#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Derbi AC Milan Vs Inter Memasuki Era Baru
21 September 2019 12:11 WIB
MILAN – Akhir pekan yang panas di Stadion San Siro, Sabtu (21/9) atau Minggu dini hari WIB. Rival bebuyutan AC Milan dan FC Internazionale bakal bertarung memperebutkan poin dan gengsi. Menarik, karena kedua tim saat ini sedang berusaha kembali bangkit jadi kekuatan Seri A, menyaingi Juventus FC.

Milan telah melakukan investasi besar pada musim panas demi prestasi lebih baik. Enam pemain anyar berlabuh dengan total hampir 100 juta euro, sementara Marco Giampaolo dipercaya meramu skuat jadi kompetitif. Namun, dalam tiga pertandingan pembuka di liga domestik, permainan tim masih belum stabil: dua kemenangan dan sekali kalah.

Bagi Giampaolo, ini adalah Derbi Milan perdana dalam kariernya.  Tapi bukan berarti pelatih 52 tahun itu tak punya pengalaman. Dia tahu tuntutan tifosi dalam laga antarrival, siap menghadapi segala tekanan. Semasa menangani UC Sampdoria, Giampaolo sudah memimpin enam derbi melawan Genoa FC. Rapornya cemerlang: empat kemenangan tanpa sekalipun kalah.


Baca Juga :
- Kebobolan di Injury Time, AC Milan Dipaksa Lecce Main Imbang
- Era Pioli pun Dimulai

Tapi San Siro tak sama dengan Marassi. Bukan cuma kapasitas stadion yang lebih besar, tapi juga ekspektasi. Oleh karena itu, Giampaolo menyusun tim secermat mungkin demi misi tiga poin. Dia mempelajari semua laga yang sudah dilalui musim ini, kemudian berdialog dengan para staf untuk menemukan solusi. Rutinitasnya dalam sepekan terakhir adalah latihan dari pagi sampai malam di Milanello, kemudian mengeliminasi semua kekurangan yang tampak.

Masih terlalu dini bagi Giampaolo untuk memaksakan pola 4-3-1-2 andalannya buat Milan, jadi 4-3-3 tetap jadi pilihan aman.Tak banyak perubahan dalam starter, mungkin hanya Andrea Conti di sisi kanan untuk permainan lebih ofensif, juga Ante Rebic sebagai perusak di kiri. Winger asal Kroasia itu diharapkan bisa menghidupkan serangan Milan yang muram sejak awal musim.

Kemudian perhatian bakal tertuju kepada Krzysztof Piatek. Setelah mencetak gol penalti ke gawang Hellas Verona FC, pekan lalu, striker Polandia itu diyakini akan kembali subur. Tidak perlu mengingat kesulitan yang sudah lewat, yang penting menatap ke depan. Milan butuh pahlawan untuk kemenangan derbi perdana di Seri A sejak 2016, dan Il Pistolero diharap bisa memberi jawaban.

Di sisi lain, Inter punya pencapaian lebih baik dibanding rival sekota. Pasukan Antonio Conte menyapu semua laga dengan kemenangan dan saat ini kokoh sebagai capolista. Namun, atmosfir dalam beberapa hari terakhir sangat menyesakkan. Ya, setelah nyaris tumbang oleh SK Slavia Praha di Liga Champions, optimisme yang menaungi skuat I Nerazzurri sedikit memudar.

Pasca jeda internasional, performa Inter memang menurun, jauh dari filosofi Conte. Tak ada intensitas dan karakter seperti yang diperlihatkan pada dua laga perdana musim ini. Organisasi permainan tampak berantakan, kekuatan fisik juga berkurang. Sikap ini tentu akan sangat merugikan bila masih terlihat saat melakoni derbi.

Tapi Conte adalah pelatih berpengalaman, tahu apa yang harus dilakukan untuk mengangkat moril tim. Selain itu, dia juga paham cara menghadapi laga penting macam derbi. Dulu, semasa melatih Juve, pria 50 tahun itu memenangkan semua pertarungan melawan Torino FC (4). Sedangkan rapor versus Milan juga mengagumkan: enam kali menang dan tiga seri sejak jadi pelatih.

Conte ingin semua pemainnya mengubur pengalaman buruk versus Slavia dan kembali bersemangat. Satu sosok yang paling diharapkan bangkit adalah Romelu Lukaku. Masalah punggung yang mengganggunya sepekan terakhir mulai pulih, mesin gol internasional Belgia itu siap memperlihatkan aksi terbaik. Bagaimanapun, dia adalah simbol yang dipilih untuk menggantikan Mauro Icardi, harus bisa melebihi kehebatan sang eks kapten dalam Derbi Milan.*** Dari berbagai sumber


Baca Juga :
- Strategi Conte untuk Temukan Irama Terbaik
- Misi Kembali ke Jalur Scudetto

MILAN (4-3-3)
99 Donnarumma; 12 Conti, 22 Musacchio, 13 Romagnoli, 68 Rodriguez; 79 Kessie, 20 Biglia, 10 Calhanoglu;
8 Suso, 9 Piatek, 18 Rebic;
Cadangan: 25 Reina, 43 Duarte, 19 Hernandez, 4 Bennacer, 39 Paqueta, 5 Bonaventura, 17 Leao
Pelatih: Marco Giampaolo

INTER (3-4-2-1)
1 Handanovic; 2 Godin, 6 De Vrij, 37 Skriniar; 87 Candreva, 23 Barella, 77 Brozovic, 18 Asamoah; 16 Politano, 12 Sensi; 9 Lukaku;
Cadangan: 27 Padelli, 13 Ranocchia, 33 D’Ambrosio, 5 Gagliardini, 8 Vecino, 7 Sanchez, 10 Martinez
Pelatih: Antonio Conte

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA