#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Dua Wajah Barca: Superior di Kandang, Kesulitan di Tandang
17 September 2019 15:00 WIB
DORTMUND – Mimpi FC Barcelona untuk kembali menjuarai Liga Champions harus mendapat adangan berat sejak awal. Edisi 2019/20 ini dimulai dengan menghadapi Borussia Dortmund, Selasa (17/9) atau Rabu dini hari WIB. Bentrokan ini tidak akan berjalan mudah sebab mereka harus bermain tandang yang berpotensi menjadi bahaya tersendiri.

Barca memang seolah memiliki dua wajah berbeda saat berlaga kandang serta tandang, dan itu terus terjadi hingga musim ini. Mereka begitu superior ketika tampil di hadapan publiknya sendiri di Stadion Camp Nou, namun kerap kesulitan kala bermain di markas lawannya. Kepercayaan diri, produktivitas, dan kesolidan seperti sirna saat jadi tim tamu.

Di 2019/20 yang baru berjalan empat laga sudah menjadi contoh nyatanya. Pada pekan pembuka La Liga, tim berjuluk Los Azulgrana ini secara mengejutkan keok 0-1 di kandang Athletic Bilbao. Mereka mengalami kebuntuan serta kehilangan konsentrasi di akhir laga. Tapi setelahnya, saat main di rumah, bisa tampi trengginas menang 5-2 atas Real Betis.


Baca Juga :
- Harmonisasi Griezmann dan Messi Kian Menjanjikan
- Haaland Disarankan Ikuti Langkah Dua Pemain Liverpool

Kejadian serupa terjadi di dua jornada terakhir. Setelah berpesta gol, tiba-tiba tim asuhan Ernesto Valverde ini ditahan imbang 2-2 oleh tim promosi CA Osasuna saat bertamu ke Stadion El Sadar. Namun di akhir pekan lalu, pesta gol kembali terjadi (5-2) ketika menjamu Valencia CF. Mereka bisa tampil superior di kandang meski kondisi tim pincang.

Faktanya, Barca gagal meraih kemenangan dalam lima laga terakhir di luar Camp Nou. Selain Osasuna, Bilbao, ada SD Eibar, Liverpool FC, dan Celta Vigo di akhir 2018/19 yang berhasil menyulitkan mereka. Jika ditarik lebih jauh, main tandang memang telah menjadi momok tersendiri bagi Barca untuk bisa kembali menjuarai Liga Champions.

Usai terakhir juara 2014/15, langkah mereka selalu terhenti akibat takluk di markas lawannya. Pada perempat final 2015/16, kemenangan 2-1 di Camp Nou sirna pasca keok 0-2 di Vicente Calderon, markas Atletico dulu. Semusim setelahnya lawan Juventus FC ada laga tandang lebih dulu yang berakhir 0-3 dan cuma imbang 0-0. Masih di babak yang sama, pada 2017/18 kemenangang 4-1 atas AS Roma dijungkir balik kalah 0-3. Pun musim lalu, di semifinal hasil 3-0 atas Liverpool dibalas 0-4.

Untuk mengantisipasi bahaya tandang yang bisa terjadi di pertandingan fase grup (Grup F) nanti, ada barisan belakang yang menjadi faktor kunci. Lini pertahanan Los Azulgrana dituntut tampil solid jika tak mau gawangnya menjadi bulan-bulanan Dortmund. Pasalnya sejauh ini defense mereka kacau dan sebaliknya serangan lawannya mematikan.

Pertahanan jadi kelemahan Barca sebab meski main kandang ataupun tandang, gawang yang dijaga Marc-Andre Ter Stegen selalu kebobolan atau belum pernah clean sheet. Kuartet bek yang ada di depan sang kiper kerap melakukan kesalahan penting dalam hal operan atau perihal konsentrasi. Kemasukan tujuh gol dari empat laga adalah rapor buruk.

Sejauh ini Valverde terus mengandalkan kuartet bek Nelson Semedo, Clement Lenglet, Gerard Pique, dan Jordi Alba. Kendati begitu, peran gelandang pun tak bisa lepas dari perhatian. Mereka harus bisa membantu pertahanan atau menjadi penyaring serangan lawan sejak awal. Sejauh ini sang pelatih juga telah membongkar pasang komposisi ini.


Baca Juga :
- Aksi Tsunami Democratic Ancam El Clasico
- Misi Lain di Meazza

Selain Sergio Busquets selaku gelandang bertahan yang terus jadi pilihan utama, Valverde telah menurunkan Frenkie De Jong, Arhur Melo, Ivan Rakitic, Arturo Vidal, hingga Sergi Roberto sebagai gelandang. Tapi gawang tim terus dibombardir lawannya. Petakanya, Dortmund adalah tim terproduktif di Bundesliga dengan 13 gol hanya dari empat laga.*** TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA