#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Simeone Sempat Membuat Lodi Takut
30 November -1 00:00 WIB
“LODI, latihan itu seperti pertandingan. Kamu harus fokus dari menit pertama hingga akhir!” pelatih Diego Simeone berteriak , memecahkan keheningan di salah satu sesi latihan terbuka Atletico Madrid. Peringatan itu dilontarkannya ke pemain anyar, Renan Lodi yang belum tahu apa-apa, dan melanjutkan pekerjaannya dalam diam.

Kesan pertama itu sempat membuat Lodi kecut hati dan takut terhadap Simeone, seperti yang diakui sang pemain. Teguran tersebut boleh jadi menjadi salah satu penyebabnya. Namun yang jelas itu bukanlah teriakan pertama yang diterimanya, dan juga bukan yang terakhir. Bek sayap asal Brasil ini baru saja memulai lembaran di Atletico, yang mengontraknya hingga 30 Juni 2025.

“Awalnya, Simeone membuatku takut. Tapi itu (sifat keras) adalah karakternya. Sangat baik bagi saya untuk belajar mendengarkannya dan tahu apa yang dia inginkan. Setelah dua bulan berlalu (sejak direkrut dari Atletico Paranaense di musim panas lalu), saya lebih tenang jika dia berteriak,” kata Lodi mengakui di wawancara Cerro del Espino.


Baca Juga :
- Pekerjaan Rumah Costa-Morata
- Atletico Segera Memperbarui Kontrak Thomas

Menariknya, sejatinya Lodi sudah diperingatkan lebih dulu oleh pendahulunya Filipe Luis. Bek sayap asal Brasil yang posisinya digantikan olehnya itu sudah mewanti-wanti bahwa dalam beberapa hari pertama, El Cholo –julukan Simeone– akan tampak marah. Luis pun menenangkan, menyebut sejatinya Simeone adalah orang yang sabar.

Tapi Lodi tetaplah Lodi, pemain muda dengan jiwa remajanya, yang terlihat dari penampilannya. Bek 21 tahun ini berusaha menutupi rambut keriting khas Brasil lewat potongan pendek, dan dengan jerawat di samping hidungnya. Namun keceriaan terus terpancar darinya yang mengenakan pakaian simpel saat wawancara; pakaian olahraga hitam.

Bek berkaki kidal itu adalah salah satu pemain anyar di La Liga yang langsung bisa tampil impresif. Sejak awal berlabuh di Atletico, ia memang sudah menunjukkan adaptasi kilat. Namun siapa sangka bahwa penjaga sisi kiri pertahanan Los Rojiblancos –julukan Atletico– yang solid ini dulunya adalah seorang penyerang.

“Saya dulu pemain depan dan seorang pelatih Paranaense mengubah saya ke sisi samping pertahanan saat saya masih usia 13 tahun. Awalnya saya tak suka posisi itu,” katanya. Tapi bisa jadi karena itu ia jadi fullback yang stabil bertahan dan menyerang. “Banyak orang bilang begitu, tapi saya harus terus tumbuh dan semua butuh waktu”.

Bantuan Lain

Adaptasi kilat yang dilakukan Lodi pun bukan tanpa bantuan orang lain. Sang pemain mengakui bahwa ada dukungan besar yang diberikan Diego Costa, sehingga membuatnya lancar di fase awal kedatangan dan merasa dihargai. “Awalnya dia keras ke saya, tapi ia orang yang baik. Costa terus memotivasi, mengarahkan saya,” katanya.

Selain itu ada pula kedekatan dengan orang-orang tercinta. Di Madrid, ia tinggal dengan ditemani kekasihnya. Pun ada dorongan dari kakek dan neneknya yang punya hubungan spesial. “Ibu meninggalkan saya dan hubungan dengan ayah tak baik. Kakek-nenek lah yang membesarkan saya dan terus membantu sejak awal di Paranaense,” ucap Lodi.* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

ANGKA


Baca Juga :
- Griezmann Belum Bisa Beradaptasi
- Dua Sisi Joao Felix

222

Sejauh ini Lodi telah melakoni 222 menit main di tiga laga La Liga bersama Atletico dan dari situ menghasilkan satu assist.

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA