#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ini Inisiatif Juventus Melawan Ultras
23 September 2019 12:22 WIB
TURIN - Beberapa waktu lalu, kepolisian memberi peringatan terkait potensi bentrok antar tifosi  dalam laga Juventus FC-Hellas Verona, di Allianz Stadium, Sabtu (21/9). Untuk menekan bahaya, akhirnya I Bianconeri selaku tuan rumah berinisiatif menempatkan para lansia dan anak-anak yang ditemani orang tuanya di Curva Sud, yang biasa ditempati suporter garis keras.

Tentu saja tak ada spanduk-spanduk provokatif, yang terlihat hanya kibasan syal dan yel-yel dukungan. Jumlah steward dan petugas keamanan yang disiagakan di pintu C lebih banyak dari biasanya. Setelah 12 kepala ultras ditangkap dalam operasi Last Banner, kemarin ada 50 orang lagi yang diidentifikasi oleh agen Digos.

Sementara itu, anggota grup berdemonstrasi dengan duduk di luar stadium dan meneriakkan hinaan kepada klub. Mereka yang bisa masuk hanya duduk diam tanpa membawa spanduk.


Baca Juga :
- Juve Tak Tertandingi
- Hasil Liga Europa Matchday Kedua, Jumat Dini Hari WIB

Namun, protes mereka tak digubris I Bianconeri . Muak jadi korban pemerasan pendukung radikal itu, klub melakukan tindakan tegas. Menurut laporan Corriere della Sera, patron Andrea Agnelli telah bersaksi tentang ulah agresif ultras yang kian menakutkan. Klub sering dirugikan oleh tindakan mereka.

“Pada 2018, kami melihat situasi berubah dan kami telah berkolaborasi sekian lama dengan polisi. Lalu kami memutuskan untuk melaporkan kasus ini. Kami melakukan ini untuk meninggalkan bukti tertulis bahwa kami sudah berusaha memerangi situasi ini, jejak kertas tidak ada hingga 2016. Saya sadar bahwa kelompok ultras, dengan serangkaian perilaku yang mengancam bahkan dengan kekerasan, dapat memeras dan merusak klub,” katanya.

Seandainya tuntutan suporter itu bersifat sepele, Juve dipaksa untuk memenuhi. Klub sering membayar denda puluhan ribu euro karena nyanyian berbau rasisme atau pertikaian mereka di dalam stadion.

Pendapat senada diutarakan Presiden SS Lazio Claudio Lotito. Selama ini, suporter I Biancocelesti terkenal sebagai salah satu yang loyal sekaligus paling beringas di seantero Italia. Derby della Capitale merupakan salah satu pertandingan yang mendapat perhatian sangat besar dari kepolisian setelah banyak korban berjatuhan dari gesekan antar suporter.

Lotito tak takut kehilangan dukungan dari para pelaku kriminal berkedok penggemar itu. Dia mengampanyekan perang terhadap ultras.  “Saya segera merasa bahwa ada seseorang yang menggunakan sepak bola untuk tujuan lain dan dengan senang hati saya berkata, “Bawakan saya sebuah kartu identitas, tidak mungkin tertulis tifoso di kolom profesi. Suporter bukan pekerjaan yang menghasikan uang,” dia mengungkapkan.


Baca Juga :
- Ini Alasan Marchisio Pensiun
- Ciro Immobile Tergerak Taklukkan Rekor Ini di Liga Europa

Pengusaha itu menjelaskan bahwa dukungan itu berhubungan dengan gairah. Siapapun yang cinta terhadap sesuatu pasti menghormati aturan.

“Pelanggaran selalu menjadi pertempuran pribadi saya. Itu sifat saya, bagian dari DNA, karena pendidikan yang saya miliki. Ketika melihat seseorang mengintimidasi orang lain yang lebih lemah, saya akan melawan dengan segala cara hukum yang ada,” ucap Lotito.* Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA