#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Benzema, Hanya Satu Gol dari 10 Laga lawan PSG
18 September 2019 14:45 WIB
PARIS – Karim Benzema kembali ke negeri kelahirannya, Prancis. Karim, demikian rekan setimnya di Real Madrid memanggil penyerang 31 tahun ini. Nama yang juga kerap diteriakkan Zinedine Zidane dari pinggir lapangan dalam setiap pertandingan. Di Madrid, dia mendapatkan tempat yang sangat baik, termasuk oleh Presiden Los Merengues, Florentino Perez.

Pendukung Los Merengues seringkali mengkritik namun pada akhirnya mereka akan selalu menyukai pemain yang nama belakangnya bertuliskan “Benzema”. Di Prancis, baik itu di Paris, Marseille, atau Lyon yang merupakan kota kelahirannya, Benzema nyaris dilupakan. Semua itu karena keputusan pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, yang tidak pernah memanggilnya masuk dalam skuat Les Bleus dalam setiap laga internasional.

Isu rasialisme hingga kasus keterlibatan pemerasan video asusila, menjadi kisah yang selalu muncul setiap kali nama Benzema tidak pernah ada dalam skuat Prancis. Ya, tidak ada jawaban pasti penyebab dari keputusan Deschamps yang tidak lagi memanggil pemain ini. Meski demikian, bagi Madrid, sulit menerima alasan apapun mengapa Prancis meragukan sosok yang produktivitas golnya di Liga (Piala) Champions ada di posisi keempat, hanya kurang 11 gol dari Raul Gonzalez.


Baca Juga :
- El Clasico Tanpa Marcelo, Buruk Buat Madrid
- Klub Besar yang Memburu Pochettino

Rabu (18/9) atau Kamis dini hari WIB, Benzema berpeluang memperlihatkan kepada publik sepak bola Prancis kemampuannya sebagai pemain dengan karakter 9. Apalagi, laga pertama Madrid dalam penyisihan Grup A Liga Champions 2019/20 ini menjadi momentum bagi Benzema untuk mengakhiri kutukannya setiap kali menghadapi Paris Saint Germain (PSG). Dalam 10 laga lawan Les Parisiens, Benzema hanya mampu menorehkan satu gol ke gawang PSG dan itu terjadi justru pada pertandingan pertama menghadapi klub asal Paris ini.

Tepatnya pada Juli 2006 silam ketika dia masih memperkuat Lyon. Kini, 13 tahun atau sembilan laga selanjutnya setelah gol tersebut, Benzema tidak pernah lagi menorehkan gol setiap menghadapi PSG. Kini, Benzema datang ke Stadion Parc Des Princes dengan kondisi yang siap tempur. Kontribusinya untuk Madrid sepanjang awal musim ini tidak diragukan. Total, dalam empat laga La Liga 2019/20 yang telah berjalan, Benzema telah mengoleksi empat gol.

Faktor Benzema pula yang membuat Madrid kini tetap memiliki mesin gol yang dapat diandalkan setelah kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus pada awal musim lalu. Dan, jika Deschamps tidak menyukai Benzema, Zidane justru menjadikan Benzema sebagai bagian yang sangat penting bagi Madrid.  Sejak Zidane kembali sebagai pelatih Madrid, Benzema telah menorehkan 12 gol dari 13 pertandingan plus ditambah dengan empat assist.

Dengan demikian, Benzema terlibat langsung dalam terciptanya 16 gol Madrid atau 64 persen dari total gol Madrid di era kepelatihan kedua Zidane (Madrid total mencetak 25 gol). Musim ini, Benzema telah menorehkan gol dalam tiga laga. Bahkan, selain gol, dia memberikan assist untuk gol yang diciptakan Lucas Vazquez ketika menghadapi Celta Vigo. Peningkatan produktivitas Benzema dapat dilihat dengan membandingkan dengan musim lalu.

Dia hanya mempu mencetak dua gol dalam empat pertandingan awal. Dan, tentu, dua gol ke gawang Levante, pekan lalu menjadi pesan bahwa musim ini dia bisa lebih produktif lagi. “Bagi saya, laga lawan Levante merupakan penampilan terbaik Benzema,” kata Zidane, ketika mengomentari kemenangan dalam laga pekan lalu itu. Menurut Zidane, Benzema adalah tipikal penyerang yang mampu berkerja sama dengan rekan setimnya dalam mencetak dan menciptakan peluang menorehkan gol.

Dia penyerang yang memiliki karakter 10 meski di punggungnya jelas mengenakan nomor 9. “Itu hanyalah sekadar nomor,” kata Benzema terkait gaya bermainnya. Dengan dua gol ke gawang Levante, Benzema kini ada di posisi ke-19 dalam daftar pencetak gol sepanjang masa Madrid di ajang La Liga, bersanding dengan Julio Salinas (152 gol). Atau hanya kurang empat gol dari torehan legenda Los Merengues, Ferenc Puskas (156 gol) dan 12 gol dari Hugo Sanchez yang mencetak 164 gol bagi Madrid.

Rekor PSG

Tentu, bukan hanya Benzema yang mengancam gawang PSG. Eden Hazard, Gareth Bale, atau Luka Jovic, serta Vinicius Junior ancaman terbesar dari pertahanan pasukan Thomas Tuchel. Deretan pemain berkarakter menyerang inilah yang bakal dihadapi Thiago Silva dan kawan-kawan dalam laga nanti. Ya, PSG justru mengawali perjalanan mereka dalam merengkuh trofi Liga Champions menghadapi tim yang memiliki potensi mencetak gol.

Laga ini, idealnya momentum bagi PSG untuk memperlihatkan deretan mesin gol mereka pula. Neymar, Kylian Mbappe, Edinson Cavani, dan penyerang yang baru bergabung dari FC Internazionale, Mauro Icardi. Namun, Tuchel tampaknya hanya bisa mengandalkan Icardi plus penyerang lainnya yaitu Choupa Moting. Neymar absen karena sanksi yang didapatnya pada musim lalu sedangkan Mbappe belum pulih dari cedera. Kondisi Cavani semakin baik tapi kemungkinannya belum siap 100 persen.

Tentu saja ini situasi yang tidak ideal bagi tim yang memang sudah begitu lama menantikan gelar Liga Champions. Sejak 2011 yang ditandai dengan pergantian kepemilikian, PSG memang kerap sukses meraih gelar domestik (Ligue 1). Tapi, mereka begitu sulit untuk merengkuh trofi Liga Champions. Dalam tiga musim terakhir, langkah mereka bahkan hanya sampai 16 besar.


Baca Juga :
- Winger Muda Ini Bisa Menyamai Ribery
- Man. United Harus Waspadai Rekor Mourinho Ini

Karena itulah, ini kesempatan terbaik Icardi untuk memperlihatkan kemampuannya di hadapan pendukung PSG di Stadion Parc Des Princes. Rapornya di ajang Liga Champions justru mengesankan. Tepatnya musim lalu ketika masih di FC Internazionale, yang merupakan debut Icardi di ajang bergengsi antarklub Eropa ini. Total, Icardi tampil dalam enam pertandingan dan dia mencetak empat gol.

Bahkan, ketika itu, setiap kali Icardi menorehkan gol, Inter tidak mengalami kekalahan. Icardi mencetaknya dalam fase penyisihan grup. Yaitu satu gol dalam kemenangan 2-1 atas Tottenham Hotspur, satu gol dalam kemenagan tandang lawan PSV Eindhoven, 2-1, satu gol saat imbang 1-1 lawan Barcelona, dan satu gol lainnya dalam laga imbang lawan PSV, 1-1. Kini, Icardi membidik gol pertamanya untuk PSG saat lawan Madrid.*

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA