#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Suarez Tak Pernah Cetak Gol Tandang di Liga Champions sejak 2015
17 September 2019 14:20 WIB
DORTMUND – Bagi Luis Suarez, laga tandang di Liga Champions seperti melintasi gurun pasir yang tanpa mata air. Penyerang Barcelona tersebut berupaya mencari gol namun belum satu pun berhasil ditemukannya. Total, sudah 1.461 hari bintang asal Uruguay ini tidak mampu menorehkan gol dalam laga tandang Liga Champions.

Tepatnya sejak kali terakhir dia menorehkan gol tandang di ajang ini pada 16 April 2015, di Stadion Olimpico menghadapi AS Roma. Setelah laga yang berakhir 1-1 tersebut, Il Pistorelo tidak pernah mencetak gol dalam laga tandang Liga Champions.

Kini, pemain 32 tahun tersebut akan mencoba mengakhiri rapor buruk tersebut ketika tandang ke Stadion Signal Iduna Park, menghadapi Borussia Dortmund, pada laga pertama penyisihan Grup F Liga Champions 2019/20. Sejak gol pertamanya di Olimpico lawan Roma, berarti pula empat tahun dilalui Suarez tanpa gol tandang di ajang ini atau total 18 pertandingan tandang beruntung Liga Champions.


Baca Juga :
- Diincar Barcelona, Manchester United Siap Perpanjang Kontrak Gelandang Muda Ini
- Guardiola: Manchester City Belum Siap Memenangkan Liga Champions

Fakta tersebut cukup aneh khususnya jika melihat bahwa Suarez merupakan pencetak gol terbanyak kelima dalam sejarah Barcelona. Bahkan, yang ironis, dalam dua musim terakhir, Suarez hanya mampu mencetak dua gol (dan semuanya laga kandang) di Liga Champions.

Pekan lalu, Suarez berhasil menorehkan dua gol ke gawang Valencia dalam ajang La Liga. Dengan gol tersbut, total dia telah menorehkan 179 gol untuk Barcelona dengan 133 di antaranya di La Liga. Ya, jumlah gol tersebut membuatnya mematahkan rekor gol Ladislau Kubala, legenda mesin gol Barcelona 1951-1961 yang mencetak 131 gol di La Liga.

Tapi, di Liga Champions, statistik gol Suarez menjadi terlihat “tidak normal”. Jelang menghadapi Dortmund, Suarez telah bermain dalam 48 pertandingan Liga Champions bersama Barcelona. Meski demikian, dia hanya mampu menorehkan 20 gol.

Jumlah tersebut adalah 7 gol pada 2014/15, 8 pada 2015/16, 3 pada 2016/17 dan masing-masing hanya satu gol pada 2017/18 dan 2018/19. Lalu, mampukah Suarez mengubah rapor tersebut pada musim ini?

Signal Iduna Park (Stadion Westfalen) bisa memberikan “Signal” atau “Sinyal” untuk mengawalinya. Apalagi, Suarez memiliki modal untuk mematahkan rapor buruk tandang di Liga Champions. Dia akan datang di laga ini dalam kondisi yang menyakinkan.

Dua gol yang diciptakannya ke gawang Valencia dalam tempo hanya 30 menit, menjadi tanda positif. Hanya, memang, mantan bintang Liverpool tersebut tampaknya harus memaksimalkan semua kemampuannya.

Dortmund begitu kuat di kandang mereka. Khusus di Liga Champions, dalam fase grup musim lalu, gawang pasukan Lucien Favre ini tidak pernah kemasukan gol. Dalam tiga laga kandang grup 2018/19, Dortmund selalu mampu membaut lawan-lawan mereka yang datang pulang tanpa mencetak gol. Mengalahkan Monaco 3-0, imbang 0-0 lawan Club Brugge, dan menghantam Atletico Madrid 4-0.

Di fase 16 besar, gawang mereka akhirnya kemasukan dan itu pun hanya satu gol ketika Harry Kane (Tottenham Hotspur) mengoyak gawang Die Borussien dalam kemenangan 1-0. Suarez akan menghadapi duet bek tangguh berpengalaman di barisan pertahanan Dortmund: Mats Hummels dan atau Julien Weigl.

Karena itu dibutuhkan peran rekan setimnya seperti Antoine Griezmann untuk membuka ruang di jantung pertahanan raksasa Jerman tersebut. Sebaliknya, pertahanan Barcelona di Iduna Park akan sangat terancam. Tim asuhan Ernesto Valverde datang dengan rapor lini belakang yang mengkhawatirkan.

Setidaknya, dapat dilihat dari hasil yang mereka raih dalam ajang domestik (La Liga). Dalam empat laga sejauh ini, gawang kiper Marc Andre Ter Stegen tidak pernah mengakhiri laga dengan clean sheets. Total, tujuh kemasukan dari empat laga awal La Liga 2019/20 ini.

Dalam tiga laga terakhir contohnya, gawang Barcelona selalu kemasukan dua gol, termasuk saat menang atas Valencia itu. Kondisi ini bisa menjadi celah bagi Dortmund. Peluang emas untuk mesin gol mereka yang tengah haus gol: Paco Alcacer. Apalagi, penyerang asal Spanyol ini memiliki sedikit dendam terhadap mantan klubnya tersebut. Ya, Alcacer sudah bisa mencium peluang tersebut.

“Di Barcelona, ada sejumlah orang yang memperlakukan saya dengan baik, tapi juga ada sebagian yang memperlakukan saya dengan sangat buruk,” kata Alcacer, kemarin, terkait laga menghadapi mantan klubnya ini. Alcacer memang pernah memperkuat Los Azulgrana pada 2016 hingga 2018. Meski demikian, dia tidak pernah benar-benar mendapatkan kepercayaan untuk menjadi starter.

Kini, Alcacer siap untuk membalas perlakuan Barcelona terhadap dirinya. Modalnya pun sudah nyaris sempurna karena sepanjang awal musim ini, penyerang 26 tahun tersebut selalu menorehkan gol dalam semua pertandingan yang dilakoninya, baik dengan Dortmund maupun dengan timnas Spanyol.

Sejak dirinya resmi menjadi bagian dari Dortmund pada musim panas 2018, Alcacer muncul menjadi mesin gol pembunuh. Pada musim pertamanya di Dortmund contohnya, mantan pemain Valencia ini sudah memperkenalkan dirinya sebagai penyerang yang haus gol: 18 gol dari 26 pertandingan.

The Killer Instinct yang dimiliki Alcacer sepertinya dilewatkan begitu saja oleh Barcelona ketika pemain ini ke Dortmund dengan nilai transfer 23 juta euro. Musim ini, Alcacer telah bermain dalam enam pertandingan di semua ajang untuk Dortmund dan dari jumlah tersebut dia menorehkan tujuh gol! Yaitu, lima gol di Bundesliga, dan masing-masing satu gol di Piala Super Jerman dan Piala Jerman.


Baca Juga :
- Update Klasemen La Liga Spanyol, Senin Dini Hari WIB
- Ronaldo Rekomendasi Juventus Beli Pemain Barcelona Ini

Dengan pencapaian tersebut, Alcacer sudah menjadi pemain terbaik terkait rata-rata gol dalam sejarah Dortmund, satu gol setiap 68 menit. Bersama timnas Spanyol, dia menorehkan masing-masing satu gol dalam dua laga terakhir. Yaitu lawan Rumania dan Kepulauan Faroe.

Ya, total telah menorehkan 10 gol hanya dalam delapan pertandingan. Jadi, Signal Iduna Park sudah memberikan sinyal pula kepada Barca terkait sosok Alcacer.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA