#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Barca Mengkhawatirkan, Catat Start Terburuk dalam 25 Tahun Terakhir
23 September 2019 13:10 WIB
GRANADA – Kejutan besar terjadi pada jornada kelima LaLiga 2019/20. Juara bertahan FC Barcelona menyerah 0-2 saat bertandang ke salah satu tim promosi, Granada CF, Sabtu (21/9) atau Minggu dini hari WIB. Penampilan inferior ditambah semangat luar biasa lawannya membuat Los Azulgrana –julukan Barca– berada di versi terburuk.

Barca terhempas dari papan atas klasemen akibat langkah tak maksimal di awal musim ini. Kekalahan kemarin adalah yang kedua sejak pekan pembuka (lawan Athletic Bilbao), ada satu seri (CA Osasuna), dan dua kali menang (Real Betis dan Valencia CF). Mereka cuma meraih tujuh dari 15 poin yang tersedia, sekaligus menjadi start terparah dalam 25 tahun terakhir.

Untuk menemui rasio penyerapan poin Los Azulgrana yang hanya 46,6 persen, maka harus kembali ke 1994/95. Tim yang kala itu dilatih Johan Cruyff tersebut juga mengawali La Liga dengan buruk. Hasilnya pun identik yakni tujuh poin: dua menang, satu imbang, dua kalah (poin penuh diraih di kandang, serta seri dan keok saat bermain tandang).


Baca Juga :
- La Albiceleste Kian Padu Tanpa Bintang
- Investasi Besar Atletico Belum Sepadan

Di masa lalu yang menjadi lawannya adalah Sporting Gijon, Racing Santander, RCD Espanyol, SD Compostela, dan Real Zaragoza. Kala itu tim asal Katalan ini mengisi posisi sembilan (dari 15 peserta). Soal rapor gol, di 2019/20 mencetak 14 dan kemasukan sembilan, sedang sebelumnya delapan gol dan lima kebobolan; di 1994/95 finis posisi empat.

“Ini (lawan Granada) adalah kekalahan yang mengkhawatirkan, itu menyakitkan. Tertinggal sejak menit-menit awal membuat semua menjadi lebih sulit bagi kami. Tim punya penguasaan bola, tapi tak ada kekuatan untuk menyelesaikan permainan dengan baik. Kami masih di bulan September dan ada banyak hal di depan,” kata striker Barca, Luis Suarez.

Tim asuhan Ernesto Valverde ini memang harus tertinggal gol cepat dari Ramon Azeez. Roberto Soldado merebut bola kontrol tak sempurna Junior Firpo dan diberikan ke Antonio Puertas yang melepas umpan silang (sempat membentur Gerard Pique). Gol kedua tercipta di babak kedua dari Alvaro Vadillo lewat penalti: handball Arturo Vidal (dikonfirmasi VAR).

Kekalahan di Stadion Los Cermanes semakin menegaskan adanya masalah besar di laga tandang. Kemenangan tandang terakhir yang diraih adalah di jornada ke-34 La Liga musim lalu, 2-0 atas Deportivo Alaves, 23 April 2019. Selebihnya (di kompetisi resmi) ada empat kekalahan dan tiga hasil seri. Di tempat netral, mereka pun keok pada final Piala Raja.

 “Saya khawatir karena kami tak menuai hasil yang baik di luar kandang. Saat itu terjadi di empat laga, maka itu merupakan gejala yang tak baik. Kami tak bermain bagus di luar rumah. Dominasi tak diselesaikan dengan baik. Tapi kami selalu bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Kami akan berusahan meningkat menjadi lebih baik,” kata Valverde.


Baca Juga :
- LaLiga Seret Gol
- Krisis Melanda Tim Juara Piala Dunia

Fakta terkait buruknya Los Azulgrana kini adalah penyerang anyar tim, Antoine Griezmann, yang tak berperan maksimal. Ia yang bermain penuh menghadapai Granada tak sekalipun melepas tembakan tepat sasaran. Penampilan buruk serupa bahkan telah terjadi padanya di empat laga tandang beruntun Barca, meski di kandang punya dua gol dan dua assist.

Sementara itu, sang megabintang Lionel Messi pun tidak dapat menyelamatkan timnya seperti yang terjadi di musim-musim sebelumnya. Pasca comeback dari cedera di 31 menit terakhir lawan Borussia Dortmund, pekan lalu, Valverde menurunkannya sejak awal babak kedua. Di 45 menit ia melepas dua tembakan yang salah satunya on target.*** TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA