#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Sardegna Arena Sangat Angker
20 September 2019 15:08 WIB
GENOA– Genoa CFC selalu bermimpi buruk ketika melakoni partai tandang. Dari 10 lawatan terakhir, tak sekali pun mereka menang (6 seri dan 4 imbang). Jumat (20/9) atau Sabtu dini hari WIB, mereka kembali mengusung misi memutus tren negatif itu.

Masalahnya Sardegna Arena, markas Cagliari Calcio, merupakan tempat yang angker bagi Il Grifone. Dalam satu dekade terakhir, Genoa hanya menang dua kali: 1-0 pada 14 November 2010 dan 3-2 pada 15 Oktober 2017. Selebihnya mereka kalah dan satu kali imbang 1-1 pada 9 Nomvember 2014.

Untuk mengikis rekor negatif tersebut, pelatih Genoa Aurelio Andreazzoli menggembleng anak buahnya dengan berbagai menu latihan. Dalam sesi pagi kemarin, para pemain mesti menjalani penguatan stamina, pemantapan taktik, sinkronisasi dan penguasaan bola.


Baca Juga :
- Operasi Giroud Mengambang
- Rencana Penjualan Roma Bocor

“Kami selalu berusaha untuk menang, membangun mentalitas yang membuat kami ingin selalu meraup tiga poin. Saya yakin jalannya sudah tepat. Bahaya yang kami hadapi lawan Cagliari masih sama,” ujar Andreazzoli.

Pelatih mengisyaratkan tak keberatan ganti strategi dalam situasi tertentu. “Saya yakin kalau Lasse Schone dan Ivan Radovanovic merupakan pelengkap. Ketika diperlukan, kami siap mengubah modul dan bertahan dengan empat pemain. Kami akan melatih lebih banyak sistem lagi,” katanya.

Sepertinya Genoa akan turun dengan formasi 3-4-1-2. Schone masih dipercaya karena tim membutuhkan visi permainan dan umpan-umpan panjang darinya, selain keahlian pada saat bola mati. Dia berada di bagian tengah dalam, didampingi Paolo Ghiglione, Lukas Lerager dan Antonio Barreca.

Di barisan terdepan ada Christian Kouame dan Andrea Pinamonti. Pemain pertama diminati banyak klub selama musim panas ini, tak terkecuali Cagliari. Sementara itu, Gli Isolani terus terbenam di kandangnya sendiri dalam empat laga terakhir. Kondisi ini mesti diperbaiki dengan bantuan tifosi.

“Genoa merupakan sebuah tim dengan potensi optimal. Saya ingin tim bermain melewati batas kemampuan agar kami yakin. Genoa cukup baik, seperti yang telah ditunjukkan dari hasil hingga sekarang. Klub mereka juga ingin mengambil jalan berbeda dengan pembaruan ambisius. Oleh karena itu, kami harus senantiasa menjaga tekanan selalu tinggi dan siap bermain dalam laga tipe ini,” tecnico Rolando Maran menjelaskan.

Radja Nainggolan sepertinya disimpan di bangku cadangan sebab hingga kemarin masih menjalani latihan untuk pemulihan. Segitiga serangan diserahkan kepada Joao Pedro, Giovanni Simeone. Sedangkan Marko Rog, Luca Cigarini dan Nahitan Nandze melindungi mereka sekaligus membukakan jalur menuju gawang.*

 

Cagliari (4-3-1-2):

90 Olsen; 12 Cacciatore, 23 Ceppitelli, 19 Pisacane, 33 Pellegrini; 18 Nandez, 8 Cigarini, 6 Rog; 29 Castro; 10 Joao Pedro, 99 Simeone;

Pelatih : Rolando Maran

Cadangan : 1 Rafael, 15 Klavan, 22 Lykogiannis, 21  Ionita, 27  Deiola, 14  Birsa, 26  Ragatzu

 

Genoa (3-4-1-2):

97 Radu; 14 Biraschi, 2 Zapata, 4 Criscito; 18 Ghiglione, 20 Schone, 8 Lerager, 3 Barreca; 91 Saponara; 11 Kouame, 99 Pinamonti

Pelatih : Aurelio Andreazzoli


Baca Juga :
- Gelandang Raksasa Ini Dibidik Napoli
- Selama di Bergamo, Gasperini Sering Beruntung lawan Juve

Cadangan : 93 Jandrei, 17 Romero, 13 El Yamiq, 21 Radovanovic, 19  Pandev, 30  Favilli, 9  Sanabria

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA