiko Vs Brasil
- Turki Cukup Satu Poin

Kegagalan AS di Piala Dunia FIBA 2019 memang sudah diprediksi sejak awal. Penolakan banyak pemain bintang untuk memperkuat Tim Negeri Paman Sam di Cina menjadi penyebabnya. AS hanya dibela pemain-pemain muda serta senior yang tidak berlabel bintang.

Stok mereka di sektor bigman juga ala kadarnya. Padahal, pesaing-pesaing kuat mereka seperti Serbia dan Prancis memiliki bigman yang menakutkan.

Benar saja, AS tidak berdaya menghadapi Prancis yang dibela center andalan Utah Jazz, Rudy Gobert. Tak ada satu pun bigman AS yang mampu membendung keperkasaan peraih gelar Defensive Player of The Year NBA 2018/19 tersebut.

Pada laga kemarin, Gobert merajalela. Ia mencetak double-double: 21 poin dan 16 rebound. Keperkasaannya di bawah ring juga dibuktikannya dengan tiga blok. Bahkan, ada satu momen menarik saat ia memblok lay-up rekan setimnya di Jazz, Donovan Mithcell. Kemarin, Mitchell juga tampil bagus lewat torehan 29 angka. Namun itu belum cukup menyelamatkan AS dari kekalahan.

Pelatih AS Gregg Popovich mengakui Prancis memang layak menang. “Ini tim Prancis terbaik yang pernah saya lihat. Setiap kekalahan memang menyakitkan dan kami tentunya sangat mencintai kemenangan. Tapi kami akan berkembang setelah kekalahan ini. Hidup harus terus berjalan,” ujar Popovich usai pertandingan.

Prancis sendiri merupakan salah satu tim yang paling efektif di Piala Dunia FIBA 2019. Tim yang identik dengan warna biru ini memiliki persentase field goal 52,4 persen. Catatan ini jelas wajib diwaspadai pesaing-pesaing mereka yang masih bertahan di turnamen: Argentina, Spanyol, dan Australia.

Pada semifinal Jumat (13/9), Prancis akan berhadapan dengan Argentina. Laga ini tentu akan berlangsung sengit mengingat keduanya memiliki tim hebat. Untuk Argentina, mereka lolos ke semifinal usai menundukkan Serbia, 97-87. Padahal, sebelum Piala Dunia FIBA 2019 bergulir, Nikola Jokic dan kawan-kawan diprediksi menjadi penjegal AS.

"Kami datang ke sini (Piala Dunia FIBA) untuk menjadi juara. Kami tahu, misi tersebut memang tidak mudah. Tapi kini kami bisa mengalahkan tim terkuat di dunia, AS," Gobert mengungkapkan.

Sebagai catatan, ini merupakan kegagalan pertama AS menjuarai turnamen mayor (Olimpiade dan Piala Dunia) sejak Piala Dunia FIBA 2006. Dari Olimpiade 2008 Beijing hingga Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, AS selalu juara.

Tantang Spanyol

Di semifinal lain, Australia juga memastikan satu tempat di semifinal. Kemarin, Patty Mills dan kawan-kawan menundukkan tim kuda hitam, Rep. Ceko, 82-70 di Shanghai Oriental Sports Center, Shanghai, Cina.


Baca Juga :
- Jadwal Semifinal Piala Dunia U-17 2019, Meksiko Vs Belanda, Prancis Vs Brasil
- Hasil Piala Dunia U-17 2019, Prancis Bantai Spanyol 6-1

Melihat kiprah Australia, mereka jelas menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan meraih gelar juara. Apalagi, Tim Negeri Kanguru belum sekalipun menelan kekalahan. Bahkan, pada babak 16 besar, mereka sanggup menundukkan Prancis, 100-98.***KRISNA C. DHANESWARA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA