#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Navas Siap Meredam Madrid
18 September 2019 14:20 WIB
PARIS – Karim Benzema, Gareth Bale, atau Lucas Vazquez akan mengarahkan matanya ke sudut terjauh ketika mereka dalam posisi di tengah lapangan sebelum kick-off. Pikiran mereka hanya satu: gawang Paris Saint Germain (PSG). Ke sanalah bola akan mereka bawa untuk mengoyak gawang Les Parisiens. Namun, ada satu sosok yang tampaknya membuat mereka merasakan keanehan, dan sosok itu adalah kiper Keylor Navas.

  Ya, ketika pemain Madrid sudah berada di tengah lapangan Stadion Parc Des Princes, mereka tentu sudah memahami situasi yang akan terjadi. Mereka akan menghadapi seorang sahabat, teman yang sangat dekat, yang pernah menjadi bagian di kamar ganti. Seseorang yang justru sangat penting dalam sukses Los Merengues dalam meraih gelar di Liga Champions. Bersama Navas, mereka (Madrid) meraih gelar Liga Champions dalam tiga musim beruntun: 2016-2018.


Baca Juga :
- Empat Bintang PSG Ini Paling Dibebani soal Gelar Liga Champions
- Manchester United dan PSG di Barisan Depan Berburu Pochettino

Itu sebuah pencapaian yang luar biasa dan fenomenal. Baru musim lalu Navas masih bersama mereka dan kini kiper asal Costa Rika tersebut sudah menjadi lawan yang harus mereka hadapi. Bagi pemain Madrid dan kebanyakan pendukung Los Merengues, kepergian penjaga gawang 32 tahun ini sangat aneh. Apalagi, ketika musim lalu berakhir, pelatih Zinedine Zidane menegaskan bahwa tidak ada persoalan di bawah mistar. Namun, kenyataannya justru berbeda.

Navas pergi dan banyak pendukung Madrid yang menyayangkan keputusan manajemen. Kini, Rabu (18/9), masih di tengah ketidakmengertian mengapa Navas pergi, Madrid akan mengetahui apakah keputusan mereka melepaskan Navas bakal memberikan efek buruk dalam laga ini. Ya, Navas kini seperti dua hal yang akan muncul bagi Madrid: Malaikat atau Setan, Angel or Devil bagi Madrid. Dalam 90 menit atau lebih laga ini, Navas akan memperlihatkan sosoknya saat ini bagi Madrid.

“Pengalaman dan karier saya di Madrid sangat indah. Namun, kini, saya hanya berkonsentrasi bagi PSG. Saya mencoba membangun lagi karier di klub ini dan saya sangat senang menghadapi pertandingan ini,” kata Navas, tersenyum, jelang pertandingan ini. Menurutnya, dia siap untuk memberikan yang terbaik bagi timnya, menahan setiap gempuran atau tembakan para pemain bintang Madrid.

Selama kariernya di Madrid sejak 2014 lalu, Navas menjadi sahabat bagi rekan-rekannya yang akan menjadi lawannya nanti. “Dia sosok yang sangat baik dan bersahabat. Dia kiper hebat dan seorang pemimpin di kamar ganti,” kata penyerang Madrid, Benzema, saat Madrid melepas Navas. Posisi Navas di Madrid kini diberikan kepada kiper baru Los Merengues, Thibaut Courtois, kiper timnas Belgia yang bergabung dari Chelsea.

Benzema pun sudah mengenal Navas, khususnya kemampuan kiper ini. Ada momen ketika Benzema pernah menghadapi Navas, ketika sang kiper belum bergabung ke Madrid. Tentu saja, laga Benzema menghadapi Navas hanya dua pertandingan tepatnya ketika Navas masih di Levante pada 2013/14. Ada dua laga ketika Madrid menghadapi Navas saat lawan Levante yang berakhir dengan kemenangan Los Merengues. Ketika itu, Madrid menang 3-2 dan 3-0. Meski demikian, gol Madrid ketika itu bukan dicetak Benzema. Bahkan sebaliknya, ada dua peluang emas Benzema yang berhasil dimentahkan Navas.

Navas resmi bergabung dengan Les Parisiens pada hari penutupan transfer Eropa, Senin (2/9). Dia mendapatkan kontrak hingga 2023 di PSG dengan nilai transfer 15 juta euro. Sebagai gantinya, PSG bersedia meminjamkan Alphonse Areola ke Madrid sebagai pelengkap pembelian Navas. Rencana kepergian Navas dari Los Merengues sudah berembus sejak tahun lalu. Tepatnya, ketika Thibaut Courtois tiba di Santiago Bernabeu dan sukses mengambil alih kiper utama El Real.

Semula penjaga gawang internasional Kosta Rika itu memang diplot sebagai pelapis Iker Casillas pada Juli 2014. Namun, Casillas memutuskan hengkang dan Madrid gagal mendapatkan David De Gea. Masa emas Navas di Madrid tak berlangsung lama seiring kedatangan Courtois. Ia lebih banyak menghuni bangku cadangan dan hanya berstatus pelapis Courtois yang diplot sebagai kiper utama di tim Ibu Kota Spanyol itu.


Baca Juga :
- Utang Setan Merah Kian Menumpuk
- MU Ditolak, Madrid dan Barcelona Bidik Pemain yang Sama Milik Inter

Kini, pemain kelahiran Perez Zeledon itu berpeluang menambah koleksi gelar bersama Les Parisiens yang dihuni sederet pemain bintang seperti Neymar, Edinson Cavani, dan Mauro Icardi. Tapi, tentu, dia harus lebih dulu meredam para pencetak gol Madrid dalam laga ini.***

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA