#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Milan Belajar dari Slavia
20 September 2019 14:24 WIB
MILAN – Langit dan bumi jelang Derbi Milan. FC Internazionale dianggap lebih unggul dibanding AC Milan dari semua aspek, awal musim ini. Perbedaan tiga poin dan enam tangga di klasemen Seri A membuktikan hal tersebut. Namun, dalam duel rival bebuyutan, statistik tak ada arti. I Rossoneri tahu betul bahwa peluang menang selalu terbuka.

Keyakinan tifosi Milan kian tinggi setelah melihat Inter dibuat kewalahan oleh SK Slavia Praha di Liga Champions. Tim asal Republik Ceko tersebut mampu memanfaatkan senjata yang tepat: permainan agresif, pressing, dan ide serangan yang jelas. Ini bisa jadi acuan buat menang di San Siro. Masalahnya, mampukah pasukan Marco Giampaolo melakukan hal serupa?

Slavia bisa begitu efektif karena sudah menjadi tim yang kompak. Mereka telah melalui lebih dari 10 pertandingan kompetitif musim ini untuk memahami filosofi pelatih. Sebaliknya Milan masih kebingungan mengikuti taktik Giampaolo. Awalnya ada keinginan memakai pola 4-3-1-2, tapi karena tak punya materi memadai terpaksa kembali ke 4-3-3.


Baca Juga :
- Kebobolan di Injury Time, AC Milan Dipaksa Lecce Main Imbang
- Era Pioli pun Dimulai

Kemampuan taktik Giampaolo sudah teruji, namun memimpin tim dalam Derbi Milan untuk kali pertama tentu tidak mudah. Selain menemukan formula tepat, dia juga harus bisa memotivasi pasukan agar bisa tampil maksimal. Dalam hal ini, dibutuhkan para pemain yang siap mengerahkan segalanya, tak cuma mengandalkan teknik dan skill.

Belajar dari Slavia, Giampaolo menginginkan permainan penuh energi dan sulit ditebak. Mungkin dengan mengandalkan Ante Rebic di sisi kiri. Penyerang asal Kroasia itu dikenal kuat dalam bertarung, juga dibekali stamina untuk terus mengganggu pertahanan. Jika diberi kebebasan, dia akan jadi ancaman besar buat I Nerazzurri, terutama lewat tusukan-tusukan berani.

Kekuatan lini tengah patut juga diperhitungkan. Mengingat deretan gelandang Inter belum terlalu menyatu karena banyak pemain baru (Stefano Sensi, Nicolo Barella), Milan harus ambil inisiatif menguasai area ini. Slavia berhasil memaksa tim Antonio Conte bermain bola-bola panjang karena tak dapat ruang, I Rossoneri bisa melakukan hal serupa.


Baca Juga :
- Misi Kembali ke Jalur Scudetto
- Atalanta Mencari Kado Ulang Tahun

Lucas Paqueta bisa jadi pilihan dengan kombinasi fisik dan teknik sempurna. Dia memang belum panas di awal musim, tapi gelandang asal Brasil ini bisa memberikan kontribusi penting bila main di posisi yang tepat. Kemudian ada Hakan Calhanoglu, playmaker yang bisa memainkan banyak peran di lini tengah. Bukan tanpa alasan dia jadi sosok yang paling sering merumput buat Milan sepanjang 2019 (27 kali).

Untuk merusak permainan lawan, perlu bantuan Franck Kessie di antara Paqueta-Calhanoglu. Jaminan otot dan energi sangat penting bila ingin unggul dalam laga derbi. Sisanya, tinggal mengandalkan insiting predator Krzysztof Piatek. Dia sudah kembali ke zona gol lewat penalti ke gawang Hellas Verona FC, pekan lalu. Sekarang The Robocop siap membidik target selanjutnya.* Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA