#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Atlet Lari Gawang Ini Ingin Kalahkan Senior
22 September 2019 19:30 WIB
JAKARTA – Ken Ayuthaya, meraih medali emas di nomor 100 meter Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVI/2019 Jakarta. Berlaga di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (22/9), mahasiswi Universitas Moestopo itu tak bisa dibendung lawan-lawannya.

Ken finis terdepan dengan catatan waktu 14,39 detik. Unggul atas pelari Lampung, Ariantika Nabella, yang menempati posisi atau berhak atas perak usai membukukan 14,90 detik. Perunggu jatuh ke tangan pelari DKI lain, Septiana Claudia, yang menorehkan catatan 15,69 detik.

Usai pertandingan, Ken yang juga menghuni pemusatan latihan nasional (pelatnas), menyebut POMNAS sebagai ajang kompetitif terakhirnya, tahun ini. Pasalnya, ia tak diturunkan dalam SEA Games XXX/2019 Filipina. Ken akan fokus mengasah kemampuan untuk bertarung pada 2020.


Baca Juga :
- Mau Balik ke Italia, Cavani Tawarkan Diri ke Juventus, Kendalanya Usia
- Messi Minta Datangkan Bek Kanan Munchen Ini untuk Perkuat Posisi yang Dianggap Rawan

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua menjadi bidikan Ken, tahun depan. Meski disadarinya, akan ada banyak lawan berat dalam pesta olahraga empat tahunan itu seperti Emilia Nova. Namun, keberadaan sang senior justru lebih memotivasi dirinya untuk tampil lebih cepat di sana. 

“Untuk SEA Games 2019, saya kan tidak tampil karena di (nomor) 100 meter gawang masih ada Kak Emil (sapaan karib Emilia). Begitu juga di PON 2020, lawannya nanti Kak Emil lagi. Tapi, saya ingin mengalahkannya di Papua,” ujar Ken usai pertandingan di Stadion Madya, kemarin.

Ken mengatakan kesiapannya tampil di POMNAS sebab sudah mengikuti banyak kejuaraan sebelumnya. Yang terakhir, ia mendapat emas dalam sebuah kejuaraan di Belitung. Agustus lalu, Ken juga turun dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik di GOR Pakansari, Cibinong, Jawa Barat.

Sekadar informasi, saat ini, Ken sudah dipastikan berlaga di PON Papua. Ini karena catatan waktunya sudah menembus limit 14,50 detik. Namun, torehan tersebut tak dipastikan Ken di POMNAS, melainkan di Jawa Timur (Jatim) Terbuka yang diselenggarakan beberapa bulan lalu.

“Hasil yang didapat dalam POMNAS kali ini cukup bagus namun saya ingin terus mempertajam catatan wktu. Untuk 2020, ada beberapa kejuaraan internasional yang akan saya ikuti. Jadi, saya harus menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” pelari asal DKI Jakarta itu menambahkan. 

Tak hanya dari 100 meter lari gawang putri, DKI Jakarta juga menyabet emas dari nomor lontar martil putri. Nur Laily Azizah tampil dominan di Stadion Madya dengan lemparan sejauh 45,57 meter. Sufa Pramoedyastri asal Sumatera Utara (Sumut) yang ada di posisi kedua, membukukan 36,29 meter.

Sedangkan medali perunggu diraih Wahyu Nur Aini asal Jawa Tengah (Jateng) dengan 33,44 meter. Manajer tim atletik DKI Jakarta, Dedi Kusdinar, mengapresiasi apa yang ditorehkan atlet-atlet ibu kota, sejauh ini. Ia pun yakin, target delapan emas yang mereka canangkan, bakal terwujud.

“Tapi, yang perlu dicatat adalah bahwa target medali dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi DKI Jakarta dan KONI (DKI Jakarta), lebih dari delapan emas. Baik PASI DKI maupun KONI DKI ingin POMNAS menjadi gambaran (kekuatan) PON 2020,” Dedi mengungkapkan.

Dominasi Jatim


Baca Juga :
- Tegar! Kovalev Tak Gentar dan Yakin Bisa Tahan meski Canelo Punya Senjata Mematikan
- Tajir! Main Instagram, Ronaldo Dapat Rp 690 Miliar dari Iklan, Ini Tarif Tiap Postingan

Adapun nomor lari gawang putra didominasi oleh Jawa Timur (Jatim). Medali emas jatuh ke tangan Ghanes Bagus Pandega yang mencatatkan waktu 14,51 detik, kemarin. Sedangkan perak atau podium kedua diraih Haris Halim dengan 15,04 detik.

Perunggu disabet Fauma Dapril dari DKI Jakarta dengan 15,76 detik. “Bisa mendapatkan emas di POMNAS tentu saja menggembirakan. Ini tentu memacu saya untuk dapat berprestasi lebih baik lagi,” kata Ghanes, 21 tahun.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA