#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Pekan-pekan Akhir Penyisihan Grup Liga 2 Rawan Main Mata, Ini Antisipasi PT LIB
20 September 2019 15:01 WIB
JAKARTA - Bukan Liga Indonesia namanya jika dalam perjalanan kompetisi tidak ada penundaan. Putaran babak pendahuluan Liga 2 2019 Wilayah Timur ternyata tidak semulus Wilayah Barat, yang hampir tak ada penundaan pertandingan.

Wilayah Timur baru memainkan 15 pertandingan. Meski begitu ada pula tim yang baru tampil 14 laga layaknya PSIM Yogyakarta, Persatu Tuban, dan Persewar Waropen. Terlebih pekan ke-15 antara PSIM kontra Persatu yang dijadwalkan bertanding di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta Kamis (19/9) sore, namun harus ditunda.

Alasan penundaan itu karena tidak dapat izin keamanan pihak kepolisian, sebabnya laga tersebut berbarengan dengan pertandingan pekan ke-19 Liga 1 2019 antara PSS Sleman menjamu Persipura Jayapura di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Polda DIY bersepakat hanya ada satu pertandingan pada satu wilayah.


Baca Juga :
- Permain dan Ofisial Persiraja Diarak dan Disambut Hangat Warga Aceh
- Penantian Panjang Persita Tangerang dan Persik Kediri Akhirnya Tertuntaskan

Bukan hanya itu, laga Persewar melawan Persatu yang seharunya dimainkan 10 September 2019 lalu, di Stadion Cendrawsih, juga ditunda dengan alasan situasi di Papua yang masih belum kondusif. Perhelatan Liga 2 2019 harus sudah berakhir November mendatang. Melihat situasi tersebut, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi terus mengupayakan agar tetap selesai tepat pada waktunya.

"Yang pertama memang ada perbedaan kuota tim di Wilayah Barat dan Timur. Di Barat 12 sedangkan di Timur 11. Jadi setiap pekan ada yang tidak main. Kami tetap mengupayakan ini selesai seperti yang kami jadwalkan, untuk tim yang mengalami penundaan konsekuensinya nanti pertandingan mereka akan mepet dengan pertandingan tunda itu," kata Direktur LIB, Dirk Soplanit.

Lebih dari itu, babak pendahuluan sudah hampir usai dan siap memasuki babak 8 besar. Selisih poin di Wilayah Barat dan Timur tak jauh berbeda, persaingan pun masih ketat. Bisa dibilang situasi ini rawan terjadi "permainan" tim yang ingin membantu tim lain lolos ke pertandingan selanjutnya

Berkaca pada Liga 2 musim lalu, ada beberapa kejadian pengaturan skor atau usaha suap kepada tim lain agar diberikan kemenangan. Nampaknya sitauasi ini sudah dipahami LIB. Dirk mengatakan bahwa timnya akan terus memantau pertandingan yang bersifat krusial dan ia juga akan meminta bantuan kepada PSSI.


Baca Juga :
- Sriwijaya FC Belajar dari Dua Kekalahan melawan Persita Tangerang
- Laga Persik vs Persiraja bagaikan Final Kepagian

"Artinya ‘permainan’ ini kan umumnya selama ini kami tahu kuncinya ada di wasit oleh sebab itu salah satu antisipasi yang kami lakukan adalah kami meminta bantuan kepada federasi (PSSI) soal penugasan wasit," Dirk mengungkapkan.

Kami sementara waktu ingin berkomunikasi dengan PSSI karena wasit-wasit ini kan ditetapkan oleh PSSI, kami hanya memfasilitasi, kami juga mengarahkan kepada PSSI supaya diseleksi wasit-wasit yang lebih mumpuni. Kami mengharapkan seperti itu sebagai operator, jadi jangan sampai imbasnya kepada kami nanti," Dirk menambahkan.*Sumargo Pangestu

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA