#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Soal Pelemparan Bus Persib, Ini Kata Kabomania dan The Jakmania
16 September 2019 13:41 WIB
BANDUNG – Peristiwa penyerangan terhadap bus Persib Bandung usai laga Tira Persikabo melawan Persib yang berakhir 1-1 Sabtu (14/9) malam di Stadion Pakansari, tidak bisa ditoleransi lagi. Manajemen Persib, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), akan melancarkan protes. Sebab, kejadian tersebut sudah melewati batas kemanusiaan.

"Kami sedang siapkan surat protes kepada PT Liga Indonesia Baru. Kejadian ini sudah kelewatan. Yang terjadi sebenarnya bukan rivalitas lagi karena sampai menyentuh atau mengenai dan mencederai pemain," ujar Direktur PT PBB Teddy Tjahjono, Minggu (15/9).

"Kami mengirim surat ini agar ada tindakan untuk mengedukasi. Sebelumnya di timnas juga begitu, bahwa mentalitas suporter sudah tidak benar dan harus ada tindakan dari PSSI untuk mencegah ini terjadi lagi," Teddy menegaskan.


Baca Juga :
- Timnas U-19 Indonesia Imbang Lawan Tira Persikabo
- Timnas U-19 Beruji Coba lawan Tira Persikabo, Sabtu Pagi

Renncananya Senin (16/9) ini PT PBB akan menggelar jumpa pers terkait perkembangan insiden tersebut. Memang belum diketahui pelaku vandalisme ini. Tapi karena sudah masuk ranah pidana, tragedi ini harus diusut tuntas.

"Kami meminta kasus ini diselesaikan lewat jalur hukum. Siapa pun pelakunya harus ditindak sesuai hukum berlaku. Biar itu jadi ranahnya kepolisian. Yang penting bobotoh jangan membalas dan terpancing," Heru Joko, Ketua Viking Persib Club (VPC), menimpali.

"Kami kaget dan prihatin, kejadian ini terulang dan ada pemain asing yang jadi korbannya. Sepak bola Indonesia bisa rusak kalau Omid Nazari (korban yang merupakan gelandang Persib asal Filipina) lapor ke FIFA tentang kejadian yang dialaminya. Pencegahannya, khusus laga Persib keamanan harus berlipat lagi," ujar Heru.

Selain Nazari, pemain sayap Persib Febri Hariyadi juga jadi korban. Sementara itu, pihak Tira Persikabo meminta maaf kepada Persib dan juga sangat mengencam oknum pelaku untuk diusut tuntas hingga tertangkap.

“Kami minta maaf atas kejadian itu. Kami kaget ada yang  menyerang bus Persib. Di luar stadion sampai ke kandang roda dan jalan pemda suporter kami dan suporter Persib berjalan beriringan dan tidak ada kejadian apa pun,” kata Direksi Tira Persikabo, Rhendy Arindra.

Ketua Umum Kabomania, suporter Persikabo, Muhammad Yusuf Kiat, juga angkat bicara. Ia menilai hubungan Kabomania dan bobotoh masih terjalin mesra. Yusuf menduga ada penyusup yang tidak senang dengan hubungan harmonis kedua suporter.

“Usut tuntas siapa dalang pelemparan bus Persib. Kami Kabomania melaknat kejadian tersebut. Kami tidak mau dikambinghitamkan oleh rivalitas suporter lain,” ia menegaskan. The Jakmania, suporter Persija Jakarta, yang selama ini dianggap sebagai rival bobotoh, juga membantah pihaknya ikut andil dalam insiden pelemparan itu.

“Kami The Jakmania sudah mulai sadar. Contoh ketika Persib main di SUGBK. Biasanya selalu ada tekanan besar untuk Persib. Namun semua bisa kami kondisikan dengan aman,” kata Dicky Soemarno, Sekretaris The Jakmania.

Menurutnya kejadian itu di sekitar daerah kandang roda. Area itu ketika Persija bermain di sana, The Jakmania juga sering dapat serangan yang sama. “Jadi, lucu saja karena pertandingan tidak melibatkan Persija tetapi Jakmania yang jadi sasaran kesalahan,” ujar Dicky.

Menurutnya tindakan mengintimidasi tim lawan itu adalah kesalahan besar. “Mereka ada di sebuah tim karena menjalani profesinya, jadi menurut saya penyerangan suporter terhadap tim ini tidak seharusnya terjadi lagi,” ia menegaskan.*Dani Wihara/Nizar Galang Gandhimar/Sumargo Pangestu

 


Baca Juga :
- Tira Persikabo Kampiun EPA U-16, Danurwindo Bicara Pondasi Timnas
- Final Liga 1 U-16, Tira Persikabo Juara Usai Libas Bhayangkara FC

 

 

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA