#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
PSSI Lambat Tangani Masalah Timnas Senior
17 September 2019 12:32 WIB
JAKARTA -  Hingga kini, PSSI belum juga menggelar evaluasi untuk timnas senior Indonesia. Padahal, pertemuan ini sangat penting untuk mengevaluasi dua hasil buruk timnas dalam Pra-Piala Dunia 2022.

Bermain di kandang, yakni di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), tim Garuda dua kali dipermalukan lawannya. Pada laga pertama, 5 September, Evan Dimas dan kawan-kawan ditekuk Malaysia 2-3. Selanjutnya, pada laga kedua, timnas Indonesia dihancurkan Thailand dengan skor telak 0-3.

Namun, dua kekalahan memalukan ini nyatanya belum memberikan alarm bagi PSSI untuk segera menggelar rapat evaluasi. “Sampai saat ini belum ada pertemuan. Kemungkinan besok (hari ini) saya baru bisa kasih kabar, kami juga terus berkomunikasi kepada teman-teman lain untuk pertemuan itu,” ujar anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa.


Baca Juga :
- Waktunya Garuda Revans atas Malaysia!
- Jateng Juara Gala Siswa Indonesia 2019, Mendikbud RI Muhadjir Effendy Menilai GSI Tahun Ini Lebih Berkualitas

Sementara itu, menurut anggota Exco PSSI lainnya, Refrizal mengatakan rapat evaluasi timnas belum bisa berjalan karena Plt Ketua Umum Iwan Budianto sedang kurang fit.

“Kalau saya sendiri dan temen-temen memang inginnya segera, namun Plt Ketua Umum Pak Iwan Budianto sedang kurang sehat jadi jadwal pastinya kapan kami bertemu untuk evaluasi belum tahu. Mungkin bisa jadi sehari atau dua hari ini, ditunggu saja nanti akan saya kabari lagi,” ujar Refrizal.

Timnas senior harus cepat berbenah. Pasalnya, tim Garuda akan menjalani laga away pertamanya pada 10 Oktober mendatang ke markas Uni Emirat Arab. Secara pribadi, Refrizal menginginkan agar pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy diganti.

“Saya melihat Simon (McMenemy) belum sampai pada tahap itu (melatih timnas), dia belum layak untuk melatih timnas itu pendapat dari saya, tidak tahu kalau teman-teman lain bagaimana melihatnya,” ujar Refrizal.

Refrizal menilai performa skuat Garuda yang tak kunjung berkembang di bawah asuhan Simon. Padahal, tuntutan dan harapan pecinta sepak bola tanah air sangat tinggi untuk melihat perkembangan timnasnya.


Baca Juga :
- Prediksi PSIM Vs Persis, Akankah Keajaiban Datang?
- Kemampuan Pemain Pelapis Jadi Persoalan Timnas U-19

“Bermain sebagai tuan rumah tentu mengharapkan kemenangan tetapi kemarin kalah dua kali, tentu hasil yang tidak baik bagi timnas. Saya rasa pemain kita tidak terlalu di bawah standar, seharusnya dia bisa meramu tim itu lebih baik lagi. Namun kenyataannya belum menghasilkan yang terbaik untuk timnas,” kata Refrizal.

“Melatih klub dan timnas memang sangat berbeda harus dapat menyatukan chemistry pemain dari berbagai klub, ada yang main di Liga 1, ada juga yang bermain di luar negeri, hal itu yang dibutuhkan untuk pelatih yang melatih timnas kita. Saya rasa untuk nama-nama kandidat pelatih ke depan juga sudah ada tetapi belum bisa dipublikasikan dulu untuk saat ini.”*NIZAR GALANG GANDHIMAR

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA