#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
FIFA Sidak Manahan, Satpam Bentak dan Cegah Wartawan
18 September 2019 13:31 WIB
SOLO - Stadion Manahan Solo dikunjungi oleh delegasi FIFA yang didampingi langsung oleh Sekjen PSSI, Ratu Tisha pada Selasa (17/9). Kunjungan ini dalam rangka inspeksi stadion atau venue terkait pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 mendatang,

Beberapa poin yang dijelaskan pada delegasi FIFA pada inspeksi kali ini adalah mulai situasi dari Stadion Manahan, area field of play, akses masuk pemain dan ofisial, hingga beragam fasilitas yang ada di stadion termasuk pencahayaan stadion.

Hanya saja memang inspeksi kali ini berlangsung tertutup. Puluhan wartawan tertahan di pintu masuk proyek renovasi stadion karena tidak diperkenankan masuk. Bahkan, Satpam dari pihak PT. Adhi Karya selaku kontraktor renovasi Stadion Manahan, harus terlibat cek-cok dengan wartawan dan menutup pintu tersebut dengan paksa.


Baca Juga :
- Tidak Hanya UEFA, FIFA Siap Jatuhkan Hukuman Langsung untuk Pelaku Rasisme
- Tiket Terakhir Babak 8 Besar Liga 2 Grup Barat, PSMS Paling Berpeluang

Padahal, wartawan mendapatkan kabar tinjauan FIFA tersebut sejak pagi. Namun, ternyata peninjauan stadion Manahan tersebut tertutup. IHSE Manager PT. Adhi Karya Iswawanzaini  pun langsung meminta maaf pada wartawan.

Pihaknya mengatakan, bukan sikap arogansi yang ditampilkan oleh anggotanya dalam hal ini Satpam. “Mereka punya SOP dan mengamankan Aset di sini sesuai perintah Pimpinan,” ucap Iswawanzaini.

“Memang ada perintah media belum diizinkan masuk, karena butuh konsentrasi secara detail pengamatan. Saya selaku perwakilan managemen adikarya mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya.”

Tim Sidak dari FIFA kemarin juga didampingi beberapa pengurus dari Asprov Jawa Tengah dan Askot Solo. Sekretaris Asprov PSSI Jawa Tengah, Purwidiastanto mengatakan ada dua perwakilan FIFA yang datang melihat dari dekat serta mengecek beragam fasilitas di Stadion Manahan.

“Inspeksi dilakukan untuk kepastian Stadion Manahan yang rencananya akan digunakan sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20 2021 mendatang,” kata Purwidiastanto. Dia menambahkan, setelah meninjau Stadion Manahan, berikutnya yang diperhatikan adalah terkait lapangan pendukung untuk latihan tim-tim kontestan.

Di Solo, beberapa lapangan yang disiapkan untuk latihan adalah Stadion Sriwedari dan lapangan Kota Barat. Dua lapangan ini sebelumnya memang langganan menjadi lokasi latihan tim-tim profesional yang akan bertanding di Solo.

Sebagai informasi, Indonesia harus bersaing dengan dua negara lainnya yakni Peru dan Brasil untuk pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Beberapa negara Asia lainnya macam Thailand, Myanmar hingga Uni Emirat Arab, Arab Saudi sudah mengundurkan diri. Penetapan pemenang bidding sendiri akan dilakukan pada pekan ketiga Oktober 2019 mendatang.

Sebelum datang ke Stadion Manahan, delegasi FIFA pada kunjungan pertamanya sudah hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta dan Stadion Pakansari di Bogor pada Senin (16/9) lalu.


Baca Juga :
- Ini Target Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF Futsal 2019
- Timnas U-23 Kembali Berkumpul 21 Oktober

Ada 10 stadion yang diajukan oleh PSSI untuk bidding tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 ini. Selain SUGBK dan Stadion Manahan Solo, delapan stadion lainnya adalah Wibawa Mukti Cikarang, Pakansari Bogor, Patriot Bekasi, Mandala Krida Yogyakarta, Jakabaring Palembang, Si Jalak Harupat Bandung, Gelora Bung Tomo Surabaya, dan Kapten I Wayan Dipta di Gianyar. Terakhir, FIFA akan melakukan tinjauan ke Stadion I Wayan Dipta Bali. Dari sana mereka langsung kembali ke Zurich.*SRI NUGROHO

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA