#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Agus Suprianto: Persija Tak Bisa Bergantung pada Pelatih Saja
13 September 2019 11:03 WIB
JAKARTA – Meskipun sudah diperkuat dua pemain asing baru, Persija belum sembuh dari penyakit akutnya. Saat kalah 0-2 dari Persipura, Rabu (10/9) lalu, Persija tampil seperti tanpa pola yang jelas. Joan Tomas Campasol, gelandang baru Persija, yang diharapkan jadi ruh permainan justru tenggelam.

Adapun bek tengah Alexandre Luiz “Xandao” Reame, tampaknya butuh waktu lebih untuk menyusaikan diri dengan pemain lainnya. Untuk sektor tengah, Joan Tomas terlihat belum begitu memahami setiap pergerakan dari rekan-rekannya. Alhasil, kerap ada jarak antarpemain yang begitu jauh.

Efeknya, aliran bola ke lini depan pun minim. Striker Marko Simic pun terpaksa menjemput atau mencari bola sendiri untuk menciptakan peluang. Sejatinya, banyak faktor yang membuat Macan Kemayoran mengalami keterpurukan dalam Liga 1 2019. Salah satunya, terlalu cepat mengganti pelatih.


Baca Juga :
- PT PBB Terus Upayakan Laga Persib vs Persija Digelar di Bandung
- Pelatih Baru Persija Tak Alergi dengan Pemain Muda dan Biasa Bereksperimen

Mantan gelandang Persija Agus Supriyanto mengatakan, padatnya kompetisi yang diikuti pemain sejak awal 2019, membuat fokus dan psikologis pemain naik turun. Akhirnya kejenuhan melanda. Ini berimbas pada performa dan pencapaian dalam semua kompetisi yang dijalani.

Sudah begitu, kehadiran Julio Banuelos Saez, yang menggantikan Ivan Kolev, belum memecahkan persoalan. Malahan, filosofi yang ingin dikembangkan pria Spanyol itu seperti tak mendapat tempat di hati pemain. Hal ini yang membuat penampilan Persija seperti tanpa arah atau sporadis.

“Sekarang kembali lagi ke pemain. Pandangan saya sebagai mantan pemain, kalau terlalu mengandalkan pelatih agak sulit. Oke-lah dari segi strategi, taktik, pelatih belum bisa dibilang mumpuni. Tapi, masing masing pemain harus punya tekad yang sama. Satukan semangat gimana caranya kasih yang terbaik,” kata Agus.

Terkait performa kedua pemain asing, Agus belum bisa memberi penilaian. Pasalnya, kedua pemain tersebut baru tampil satu kali. Terlepas dari itu, menurut Agus, setiap pemain yang sudah berseragam Macan Kemayoran, termasuk pemain asing, harus segera menunjukkan kualitas terbaiknya sejak laga pertama.

“Mereka didatangkan buat membawa perubahan dan perbedaan bagi tim. Kalau kualitasnya biasa saja, ya apa bedanya dengan pemain lokal. Balik lagi ke mentalitas, bisa gak si pemain itu menghadapi tekanan. Persija dengan suporter yang banyak pastinya selalu ingin melihat timnya menang dan main bagus,” ujar Agus.


Baca Juga :
- Duh, Selain Persib vs Persebaya, Laga El Clasico Indonesia Juga Terancam Mundur
- PSIM Kalah Lagi, Aji Santoso Tak Muncul dalam Sesi Jumpa Pers Seusai Laga

Sementara itu, sebelum penutupan bursa transfer tengah musim pada 16 September nanti, Persija berencana mendatangkan satu pemain lokal lagi. Pemain yang sedang diburu tersebut adalah gelandang PSM Muhammad Arfan. Pihak Persija pun telah mengontak pemain bersangkutan.

Hanya saja ada sedikit kendala, yakni belum ada lampu hijau dari manajemen PSM. Namun, CEO Persija Ferry Paulus percaya prose kepindahan Arfan akan tercapai dalam waktu dekat. “Prosesnya sedang kami upayakan,” kata Ferry. Adapun soal pemain yang akan dilepas, Ferry belum mau berterus terang.* Furqon Al Fauzi 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA