#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Menang Besar, Ajax Dikritik karena Dinilai Remehkan Lille
19 September 2019 07:35 WIB
AMSTERDAM - AFC Ajax membuat srat meyakinkan di Liga Champions musim ini dengan mengalahkan OSC Lille 3-0 pada laga pertama Grup H di Johan Cruijff Arena, Selasa (17/9). Hasil ini mengangkat De Godenzonen ke puncak klasemen dengan tiga poin, unggul selisih gol atas tim peringkat kedua, Valencia CF, yang menang 1-0 di kandang Chelsea FC.

Kemenangan Ajax atas Lille memang telah banyak diprediksi sebelumnya. Bek kiri Nicolas Tagliafico berperan besar dengan menyumbangkan satu gol dan satu assist. Kontribusi ini menempatkan pemain asal Argentina itu di peringkat ketiga top scorer Ajax dalam laga kandang di Liga Champions.

Catatan Tagliafico menyamai gelandang bertahan Lasse Schone yang telah hijrah ke Genoa CF di bursa transfer musim panas lalu. Hanya dua penyerang legendaris Ajax, Jari Litmanen dan Zlatan Ibrahimovic, yang menyumbangkan lebih banyak gol kandang di Liga Champions, masing-masing dengan sembilan dan lima gol.


Baca Juga :
- Gol ke Gawang Olympiacos Memiliki Arti bagi Lewandowski
- Update Klasemen Liga Champions, Kamis Dini Hari WIB, Banyak Tim Sudah Lolos

Menariknya, Tagliafico tidak terpilih sebagai Man of the Match. Penghargaan tersebut diberikan kepada kiper Andre Onana yang melakukan sedikitnya tiga penyelamatan krusial. Satu di antaranya dibuat dalam situasi satu lawan satu dengan striker Lille, Victor Osimhen. “Saya hanya melakukan tugas saya. Saya berlatih keras untuk ini,” ujar kiper 23 tahun asal Kamerun itu.

Keunggulan Ajax atas Lille pun mendapatkan pengakuan dari media-media Prancis. Harian olahraga terkemuka, L’Equipe, bahkan menulis judul headlineL’Ajax Fatale” (Ajax yang Mematikan). Koran itu bahkan menyebutkan situasinya bisa lebih buruk buat Les Dogues meski klub Ligue 1 itu juga menunjukkan beberapa aksi menjanjikan.

Ironisnya, Ajax malah mendapatkan beberapa kritikan dari pelatih Erik Ten Hag. Pelatih 49 tahun ini mengatakan De Godenzonen seharusnya meraih hasil yang lebih baik kalau saja para pemain berpegang erat pada instruksi yang telah dia berikan sebelum mereka turun ke lapangan.

“Kami seharusnya lebih terorganisasi. Lille bermain sangat ofensif dan itu memberi kami banyak ruang untuk melakukan serangan balik,” ujar Ten Hag. “Dalam situasi seperti itu para pemain harus bergerak cepat menuju gawang lawan, tapi terkadang kami terlalu terburu-buru. Padahal, sebelumnya sudah saya ingatkan bahwa mungkin kami harus sesekali memperlambat tempo agar tidak mudah kehilangan bola.”

Kritikan juga dilontarkan oleh winger Hakim Ziyech. Menurutnya, keberhasilan Ajax melaju dari babak kualifikasi hingga menembus semifinal Liga Champions musim lalu membuat para pemain jadi lebih percaya diri. Tapi, sikap itu juga membuat mereka terkesan jemawa dalam beberapa kesempatan.

“Kami melakukan apa yang harus kami lakukan. Tapi, terkadang kami melakukannya secara berlebihan dan kami juga terlalu banyak bermain sirkus,” ujar Ziyech merujuk pada sejumlah trik yang dilakukan beberapa pemain Ajax seperti gerakan The Roulette ala Zinedine Zidane yang dilakukan debutan Sergino Dest dan operan tumit yang dibuat Lisandro Martinez.

Meski begitu, Ten Hag mengaku puas dengan performa Ajax secara keseluruhan. “Saya melihat banyak hal yang bagus dari permainan kami. Serangan yang kami lakukan dan peluang yang diciptakan, semuanya berkualitas. Gol kedua yang dicetak Edson Alvarez adalah hasil dari desain yang apik,” ujar Ten Hag.

Kemenangan Ajax atas Lille memperpanjang catatan positif Ten Hag di kompetisi Eropa (Liga Europa dan Liga Champions). Dari total 29 pertandingan yang dilakoninya sebagai pelatih di kancah tersebut, termasuk babak kualifikasi, mantan bek tengah itu hanya menelan tiga kekalahan. Jadi, dia menorehkan rekor tidak terkalahkan 89,7 persen.*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

AJAX 3-0 LILLE
Stadion: Johan Cruijff ArenA
Penonton: 51.441

AJAX 4-3-3
Pelatih:
Erik Ten Hag

24 Onana

28 Dest
3 Veltman
17 Blind
31 Tagliafico

4 Alvarez
11 Promes
21 Martinez/26 Ekkelenkamp (88)           

22 Ziyech/27 Lang (77)
10 Tadic
7 Neres/9 Huntelaar (83)

LILLE 4-4-2
Pelatih:
Christophe Galtier

16 Maignan

17 Celik
6 Jose Fonte  
4 Gabriel
29 Bradaric

18 Renato Sanches/11 Araujo (63)
21 Andre
24 Soumare/8 Xeka (77)
14 Bamba

10 Ikone/12 Yazici (63)
7 Osimhen

Gol: 1-0 (Quincy Promes, 18), 2-0 (Edson Alvarez, 50), 3-0 (Nicolas Tagliafico, 62)
Wasit: Srdjan Jovanovic

Kartu kuning: Onana, Renato Sanches
Kartu merah:
Tendangan ke gawang: 7-5
Tendangan melebar: 2-9
Tendangan pojok: 4-5
Offside: 2-4
Pelanggaran: 9-13
Penguasaan bola: 56-44


Baca Juga :
- Update Hasil Pertandingan Liga Champions, Kamis Dini Hari WIB
- Skuat Ancelotti Memberontak

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA