#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Keluar dari Empat Besar, Arema Harus Lebih Berjuang
17 September 2019 12:54 WIB
MALANG - Hasil dua laga perdana Arema di kandang pada putaran kedua Liga 1 2019 tak sesuai ekspektasi. Dua laga yang seharusnya meraih poin sempurna enam dan mampu menggusur Madura Unted menembus posisi tiga besar, justru hanya meraup dua poin tambahan.

Tim Singo Edan dipaksa bermain 2-2 oleh Borneo FC 2-2 ( 13/09/2019) dan 1-1 ketika menjamu PSIS Semarang (31/08/2019). Tak pelak untuk kedua kalinya dalam 10 pekan terakhir, Arema keluar dari posisi empat besar.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija menilai materi pemain tim Singo Edan sudah bagus. Namun, menurutnya, Arema masih memiliki masalah pada lini pertahanan. “Saya ada catatan, lini pertahanan belum optimal. Harus terus dibenahi,” ucap Milo.


Baca Juga :
- Prediksi PSIM Vs Persis, Akankah Keajaiban Datang?
- Kemampuan Pemain Pelapis Jadi Persoalan Timnas U-19

Tapi, Milo tak ingin menghakimi satu-dua pemain atau lini pertahanan sebagai kambing hitam. “Bahwa tim kami mudah mencetak gol tapi begitu mudahnya juga kebobolan. Mereka hanya kurang disiplin dan hilang konsentrasi serta ada celah yang bisa dimanfaatkan lawan,” kata Milo.

 “Masih banyak kekurangan terutama pertahanan, sebab pertahanan kami sering kilang konsetrasi dan lakukan blunder. Saat menghadapi PSIS dan Borneo FC, terlihat lini belakang mudah sekali ditembus oleh lawan. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah,red) kami.”

Melihat sektor pertahanan Arema sebenarnya tim ini dihuni pemain-pemain berkualitas dengan jam terbang tinggi. Sebut saja Arthur Cunha da Rocha (Brasil), Alfin Ismail Tuasalamony, Hamka Hamzah, Johan Ahmad Alfarizi, bahkan beberapa pemain lainnya Ikhfanul Alam, Rachmat Latief, dan Agil Munawar. Ditambah pelatih mereka yang asal Bosnia and Herzegovina, Milomir Seslija sepanjang 15 tahun (1985-2000) karirnya sebagai pesepakbola berposisi sebagai center back.

Meski banyak publik menilai masalah di tim ini ada pada sektor penjaga gawang, dan itu terjadi pada dua musim terakhir 2018 dan 2019 ini. Selepas tak lagi gawang mereka diikawal trio penjaga gawang mumpuni: Kurnia Meiga Hermansyah, (alm) Achmad Kurniawan, dan I Made Wardhana. Saat ini kiper yang dimiliki Arema yaitu Utam Rusdiana, Kurniawan Kartika Ajie, dan Muhammad Sandy Firmansyah.

Manajemen tim Arema sejatinya sejak awal kompetisi tak terlalu muluk-muluk mengejar target juara. Tim Singo Edan hanya dipatok finis target tiga besar musim ini.

Karena itu, setelah gagal amankan poin sempurna di kandang lawan Borneo FC dan PSIS, Milo juga berharap skuatnya segera bangkit menatap laga pekan ke-18 menghadapi Persela Lamongan, di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (20/9) ini. Diakui, Persela bukan lawan yang mudah, mereka juga kerap menyulitkan Arema meski bermain di Malang. Terlebih kini akan tampil di kandang Persela, yang dalam dua musim terakhir, Arema selalu menelan kekalahan dengan skor telak 0-4.

“Lawan Persela, saya dapat pelajaran bagus dari pertandingan lawan Borneo FC dan PSIS. Mendominasi pertandingan saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan. Kami harus menjadi lebih kuat lagi dalam bertahan, tidak saja agresif dalam penyerangan,” ucap Milo.


Baca Juga :
- Memilih Pemain Senior untuk Timnas SEA Games dan Respons Klub Liga 1
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Minggu Malam

“Anda juga harus tahu, dalam beberapa laga, lini belakang kami seleau tidak lengkap, tanpa Arthur Cunha, Alfin Tuasalamony, dan Johan Alfarizi. Beberapa kali kami kami harus bereksperimen memainkan Agil Munawar. Hendro Siswanto, Nasir, dan Hanif Sjahbandi di posisi belakang. Nanti lawan Persela, saya optimistis Cunha, Alfin, dan Alfarizi, bahkan Dedik Setiawan sudah bisa gabung tim, kondisi cedera mereka kian bagus.”

Pada musim ini, Arema sendiri menempati urutan kedua tim terproduktif dengan koleksi 35 gol atau rata-rata 2,06 gol per laga. Arema hanya kalah dari TIRA-Persikabo yang mengemas 39 gol atau rata-rata 2,16 gol per laganya. Namun, problem terbesar tim yang harus segera dipecahkan adalah begitu rapuhnya lini pertahanan yang hingga 17 laga sudah kemasukan 27 gol atau rata-rata 1,59 gol per laga.*NOVAL LUTHFIANTO

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA