#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Conte Luncurkan Inter Baru di Liga Champions
17 September 2019 15:41 WIB
MILAN – Setelah sukses memuncaki Seri A, perhatian FC Internazionale kini beralih ke kompetisi Eropa. Selasa (17/9) malam, pasukan Antonio Conte bakal memulai perjalanan Liga Champions dengan menjamu SK Slavia Praha di Stadio Giuseppe Meazza. Kemenangan jadi target mutlak sebagai modal memuluskan langkah ke fase knockout.

Scudetto merupakan target utama musim ini, tapi bukan berarti Liga Champions tidak masuk hitungan. Faktanya, tampil baik di level elite Eropa sangat penting untuk mendongkrak pamor Inter. Misi klub sudah jelas, mengembalikan status I Nerazzurri sebagai raksasa Italia dan Eropa. Salah satu caranya tentu dengan bersaing melawan klub-klub terbaik Benua Biru.

Musim lalu, Inter comeback ke Liga Champions untuk kali pertama pasca absen enam tahun. Sayang, performa Samir Handanovic dan kawan-kawan saat itu sangat tidak memuaskan: gugur di fase grup dan terlempar ke Liga Europa. Kekecewaan itulah yang sekarang ingin ditebus. Paling tidak, mereka berharap lolos ke putaran final dan melaju sejauh mungkin.


Baca Juga :
- Guardiola: Manchester City Belum Siap Memenangkan Liga Champions
- Era Pioli pun Dimulai

Mengawali kompetisi di kandang sendiri akan memberi suntikan moril, dengan dukungan puluhan ribu tifosi. Ditambah modal tiga kemenangan beruntun di Seri A, I Nerazzurri akan menyambut Slavia dengan kepercayaan diri tinggi. Jangan lupa, para pemain anyar juga mulai menyatu ke dalam tim, perlahan membentuk tim menakutkan di bawah asuhan Conte.

Sosok paling mengesankan (sekaligus mengejutkan) adalah Stefano Sensi. Sejak datang dari US Sassuolo pada musim panas, gelandang mungil ini langsung muncul sebagai pemimpin lini tengah Inter. Dia bukan hanya gesit dan kreatif, tapi juga memiliki naluri menyerang luar biasa. Sensi bisa mengubah penguasaan bola jadi ancaman dengan begitu cepat, tak jarang juga melepaskan tendangan akurat dari luar kotak penalti.

Tergantung formasi yang digunakan Conte, Sensi akan memiliki peran berbeda. Pada 3-5-2, dia lebih bertugas sebagai penyeimbang, membantu Marcelo Brozovic membentengi pertahanan dan memulai aksi. Sementara dalam 3-4-2-1, pemuda 24 tahun itu diberi kebebasan berlari hingga ke area lawan, berada tepat di belakang Romelu Lukaku. Versi ofensif inilah yang terlihat ketika Sensi jadi pahlawan kemenangan Inter atas Udinese Calcio di Seri A, akhir pekan kemarin.

Sekarang, Conte menuntut para wajah anyar lainnya mengikuti jejak Sensi. Beberapa sudah memperlihatkan potensi, seperti Lukaku dan Diego Godin, begitu juga Nicolo Barella. Sementara yang lainnya, macam Valentino Lazaro, Cristiano Biraghi, dan Alexis Sanchez belum banyak mendapat kesempatan. Mungkin saat menghadapi Slavia, mereka bakal turun dan unjuk gigi. Inilah momen yang tepat untuk meluncurkan The New Inter.

Keyakinan Slavia


Baca Juga :
- Misi Kembali ke Jalur Scudetto
- Atalanta Mencari Kado Ulang Tahun

Sementara dari Republik Ceko, pasukan Slavia datang dengan percaya diri. Meskipun berstatus underdog, tim asuhan Jindrich Trpisovsky itu yakin bisa memberi perlawanan sengit kepada Inter. Modal mereka cukup mentereng: 13 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi musim ini, 11 di antaranya menang. Secara fisik dan mental, skuat Slavia sangat siap.

“Kami takkan datang ke Milan jika tak yakin punya peluang. Saya tahu Inter adalah tim besar, tapi kami unggul dari segi persiapan dan kebugaran. Kami sudah memainkan banyak laga kompetitif, mereka baru tiga. Saya rasa kami bisa jadi lawan setara,” ujar Trpisovsky optimistis. “Conte? Dia pelatih hebat, membangun tim dengan kerja keras dan detail. Menghadapinya akan jadi kehormatan buat saya.”*** Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA