#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Pizjuan Tak Lagi Angker
24 September 2019 13:21 WIB
SEVILLA – Kekalahan Sevilla FC dari Real Madrid (22/9) sedkit di luar prediksi banyak pihak. Sebelum menjalani laga tersebut, Sevilla merupakan pemimpin klasemen LaLiga dan Madrid sedang dalam kondisi yang tidak bagus usai dikalahkan 0-3 oleh Paris Saint-Germain (PSG) di ajang Liga Champions. Tidak angkernya Sanchez Pizjuan dan penerapan strategi yang  tidak berjalan dengan baik disinyalir menjadi faktor utama kegagalan Sevilla.

Ya, sulit dibayangkan apa yang terjadi pada Sevilla. Mereka memiliki sektor serangan yang “dianggap” berbahaya, di mana terkoneksi dengan lini tengah, serta lini belakang yang solid. Kendati begitu, dalam empat pertandingan pertama LaLiga tim ini hanya mampu menciptakan tiga peluang. Untungnya pertahanan terlihat lebih baik karena hanya kebobolan satu gol sebelum duel lawan Madrid.

Namun, di pertandingan menghadapi Madrid, tuan rumah benar-benar dibuat tak berdaya. Pressing ketat yang dilakukan Karim Benzema dan kawan-kawannya membuat para pemain Sevilla sulit menemukan ruang. Pada babak pertama, Tomas Vaclik melakukan dua penyelamatan penting. Namun saat datang peluang emas ketiga Madrid, di babak kedua, dia gagal menepis sundulan Benzema.


Baca Juga :
- Odegaard Tatap Laga di Bernabeu
- Mantan Bintang Chelsea Ungkap Eden Hazard Malas Latihan, tapi Gemilang Tiap Pertandingan

Itu menjadi kekalahan pertama Sevilla musim ini di kandang. Lebih dari itu, semakin mempertegas mereka kehilangan tajinya saat bermain di depan publik sendiri. Musim ini, dari dua laga di Pizjuan, berakhir dengan sekali kalah dan sekali seri. Rapor ini kontras dengan performa Los Nervionenses saat tandang: tiga kemenangan, 4 gol, dan 3 clean sheet.

Pada duel kontra Madrid, permasalahan mencetak gol nampaknya cukup jelas. Mereka bahkan tak mampu melepaskan tembakan tepat ke gawang. Luuk De Jong yang merupakan pencetak gol tebanyak Eredivisie musim lalu (bersama Dusan Tadic) dengan 28 gol, hingga saat ini belum menyarangkan gol sama sekali di pertandingan resmi, baik itu di LaLiga maupun Liga Europa.

 

Mudah Diprediksi

Lopetegui menyukai ide tiga penyerang di depan. Ia menempatkan De Jong sebagai striker di tengah, serta Lucas Ocampos dan Oliver Torres atau Franco Vazquez di sisi sayap. Penempatan ini memang memudahkan tim untuk menguasai bola lebih banyak, tetapi kurang mendapatkan daya gedor yang tajam. Alhasil, Sevilla menjadi tim yang mudah diprediksi.


Baca Juga :
- Gelandang Tengah Chelsea Ini Ingin Lebih Konsisten
- Karimdependence

Selain itu, tak ada insiatif untuk memasukan pemain yang memiliki kecepatan. Munir El Haddadi, Rony Lopes, dan Bryan Gil hanya menjadi pemanas bangku cadangan. Hanya Nolito Duran saja yang dicoba pada menit-menit terakhir. Ini harus diubah oleh Lopetegui, tim harus memilliki variasi taktik agar stratgei tidak mudah terbaca.*GOGOR HAKIM DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA