#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Pelajaran dari Timnas Indonesia U-16 untuk Timnas Senior
17 September 2019 11:50 WIB
JAKARTA - Timnas U-16 Indonesia meraih hasil positif pada laga pembuka Grup G Pra-Piala Asia (PPA) U-16 2010 di Stadion Madya, Senayan, Senin (16/9) malam. Pasukan Bima Sakti itu menang 4-0 atas Filipina. Skor identik saat kedua tim juga bertemu di Piala AFF U-15 2019, beberapa bulan lalu.

Sempat dibuat kesulitan, timnas membuka keunggulan lewat gol yang dicetak Ahmad Athalah Raihan dari luar kotak penalti pada menit ke-36. Gol tersebut nyatanya berhasil memecah rasa grogi yang dialami para pemainnya.

Bagaimana tidak, Bima mengakui para pemainnya sedikit terserang demam panggung di awal-awal pertandingan, terutama sepanjang babak pertama. Maklum, ini adalah kali pertama pasukan Garuda Muda bertanding di tanah air di depan ribuan pendukungnya sendiri.


Baca Juga :
- Indra Sjafri Minta Dukungan Masyarakat untuk Sukses Timnas U-22 Indonesia
- Daftar Resmi 20 Pemain Timnas U-22 Indonesia untuk SEA Games 2019

“Syukur alhamdulilah kami diberikan kemenangan. Ini pertandingan perdana bahkan yang pertama di Indonesia. Jadi pemain terlihat gugup, grogi, dan tegang ditonton hampir tiga ribu penonton. Karena sebelumnya, bermain di Thailand, Myanmar, dan Qatar,” kata Bima.

Kemenangan timnas U-16 ini seakan menjadi pelipur lara bagi para suporter Indonesia yang sangat kecewa dengan penampilan timnas Indonesia senior. Seperti diketahui, dua kekalahan beruntun di kandang diderita timnas Indonesia senior di Pra-Piala Dunia 2022. Yakni, kalah 2-3 dari Malaysia dan dibungkam Thailand 0-3 pada 5 dan 10 September lalu.

Sebaliknya, tim Garuda Muda justru tampil membanggakan meski harus melawan grogi, tadi malam. Bahkan, di babak kedua, irama permainan mulai mencair. Pemain mulai tampil seperti biasa menguasai bola lebih banyak dan tidak banyak melakukan kesalahan passing. Terbukti ketika laga baru berjalan satu menit, Marselino Ferdinan sukses menggandakan keunggulan untuk Garuda Muda.

Kepercayaan diri pemain semakin meninggi. Tujuh menit berselang gol ketiga lahir dari tendangan keras Alfin Lestaluhu di dalam kotak penalti. Pemain pengganti Wahyu Agong Drajat menutup pesta kemenangan timnas U-16 pada menit ke-77.

Evaluasi tetap akan dilakukan Bima. Terutama menyangkut ketenangan bermain dan finishing yang dianggapnya masih lemah dalam pertandinga, kemarin. Bima melihat, timnya harus percaya diri dan berani melakukan improvisasi dengan situasi yang terjadi di dalam pertandingan.

Pada babak pertama memang terlihat poros serangan timnas lebih dominan dari sisi kiri lewat pergerakan wingback Felix Kamuru dan Elvateeh Varesia.

“Ya memang saya sudah katakan ke anak-anak, kalau memang dari kanan tidak bisa, kiri serang terus. Karena memang Felix adalah pemain yang lebih aktif di sisi kiri, jadi kita lebih dominan di kiri,” kata Bima. “Di lapangan tengah juga. Lini ini hanya tempat transit bola, kemudian kami serang dari sayap. Kami coba manfaatkan kecepatan sayap-sayap kami.”

Selanjutnya, timnas Indonesia akan menghadapi Kepulauan Mariana Utara pada Rabu (18/9). Bima tak ingin pasukannya lepas fokus dan meremehkan lawan yang dalam dua pertandingan sebelumnya menelan kekalahan telak.


Baca Juga :
- Pengakuan Timnas Indonesia Soal Kekalahan dari Malaysia
- Hadapi Cina, Tim Elang Muda Indonesia Berburu Kemenangan 100 Persen

Pada laga kedua kemarin, Mariana menelan kekalahan 1-5 dari Brunei Darussalam. “Saya tekankan ke pemain, dengan kemenangan ini, kami belum apa apa. Kami harus perbaiki lagi finishing dan untuk lini belakang harus tetap menjaga fokus,” ucap Bima.

Sementara pelatih Filipina Roxy Dorlas, mengatakan timnya mendapat banyak pelajaran dari laga melawan Indonesia. “Pertandingan yang bagus dan suporter Indonesia luar biasa yang tidak kami jumpai di Filipina,” kata Dorlas. “Indonesia tim yang kuat, tapi saya yakin kami akan tampil lebih baik di pertandingan berikutnya.”***FURQON AL FAUZI

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA