#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Alarm untuk Spurs
23 September 2019 13:35 WIB
LEICESTER – Inkonsistensi masih jadi momok bagi Tottenham Hotspur FC di Liga Primer musim ini. Teranyar, skuat asuhan Mauricio Pochettino harus keluar dari King Power, Sabtu (21/9) dengan tertunduk akibat dikalahkan Leicester City FC 1-2. Padahal, Harry Kane sempat memberi keunggulan lewat sepakan akrobatiknya pada menit ke-29.

Bahkan, mereka nyaris menggandakan skor jadi 2-0. Namun, gol yang dicetak Serge Aurier pada menit ke-65 dianulir wasit Paul Tierney berdasarkan pengamatan Video Assistant Referee (VAR). Sebab, dalam tayangan ulang diketahui gelandang sayap Hotspur, Son Heung-Min sebelumnya sudah lebih dulu terperangkap offside.

Ironisnya, empat menit berselang, tuan rumah mampu menyamakan kedudukan lewat Ricardo Pereira. Puncaknya, lima menit jelang bubaran, sepakan James Maddison dari luar kotak penalti sukses mengoyak gawang Spurs. Hingga Tierney meniup peluit panjang, skor 2-1 untuk Leicester pun tidak berubah.


Baca Juga :
- Tottenham Hotspur Gerak Cepat
- Peninggalan Pochettino di Spurs Sulit Ditandingi Pelatih Mana pun

Kekalahan ini jadi anomali mengingat pekan lalu, Hotpsur sukses berpesta empat gol tanpa balas saat menjamu Crystal Palace FC. Namun, keperkasaan itu tak berbekas saat tampil di luar London. Statistik mencatat, Hotspur belum pernah menang dalam sembilan pertandingan tandang terakhir di Liga Primer.

Itu terjadi sejak menekuk Fulham FC 2-1 di Craven Cottage pada 20 Januari lalu. Setelah itu, Hotspur hanya mampu meraih dua poin dengan tujuh laga lainnya berujung kekalahan. Tren negatif pada laga tandang ini jadi alarm bagi Pochettino dalam misi persaingan gelar. Meski, pelatih asal Argentina ini tetap mengapresiasi penampilan skuatnya.

“Saya senang dengan kinerja tim, tapi kecewa atas hasil ini,” kata Pochettino. “Saya pikir, kami tampil baik selama 83 menit. Hanya, situasi berubah total dalam tujuh atau 10 menit akhir. Kami harus lebih konsisten, menunjukkan kinerja yang positif saat tampil tandang. Kami akan melakukan analisis untuk bisa menemukan solusi pada laga berikutnya.”

Terkait VAR yang memengaruhi hasil, Pochettino enggan mempermasalahkan. Kendati, pria 47 tahun ini kecewa akibat dianulirnya gol Aurier. “Saya tidak akan berkomentar. Saya hanya mengatakan, akan menerima sistem itu sebagai bagian dari peraturan. Saya percaya pada wasit, dan tidak akan mengeluh,” Pochettino, menjelaskan.

Imbas kekalahan ini membuat masa depannya dipertanyakan. Di media sosial, muncul tagar #PochOut dari fan yang kecewa terhadap hasil buruk Spurs. Ini ironis mengingat Juli lalu, berkibar tagar #BackPoch. Faktanya, Pochettino sudah mengukir sejarah dengan membawa Spurs ke final Liga Champions 2018/19 meski digagalkan Liverpool FC.

 

Kane Tajam

Pada saat yang sama, ada sisi positif dari aksi Kane membobol gawang Leicester. Sebab, menjadikan The Foxes sebagai klub yang paling sering dijebolnya. Total, Kane sudah mengemas 13 gol dari 12 kali menghadapi Leicester. Hebatnya, gol tersebut merupakan yang ke-13 pada laga tandang di Liga Primer sejak musim lalu.

Dalam periode itu, Kane sudah mengemas 21 gol. Itu berarti, persentase gol tandangnya mencapai 62 persen! Sementara, saat tampil kandang, Kane hanya mampu mengemas delapan gol (38%). Sayangnya, ketajaman striker 26 tahun ini di markas lawan bertolak belakang dengan hasil yang diraih Spurs.***CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

LEICESTER 2-1 TOTTENHAM
Stadion: King Power
Penonton: 32.129

LEICESTER (4-1-4-1)
Pelatih:
Brendan Rodgers

1 Schmeichel

21 Pereira
6 Evans
4 Soeyuncu
3 Chilwell

25 Ndidi

17 Perez/26 Praet (67)
8 Tielemans/20 Choudhury (84)
10 Maddison
15 Barnes/7 Gray (82)

9 Vardy

TOTTENHAM (4-3-1-2)
Pelatih:
Mauricio Pochettino

22 Gazzaniga

24 Aurier
4 Alderweireld
5 Vertonghen
3 Rose

17 Sissoko/12 Wanyama (67)
8 Winks
28 Ndombele/27 Moura (86)

11 Lamela/23 Eriksen (79)

10 Kane
7 Heung Min

Gol: 0-1 (Harry Kane, 29), 1-1 (Ricardo Pereira, 69), 2-1 (James Maddison, 85)
Wasit: Paul Tierney


Baca Juga :
- Inilah Alasan Spurs Pilih Mourinho
- Konsisten dengan Pilihan Pemain dan Taktik Jadi Rahasia Sukses Sheffield

Kartu kuning: Sissoko, Wanyama, Gray
Kartu merah: -
Tendangan ke gawang: 5-3
Tendangan melebar: 6-5
Tendangan pojok: 8-2
Offside: 2-3
Pelanggaran: 17-13
Penguasaan bola: 45-55

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA