#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Ini Empat Tuntutan Persib kepada PT LIB dan Panpel Tira Persikabo Terkait Kasus Pelemparan Bus
17 September 2019 14:14 WIB
BANDUNG – Manajemen Persib Bandung PT Persib Bandung Bermartabat (PBB)  melakukan langkah konkret menyikapi tragedi pelemparan bus Persib. Secara resmi pada Senin (16/9) PT PBB mengirimkan surat protes kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

Melalui surat bernomor 06/DIR-PBB/IX/2019 tertanggal 15 September 2019 itu, PT PBB setidaknya menyampaikan empat butir tuntutan yang ditujukan kepada pihak panitia pelaksana (panpel) pertandingan Tira Persikabo dan PT LIB. Persib juga mengharapkan kepada pihak PSSI agar tidak tinggal diam terkait situasi ini.

Regulasi mengenai standar keamanan dan keselamatan tim mesti diperhatikan kembali dan diperbarui guna menciptakan suasana kompetisi yang kondusif.  Untuk memperkuat semua argumen, sejumlah foto dan video juga dilampirkan sebagai bukti dalam surat pernyataan sikap itu.


Baca Juga :
- Timnas U-19 Indonesia Imbang Lawan Tira Persikabo
- PT PBB Terus Upayakan Laga Persib vs Persija Digelar di Bandung

"Tragedi ini harus jadi perhatian dan contoh. Siapa pun yang bertanding harus mendapat pengalawan ketat sampai ke tempat semula,” kata Umuh Muchtar, manajer Persib.

“Maklum untuk tim besar pasti banyak pendukungnya. Untuk Persib saja bisa belasan hingga puluhan ribu bobotoh hadir ke stadion. Antisipasi harus dilakukan pihak panitia pelaksana agar situasi kondusif tercipta di lapangan dan luar lapangan," Umuh menambahkan.

Seperti diketahui, kasus penyerangan bus Persib oleh oknum tidak bertanggung jawab terjadi usai menghadapi Tira Persikabo Sabtu lalu di Stadion Pakansari. Bobotoh masih tersulut emosi. Banyak yang tidak bisa menerima dan berharap ada pembalasan. Sebagian lagi meminta kasus ini diselesaikan lewat jalur hukum.

Sebab, serangan brutal itu mencederai pemain. Bukan pendukung yang selama ini bersinggungan dengan kelompok suporter lainya. Mencederai pemain, selain salah sasaran, juga tindakan pengecut. Bukan lelaki gentle yang berani berbuat, berani bertanggung jawab.

"Orang yang menyerang bus Persib itu tidak bermoral.  Akan selalu mengganggu sepak bola dan menghancurkan persahabatan antara Bandung dan Jakarta. Kejadian ini di luar dugaan. Tidak menghargai kami. Sekaligus suatu penghinaan," Umuh menegaskan.

Apalagi saat kejadian, prestasi Persib di mata suporternya sedang bangkit. Kebiasaan "kehabisan bensin" dalam laga tandang mulai menghilang seiring keberhasilan menahan tuan rumah Tira Persikabo 1-1. Ironisnya, saat euforia meninggi, bobotoh disodori fakta menyakitkan. Dua bintangnya dianiaya oknum tidak bertanggung jawab.

"Ini sebenarnya titik pusat kemarahan bobotoh. Mereka tidak menyangka lemparan batu diarahkan ke bus pemain melukai Febri Hariyadi dan Nazari. Ini menyulut amarah karena ini kejadian bukan yang pertama.,” ujar Ketua Viking Persib Club Heru Joko.

“Tapi tetap kita tidak boleh reaktif apalagi membalas. Biar pengacara kami yang akan mengurus tindakan pidana ini," Heru menambahkan. Sedangkan pelatih Robert Rene Alberts menyesaikan kejadian yang terus berulang. Musim ini saja Persib dua kali mengalami hal serupa. Sebelumnya teror suporter juga terjadi di kandang Arema FC.


Baca Juga :
- Timnas U-19 Beruji Coba lawan Tira Persikabo, Sabtu Pagi
- Latihan Perdana Persib Diikuti "Dua G" dan Sederet Pemain Muda

“Bahkan ada yang lebih serius dan berbahaya daripada ini. Sekarang semua saatnya membuka mata dan bangun, hentikan ini semua," kata Robert seraya mengutuk keras aksi tidak terpuji yang dilakukan oknum massa tidak dikenal tersebut.

Menurutnya penyerangan itu sangat membahayakan jiwa. Terlebih, Nazari harus mendapatkan sembilan jahitan pada pelipis kiri. “Kalian lihat, itu bisa saja mengenai kornea mata dan menyebabkan kebutaan. Belum lagi jika batu besar itu mengenai kepala, akan ada gangguan serius di kepala dan nyawa bisa saja hilang," ujar Robert.*Dani Wihara

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA