#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Leicester Penasaran Selalu Kalah di Tiga Duel Terakhir melawan Spurs
20 September 2019 15:35 WIB
LEICESTER - Leicester City FC masih penasaran dengan kekalahan yang mereka alami dalam tiga pertemuan terakhir dengan Tottenham Hotspur di level Liga Primer. The Foxes menyerah dari tuan rumah The Lilywhites masing-masing 1-3 dan 4-5 pada 10 Februari lalu dan 13 Mei 2018. Di antara kedua laga itu, Leicester juga kehilangan tiga poin setelah takluk dari Spurs, 0-2, yang bertandang ke Stadion King Power pada 8 Desember 2018.

Sejak ditangani Mauricio Pochettino pada 2014/15, Tottenham telah menjelma menjadi salah satu kekuatan besar di Liga Primer. Terbukti, mereka selalu lolos ke Liga Champions dalam empat musim terakhir.

The Foxes menelan kekalahan pertamanya musim ini saat ditekuk Manchester United, 0-1, pada pekan kelima Liga Primer di Old Trafford, akhir pekan lalu. Hasil ini sangat tidak ideal bagi The Foxes yang akan menjamu tim setangguh Spurs di Stadion King Power, Sabtu (21/9) besok.


Baca Juga :
- Van Dijk Miliki Koneksi Khusus dengan Klopp
- Inilah Rahasia Mengapa Bek Sayap Liverpool Mematikan

Tapi, bek kanan Ricardo Pereira justru memandang semua itu sebagai motivasi bagi Leicester untuk menghadapi Spurs. “Penting untuk melihat seberapa besar kekuatan kami dan bersaing dengan tim-tim terbaik di Liga Primer. Tottenham salah satu di antaranya. Jika kami ingin finis di posisi yang bagus pada akhir musim, kami harus meraih poin dalam laga-laga seperti ini,” ujar mantan pemain FC Porto tersebut.

Salah satu cara untuk merebut poin dari Tottenham adalah meredam barisan penyerang mereka yang sangat eksplosif. Dan, membatasi ruang gerak Son Heung Min bisa jadi kunci bagi Leicester. Maklum, winger asal Korea Selatan ancaman terbesar di lini depan Spurs selain striker Harry Kane.

Heung Min telah membukukan dua gol dan satu assist dalam hanya tiga pertandingan di Liga Primer musim ini. Dia bahkan lebih banyak menyentuh bola di kotak penalti lawan daripada Kane yang sudah tampil dalam lima pertandingan. Heung Min juga mencatatkan rata-rata 4,5 tembakan per laga, tertinggi kelima di Liga Primer musim ini. Hanya striker Arsenal FC, Alexandre Lacazette, yang melepaskan lebih banyak tembakan ke gawang setiap 90 menit (3,1) daripada Heung Min (2,4).  

Setelah hanya finis di peringkat kesembilan Liga Primer musim lalu, Leicester membuat start cukup menjanjikan musim ini. The Foxes meraup delapan poin dari empat laga pertama musim ini. Mereka juga mengalahkan Newcastle United lewat adu penalti pada putaran kedua Piala Liga Inggris, 28 Agustus lalu.

Tapi, tren positif Leicester dihentikan MU di Old Trafford akhir pekan lalu melalui gol penalti Marcus Rashford pada menit kedelapan. Kekalahan ini berpotensi mengganggu kepercayaan diri para pemain The Foxes, tapi pelatih Brendan Rodgers menegaskan siap membawa tim asuhannya bangkit lawan Tottenham.


Baca Juga :
- Legenda Arsenal Ini Tegaskan Pemecatan Emery Bukan Solusi Tepat
- Winger Muda Man. United Ini Menantang Para Bek Liga Primer

“Itu tugas saya sebagai pelatih,” kata Rodgers. “Kami tidak terbuai oleh tren positif sebelumnya dan performa kami terus meningkat. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tapi tim ini berisi para pemain yang jujur. Ada pemain muda dan pemain senior yang istimewa di sini. Kami akan introspeksi dan saya akan membuat mereka siap untuk bangkit akhir pekan ini.”*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA