#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Bagaimana Xiong Jing Nan Mengubah Stress Menjadi Sumber Kekuatan
20 September 2019 15:31 WIB
TOKYO - “The Panda” Xiong Jing Nan akan menghadapi laga terbesar dalam kariernya di Tokyo, Jepang, pada 13 Oktober dalam perhelatan terbesar abad ini bertajuk ONE: CENTURY PART I.

Di laga puncak, Jing Nan akan menantang “Unstoppable” Angela Lee dalam perebutan sabuk Juara Dunia ONE Women’s Atomweight, yang saat ini disandang bintang muda asal Singapura ini. Semua mata akan tertuju pada pergelaran bersejarah ini.

Tidak ada satu partai tanding ulang dalam sejarah dunia seni bela diri campuran yang lebih besar dari ini. “The Panda” tak ingin melepaskan begitu saja peluang untuk mencatatkan sejarah sebagai atlet dengan dua sabuk juara di panggung global. 


Baca Juga :
- Bangkit Melawan Stigma, Priscilla Hertati Berharap Menginspirasi Generasi Muda
- 12 Tim Esports Terbaik Siap Bersaing di ONE Esports Dota 2 World Pro Invitational

Juara Dunia ONE Women’s Strawweight ini sadar akan tekanan yang ada dan mencoba untuk mengubah itu menjadi sumber kekuatan dalam upayanya mencetak sejarah. 

“Saya sangat stress dan kadang banyak pikiran. Saya tidak ingin mengecewakan orang-orang yang mencintai dan mendukung saya,” tutur Jing Nan. 

“Ada banyak sekali tekanan. Yang terpenting adalah saya bisa menggunakannya sebagai motivasi untuk menang.”

Meskipun atlet berusia 30 tahun ini terlihat tenang dan mencoba santai ketika ia memasuki Circle ONE pada malam bersejarah itu, ia mengakui hal berbeda terjadi ketika ia sedang berlatih. 

Atlet asal Shandong ini terkadang meragukan kemampuan sendiri, namun ia memiliki cara efektif untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. 

“Salah satu kebiasaan positif yang saya miliki adalah dengan mengubah pikiran-pikiran ini menjadi sebuah dorongan,” jelasnya. 


Baca Juga :
- Bawa Nama Indonesia, Paul Lumihi Siap Menggebrak di Manila
- Gelaran ONE Championship di Jepang Cetak Rekor 85 Juta Penonton 

Perwakilan Bali MMA ini juga kerap mengatasi keraguan serta kegelisahan dalam diri lewat hal-hal yang menenteramkan. 

“Membaca buku dapat mengatasi tekanan. Juga, menumpahkan segala pikiran negatif dalam sebuah kertas bisa membuatnya hilang,” ungkapnya.*

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA