#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Pencak Silat Pakai Teknologi VAR di POMNAS 2019
18 September 2019 14:29 WIB
JAKARTA - Bukti pencak silat tak mau ketinggalan zaman. Olahraga tradisional Indonesia ini memperkenalkan video assistant referee atau VAR pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XVI 2019 di Jakarta.

Ini kali pertama sepanjang sejarah sejak POMNas digelar tahun 1990 di Yogyakarta menggunakan VAR. Penggunaan VAR diharap membantu wasit dalam proses penilaian skor tiap pertandingan. Lewat tayangan audio visual yang ada, wasit dan juri bisa lebih jeli dalam memberikan penilaian.

"Pertama tentu supaya objektif dalam penilaian. Kedepan para atlet juga diharap terbiasa menggunakan VAR. Sekaligus persiapan menuju goes Olimpiade dimana semua pertandingan pencak silat nasional menggunakan VAR," kata Hendro Wardoyo ketua pelaksana cabang olahraga pencak silat POMNAS.


Baca Juga :
- Dari Tradisi ke Prestasi, Astrabi Gelar Kejuaraan Silat Betawi
- Pencak Silat Masuk ke Dalam Gim Bela Diri Terkenal di Dunia

Diakui ongkos yang harus dikeluarkan untuk penggunaan VAR sangat mahal. Karena itu, pemanfaatan VAR hanya digunakan pada pertandingan semifinal dan final. POMNas yang akan digelar di Padepokan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis hingga Senin (19-23 September 2019).

"Kelemahan VAR yakni memakan waktu. Jika banyak peserta yang protes bisa dibayangkan berapa waktu yang dibutuhkan. Sementara satu babak bersih dua menit dan setiap pertandingan tiga babak," jelas Hendro.

Antusiasme peserta POMNas kali ini menurut Hendro sangat tinggi. Total ada 238 peserta dari 31 Provinsi yang akan bertanding. Hanya dua daerah yang absen, yakni Papua Barat dan Sulawesi Barat.

Sementara itu, menurut H. Iskandar, panitia bidang pertandingan ada 17 nomor yang dipertandingkan. Rinciannya 13 nomor kategori tanding dan 4 kategori seni/jurus tunggal putra dan putri, beregu putra dan putri.  Kamis-Jumat (19-20/9) para pesilat bertarung pada pertandingan penyisihan sistem gugur. Perolehan medali baru akan diperebutkan pada Sabtu, Minggu dan Senin (21-23/9). 

"Alhamdulillah pertemuan teknis cabor pencak silat berjalan lancar. Peserta mengikuti arahan sesuai dengan buku panduan POMNas 2019. Undian pertandingan per kelas menggunakan by system IT. Hasil undian sudah ada dan sudah kami distribusikan ke peserta," ujar Iskandar. 


Baca Juga :
- Indonesia Perjuangkan Pencak Silat di SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020
- Indonesia Dituduh Curang di Pencak Silat, Begini Reaksi Ketua Kontingen

DKI Jakarta tercatat peserta paling full team bersama Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ketiga kontingen mengikuti 17 nomor pertandingan dengan 21 atlet putra dan 9 putri.*Suryansyah

 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA