#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Debutan Berpotensi Curi Poin di Nomor Tunggal
12 September 2019 13:15 WIB
JAKARTA – Kendati berstatus debutan, M. Rifqi Fitriadi yakin mampu memberikan poin untuk Indonesia. Petenis 20 tahun itu akan menghadapi Selandia Baru di babak pertama Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania 2019 yang akan berlangsung di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu dan Minggu (14-15/9).

Rifqi mengaku telah mempersiapkan diri secara maksimal dengan mengikuti serangkaian turnamen nasional maupun internasional. Misalnya dalam tiga pekan rangkaian turnamen ITF World Tennis Tour M15 bertajuk Combiphar Tenis Terbuka, 5-25 Agustus lalu.

Pada ajang tersebut, hasil Rifqi memang tidak memuaskan. Namun, banyak pelajaran yang didapat setelah turnamen tersebut.


Baca Juga :
- Indonesia Kalah Telak di Hari Pertama karena Kurang Jam Terbang
- Lawan Selandia Baru di Piala Davis Jadi Momen Balas Dendam David Agung Susanto

“Terpenting, saya bisa menampilkan yang terbaik. Saat latihan, saya mendapat banyak arahan dari pelatih. Saat turun di Piala Davis nanti, saya akan mengeluarkan semua kemampuan,” kata Rifqi.

Skuat Piala Davis Indonesia memang belum memutuskan siapa yang bakal turun pada sektor tunggal atau ganda. Namun, sebelumya kapten tak bermain Febi Widhiyanto mengatakan Rifqi memiliki potensi untuk turun pada sektor tunggal. Menurut Febi, nomor tunggal lebih berpeluang untuk bisa meraih poin.

Mendengar pernyataan tersebut, Rifqi mengaku tak terbebani. Sebaliknya, ia semakin termotivasi untuk bisa memberikan yang terbaik. “Bermain di Piala Davis impian saya sejak lama. Berdasarkan hasil turnamen M15, saya bisa mengimbangi permainan yang memiliki peringkat lebih tinggi. Jadi secara mental, saya sudah dapat,” ujar Rifqi.

Rifqi juga mengatakan telah mengetahui karakter dari beberapa pemain Selandia Baru, khususnya untuk pemain tunggal seperti Ajett Rai dan Rhett Purcell. “Kami pernah berada dalam satu turnamen. Purcell memiliki pengalaman dan bisa bermain tenang. Sedangkan Ajett Rai sering melakoni pertandingan. Tetapi di lapangan, saya akan berusaha sebaik mungkin,” ucap Rifqi.

Selain Rifqi, Indonesia juga memiliki satu pemain debutan yakni Ari Fahrezi. Meski masih berusia 17 tahun, Ari Fahrezi dipercaya skuat Piala Davis. Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) Rildo Ananda Anwar sebelumnya berharap Ari Fahrezi bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah jam terbang.

Ari Fahrezi pun mengatakan akan berusaha membayar kepercayaan tersebut.

“Masuk tim Piala Davis saja sudah sangat bangga. Jadi saya ingin lakukan yang terbaik untuk tim. Saya juga sudah bermain dan berlatih bareng dengan senior-senior beberapa waktu lalu,” tutur Ari Fahrezi.

Selain Rifqi dan Ari Fahrezi, Indonesia juga memiliki dua pemain yang pernah turun di Piala Davis. Mereka adalah kakak-adik David Agung Susanto dan Anthony Susanto. David adalah pemain paling senior. Ia tercatat telah 16 kali tampil membela Indonesia di Piala Davis sejak debut 2010 lalu.


Baca Juga :
- Tim Piala Davis Merah Putih Berpeluang Curi Poin di Tunggal
- Gelar Membuat Kepercayaan Diri Justin Naik

Sementara sang adik, tercatat telah empat kali masuk skuat Merah Putih. Keduanya pun sama-sama menyatakan kesiapannya untuk menyumbang poin. “Tentu, kami akan melakukan yang terbaik. Kami telah melakukan persiapan sejak lama. Kami siap turun di sektor tunggal maupun ganda,” ujar Anthony.

Selandia Baru memang memiliki pemain lebih mumpuni. Khususnya untuk sektor ganda. Selain Ajeet Rai dan Rherr Purcell, Selandia Baru juga memiliki Michael Venus yang menempati peringkat 10 dunia untuk sektor ganda. Kemudian juga ada Marcus Daniell (46 ganda), dan Artem Sitak (58 ganda).*MUHAMMAD RAMDAN

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA