#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
​​​​​​​Zidane Kesulitan Menemukan Taktik
30 November -1 00:00 WIB
MADRID – Masa depan Zinedine Zidane sebagai pelatih Real Madrid kini menjadi tanda tanya besar. Serangkaian hasil buruk di LaLiga dan laga pembuka Liga Champions dianggap sebagai pemicunya. Namun bukan hanya itu yang membuat banyak kalangan mulai meragukan kemampuan pelatih berkepala plontos tersebut, salah satunya adalah strategi.

Mulai pramusim hingga enam lima pertandingan awal musim yang dilakoni, Zidane belum juga menemukan skema andalan di timnya. Badai cedera yang menyerang skuat Los Merengues –julukan Madrid– memang dianggap sebagai salah satu penyebab pelatih bersapaan Zizou belum menemukan pakemnya. Namun, dia dianggap juga tidak mampu memaksimalkan sumber daya dari pemain baru yang didatangkan Madrid musim panas ini.

Sejauh ini taktik yang diusung pelatih asal Prancis itu tak berjalan sempurna. Faktanya siapapun pemain yang diturunkannya selalu mandek. Dari lima laga yang dilakoni (sebelum lawan Sevilla), tim terus mengandalkan pola favorit 4-3-3 kecuali lawan Villarreal CF.


Baca Juga :
- Banyak Pemain Muda Los Blancos Dipanggil Timnas
- Lyon Butuh Pelatih Ternama

Hasilnya, meski menghadapi Celta Vigo mendapatkan kemenangan, taktik yang diusung tersebut selalu memiliki kelemahan yakni menyisakan banyak ruang antar lini. Yang paling terlihat jelas adalah antara baris pertahanan dengan sektor tengah. Para gelandang berada jauh dari kuartet bek, terutama ketika Carlos Casemiro tidak bermain.

Gelandang bertahan asal Brasil itu memang sosok vital dalam menghubungkan sekaligus membantu pertahanan tim. Tapi kala menghadapi Paris Saint Germain (PSG), ia pun terlihat kewalahan menghadapi para gelandang dan penyerang ternama tim asal Prancis itu. Toni Kroos sempat sedikit turun membantunya, namun tak berperan baik.

Melawan Villarreal, Los Merengues tampil dengan 4-4-2, mendepak Luka Modric dari lini tengah dan menjadikan Gareth Bale-Lucas Vazquez sebagai winger. Hasil akhir laga memang hanya seri 2-2, tapi tim bisa tampil lebih solid bertahan dan menyerang. Zizou –julukan Zidane– tentu bisa mengusung taktik ini jadi alternatif demi nasibnya.

Pilihan formasi lain yang bisa dijadikan solusi adalah 3-5-2 seraya yang pernah “dipanaskan” pada pramusim. Taktik ini dipakai lawan RB Salzburg dan AS Roma yang hasilnya menang dan seri. Di laga pertama tim bahkan bisa menghentikan kebocoran gol kemasukan. Dan pada praktiknya, terutama menyerang, bisa berubah jadi 3-4-3.

Yang pasti, akibat belum mantapnya strategi tim berujung pada rentetan hasil mengecewakan. Dua kemenangan dan dua seri di LaLiga serta satu kekalahan di Liga Champions membuat kursi yang diduduki Zidane memanas. Bahkan sehari setelah dihajar Paris Saint Germain (PSG), sudah muncul nama-nama kandidat yang bakal menggantikanya. 

                       

Mourinho Favorit

Dari hasil survei yang dilakukan Marca pasca mencuatnya kabar tersebut, niat fan sudah jelas. Para penggemar rupanya menginginkan adanya reuni di Stadion Santiago Bernabeu. Jose Mourinho jadi pilihan favorit jajak pendapat yang dilakukan media Spanyol yang berbasis di kota Madrid itu.

Berbagai kandidat kuat yang muncul jadi opsi. Tapi Mourinho ada di urutan satu dengan meraup 44 persen suara. Massimiliano Allegri yang ada di belakangnya hanya punya 23 persen, diikuti Raul Gonzalez dengan 21 persen, dan 12 persen sisanya untuk pelatih lainnya. Mourinho wajar jadi favorit sebab ia sudah tahu betul ruang ganti klub.

Kendati begitu, pelatih yang pernah menangani Madrid pada 31 Mei 2010 hingga 30 Juni 2013 itu belum lama ini mengakui bahwa ia menghormati Zidane. “Saya tidak ingin melatih Real Madrid karena mereka sudah memiliki pelatih. Dan hanya itu, Anda tidak dapat melatih tim yang telah punya pelatih,” katanya kepada Deportes Cuatro.TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER


Baca Juga :
- Valverde “Otot” Madrid, Gelandang Uruguay Ini Disejajarkan dengan Pogba
- Real Madrid Bukan Tempat Ideal Lagi Buat Gareth Bale

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA