#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Timnas U-16 Tak Boleh Lengah Saat hadapi Brunei, Malam Ini
20 September 2019 12:05 WIB
JAKARTA - Meskipun Brunei Darussalam bukan tim yang dianggap kuat di Grup G Pra Piala Asia (PPA) U-16, pelatih timnas Indonesia Bima Sakti tak ingin pasukannya lengah lagi. Seperti yang terjadi saat menghadapi Kepulauan Mariana Utara, Bima sempat dibuat marah oleh para pemainnya.

Bagaimana tidak, hanya lewat satu-satunya serangan yang bisa diciptakan Mariana di babak pertama, justru langsung berbuah gol. Persoalan konsentrasi menjadi fokus pembenahan Bima. Sebab situasi serupa juga sempat terjadi saat melawan Filipina di laga perdana, namun bedanya tidak ada gol yang bersarang di gawang Made Putra Kaicen.

Hal ini jelas menjadi sesuatu yang tidak boleh terjadi jika lawan yang dihadapi berada satu level. “Saya ingin semua pemain kembali fokus dan lupakan dua kemenangan besar sebelumnya. Kami belum memastikan apa-apa sejauh ini,” kata Bima.


Baca Juga :
- Jadwal Pertandingan Sepak Bola SEA Games 2019, Timnas U-22 Indonesia Grup B
- Piala AFF Futsal 2019, Vietnam Vs Indonesia Berakhir Imbang

Dalam sesi latihan pada Kamis (19/9) pagi, Bima juga mengevaluasi permainan terutama saat melakukan transisi menyerang ke bertahan. Hal itu dilakukan agar para pemain lebih disiplin dan tidak kecolongan gol yang seharusnya bisa diantisipasi. “Kami akan adakan sesi evaluasi video melihat bersama bagaimana kronologis terjadinya gol (lawan Mariana) supaya mereka bisa selalu ingat dan tidak mengulanginya saat pertandingan berikutnya,” kata Bima.

Seperti yang kerap dilakukan Bima saat mengikuti kejuaraan, rotasi juga seperti menjadi sebuah keharusan. Saat menghadapi Mariana, Bima mengganti empat pemain yang turun sebagai starter pada laga melawan Filipina. Penyegaran memang harus selalu dilakukan Bima di tengah waktu recovery yang hanya satu hari.

Namun, Bima mengatakan rotasi dilakukan tidak serta-merta untuk menyiapkan tim yang lebih bugar saat menghadapi laga menentukan melawan Cina, Minggu (22/9) nanti.

“Saya tuntut pemain harus maksimal di setiap pertandingan. Fokus satu pertandingan ke pertandingan lainnya  Dan sekarang persiapan kami untuk melawan Brunei. Ini juga pertandingan penting selain melawan Cina nanti,” kata Bima.

Mantan asisten pelatih timnas senior Indonesia itu juga mengakui beberapa pemainnya masih mengalami sindrom gugup. Itu terlihat ketika mereka kerap kali salah dalam mengontrol bola maupun dribel. Jika berhasil mencetak banyak gol ke gawang Brunei, Bima juga meminta pasukannya untuk tidak melakukan selebrasi berlebihan.

“Saya bilang ke pemain tidak usah banyak selebrasi. Waktu adalah kesempatan untuk kita karena ini (selebrasi) membuang waktu. Ini berlaku untuk semua pertandingan,” ucap Bima.

Sementara itu pelatih Brunei Darussalam Mohammad Ikhmarol Izzat, terus memupuk motivasi para pemainnya. Ia sadar akan potensi membahayakan dari para pemain Indonesia. Untungnya, jelang menghadapi tuan rumah, Brunei diuntungkan waktu recovery yang lebih baik ketimbang Indonesia.


Baca Juga :
- Komentar Pelatih Timnas Futsal Indonesia Usai Menang Atas Malaysia
- Timnas Futsal Indonesia Libas Malaysia 3-2

Brunei terakhir tampil saat menang atas Mariana dengan skor 5-1 pada Senin (16/9) lalu. Artinya ada waktu sekitar tiga hari mempersiapkan kondisi fisik dan taktikal melawan Indonesia. Sementara, pada laga perdananya, Brunei dicukur Cina 0-7, Sabtu (14/9) lalu. Meski begitu, potensi Brunei untuk merepotkan Indonesia cukup besar dalam laga ini.

“Para pemain harus percaya diri. Sekecil apapun peluang harus kami manfaatkan,” kata Izzat. “Tim kami akan terus bersaing karena kami sudah mempersiapkannya lama. Indonesia tim kuat seperti yang lain dan saya berharap para pemain bisa menampilkan yang terbaik.”***FURQON AL FAUZI

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA