#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Slavia Praha Mandiri Berkat Liga Champions
17 September 2019 13:44 WIB
PRAHA – Mungkin ini salah satu era tersukses Slavia Praha. Ya, setelah lebih dari satu dekade hanya jadi penonton, skuat tersebut kembali ke kancah Liga Champions. Bagi klub kecil Eropa, kesempatan menembus kompetisi elite akan berdampak sangat besar kepada finansial mereka. Tak masalah hanya jadi bulan-bulanan tim besar dan berakhir di fase penyisihan grup.

Menurut Presiden Dewan Direksi Slavia, Jaroslav Tvrdik, kondisi keuangan mereka membaik berkat Liga Champions dan penjualan gelandang Alex Kral ke Spartak Moskow.  Dengan berbagai bonus yang menyertai, dia berharap tim akan mandiri dari sudut pandang ekonomi.

“Musim ini sangat fantastis. Bagi saya pribadi, maju ke Liga Champions merupakan impian yang jadi kenyataan tapi juga menjamin performa dan target finansial. Saat ini, kami mendapatkan 400 juta koruna Ceko (sekira Rp239 miliar) dari promosi ke Liga Champions. Kami akan meraup lebih banyak uang dari pembagian hak siar dan penjualan tiket. Kira-kira jumlahnya lebih dari 100 juta koruna. Penjualan Alex mendatangkan 300 juta koruna. Jadi target finansial kami terpenuhi,” ujar mantan Menteri Pertahanan Republik Ceko itu.


Baca Juga :
- Gol ke Gawang Olympiacos Memiliki Arti bagi Lewandowski
- Update Klasemen Liga Champions, Kamis Dini Hari WIB, Banyak Tim Sudah Lolos

Dia melanjutkan, “Kami ingin membangun tim yang berdiri di kaki sendiri secara ekonomi. Kami tidak ingin tergantung 100 persen kepada pemilik, setiap tahun mengirimkan tagihan dan menunggu pembayaran.”

Kabar baik ini tak pernah terbayangkan oleh klub yang di ambang kebangkrutan mulai 2011. Lalu datang CEFC, perusahaan energi asal Cina, sebagai penyelamat pada 2015. Tiga tahun kemudian kepemilikan beralih ke CITIC Group yang mengakuisisi aset perusahaan tersebut di Republik Ceko. Pemegang saham lainnya adalah Sinobo Group.  


Baca Juga :
- Update Hasil Pertandingan Liga Champions, Kamis Dini Hari WIB
- Skuat Ancelotti Memberontak

Tvrdik tak memungkiri jasa para investor asal Cina itu sangat besar terhadap kebangkitan klub berjuluk The Red and Whites itu. “Tanpa para pemegang saham yang kuat, sepak bola level ini tak mungkin ada di Republik Ceko. Kami dapat meraih keuntungan mungkin dalam satu atau dua tahun lagi, tapi tak menutup kemungkinan kondisi memburuk sedikit. Tapi itulah sepak bola, ada momen buruk. Saya yakin mereka akan membantu kami saat masalah itu datang,” dia menjelaskan.

Pria 51 tahun tersebut mengisyaratkan sedikit iri ketika mengetahui berapa pendapatan rival mereka. Dia mencontohkan CFR Cluj yang disingkirkan di playoff kualifikasi Liga Champions, meraup tiga juta euro (setara dengan 75 juta korona) dari marketing permusim.  Sedangkan keuntungan Slavia hanya 15 persen dari angka itu. Kondisi keuangan stabil yang diimbangi dengan  prestasi menanjak diharapkan bisa mengantarkan mereka sejajar dengan klub Eropa lainnya.* Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA