#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Leverkusen Akan Maksimalkan Peluang Langka
18 September 2019 13:40 WIB
LEVERKUSEN - Turun di Liga Champions mungkin menjadi prestasi tersendiri bagi Bayer Leverkusen. Karenanya, mereka akan bermain habis-habisan saat menjamu Lokomotiv Moscow di BayArena pada pertandingan pertama Grup D, Rabu (18/9) malam.

Inilah pertandingan pertama Leverkusen di kompetisi antarklub tertinggi Eropa tersebut setelah absen selama dua musim. Tidak heran bila kemenangan menjadi target runner-up Liga Champions 2001/02 tersebut pada laga malam nanti.

Die Werkself bisa kembali beraksi di Liga Champions setelah finis di peringkat keempat Bundesliga musim lalu. Mereka juga sempat membuat start meyakinkan di kompetisi itu musim ini dengan meraih tujuh poin dalam tiga laga awal. Die Werkself juga menang 4-1 atas Alemannia Aachen pada putaran pertama Piala Jerman.


Baca Juga :
- Guardiola: Manchester City Belum Siap Memenangkan Liga Champions
- Gelandang Serang Dortmund Ini Jadi Momok Gladbach

Tapi, tren positif Leverkusen terhenti akhir pekan lalu saat mereka kalah telak 0-4 dari Borussia Dortmund pada laga keempat Bundesliga. Kekalahan ini sempat membuat para pemain Die Werkself frustrasi. Ini tergambar dari adu mulut sengit antara duet bek yang juga saudara kembar, Lars dan Sven Bender.

Insiden ini bermula usai Leverkusen kebobolan gol keempat pada pada menit ke-90 dan berlanjut hingga ke ruang ganti. Tapi, keduanya menolak mendramatisasi kejadian itu. “Kami sedikit emosional karena kekalahan itu. Tapi, kami sudah melupakan semuanya,” kata Sven. “Saya dan adik memang sering adu mulut sejak masih kecil,” ucap Lars.

Terlepas dari kekalahan yang sangat telak itu, para pemain Leverkusen tidak bisa dibilang kurang ngotot di lapangan. Die Werkself bahkan tercatat sebagai tim yang paling banyak berlari di Bundesliga musim ini dengan rata-rata menempuh jarak 74 mil (119 km) per pertandingan.

Gelandang serang Kai Havertz juga tercatat sebagai pemain yang paling banyak berlari, 332 kali dalam waktu 360 menit. Pemain 29 tahun ini juga pencetak gol terbanyak Leverkusen dengan dua gol dalam lima pertandingan di seluruh kompetisi, setara dengan striker Kevin Volland dan winger Leon Bailey.

Selain itu, hanya ada dua pemain lagi yang telah menyumbangkan gol buat Leverkusen musim ini yaitu Charles Aranguiz dan Karim Bellarabi, masing-masing satu gol. Kini, para pemain itu jadi tumpuan harapan Die Werkself untuk memecah kebuntuan setelah gagal mencetak gol dalam dua laga terakhir.


Baca Juga :
- Gagal Menang Dua Kali Beruntun, Situasi Die Bayern Panas Lagi
- Dortmund Jalankan Misi Sieg-Befehl von Favre

Sebelum kalah 0-4 dari Dortmund, mereka ditahan 0-0 oleh TSG Hoffenheim. Dengan rekor tak terkalahkan dalam 11 dari 12 laga kandang terakhir di kancah Eropa, Leverkusen layak optimistis menyambut kedatangan Lokomotiv.

Melawan Lokomotiv, pelatih Leverkusen asal Belanda, Peter Bosz kemungkinan akan memainkan skema 4-3-3. Lukas Hradecky sebagai kiper. Empat bek (dari kanan) ada Lars Bender, Jonathan Tah, Sven Bender, dan Wendell. Demirbay, Julian Baumgartlinger, dan Aranguiz sebagai gelandang serang. Sedangkan trio Bellarabi, Volland, dan Havertz dimainkan sebagai penyerang.*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA