#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Musim yang Sulit bagi Barcelona, Atletico, dan Madrid
24 September 2019 14:20 WIB
BARCELONA – Barcelona mengawali musim ini dengan pencapaian yang tidak biasa. Pasukan Ernesto Valverde tercecer di posisi kedelapan klasemen sementara. Itu bukanlah peringkat Barcelona, salah satu tim terbaik di sepak bola Spanyol dan juga dunia. Setidaknya, dalam lima musim terakhir, ketika kompetisi telah berjalan lima laga, klub asal Katalunya ini tidak pernah terjerembab hingga ke posisi tersebut.

Dalam dua musim sebelumnya ketika La Liga telah lima putaran, Barcelona bahkan langsung memantapkan posisi mereka di peringkat kesatu klasemen sementara. Pelatih Los Azulgrana, Ernesto Valverde, pun mengakui bahwa musim ini situasinya berbeda. Ada tantangan yang lebih sulit setidaknya dibandingkan musim lalu.

“Kami biasanya selalu memimpin pada awal musim, tapi tahun ini kami mengawalinya dengan buruk,” kata Valverde, dalam konferensi persnya jelang menghadapi Villarreal, kemarin. Hari ini atau Rabu dini hari WIB, Valverde akan mencoba mengembalikan timnya ke trek kemenangan ketika menjamu Villarreal di Stadion Camp Nou.


Baca Juga :
- Messi Masih Jauh di Bawah Pele
- Messi Batalkan Gol Suarez, Argentina dan Uruguay Imbang 2-2

“Tahun lalu, kami juga mengalami sedikit kesulitan tapi pada akhirnya, kami memenangkan gelar liga,” Valverde mengingatkan. Ya, faktanya, bukan hanya Barcelona yang mengawali musim ini dengan situasi sulit.

Dua klub asal Madrid yang juga menjadi pesaing Los Azulgrana yaitu Real Madrid dan Atletico Madrid, pun mengalaminya. Deretan hasil yang mereka raih sepanjang musim ini sudah cukup memperlihatkan situasi tersebut.

Pelatih Atletico, Diego Simeone, dan arsitek Madrid, Zinedine Zidane juga sempat terjerembab. Madrid contohnya. Meski mereka berhasil meraih kemenangan penting ketika mengalahkan Sevilla, akhir pekan lalu, fakta bahwa Los Merengues saat ini masih ada di peringkat kedua klasemen. Mereka memiliki poin yang sama dengan Athletic Bilbao (11 poin) yang memimpin klasemen.

Atletico saat ini ada di posisi keenam klasemen sementara dengan hanya 10 poin. Sedangkan Barcelona hanya mengoleksi tujuh poin dari lima laga sejauh ini. Total, ketiganya hanya meraih 28 poin dari kemungkinan 45 poin yang dapat mereka raih.

Dengan demikian, mereka telah kehilangan 17 poin. Barcelona dan Madrid juga pernah mengalami situasi seperti saat ini ketika keduanya total hanya mengoleksi 28 poin pada 2011/12.

Sedangkan musim terbaik ketika ketiga klub kuat ini mampu meraih poin terbaik terjadi pada 2013/14. Saat itu, Madrid, Barcelona, dan Atletico, total mengoleksi 43 poin dari kemungkinan 45 poin setelah kompetisi berjalan lima putaran. Atau lebih banyak 15 poin dibandingkan dengan torehan total ketiganya pada musim ini. Ya, musim ini memang memperlihatkan ada sejumlah klub medioker yang mampu memanfaatkan situasi ketiga klub besar tersebut.

Bilbao, Sevilla, Granada, dan Real Sociedad, berhasil meraih hasil positif. Tentu saja, cukup banyak faktor yang membuat Madrid, Barcelona, dan Atletico, tersendat di awal 2019/20 ini. Dari ketiga klub tersebut, Barcelona asuhan Valverde tentu yang mengalami penurunan drastis. Cederanya Lionel Messi pada awal musim boleh jadi memberiakn efek dari kekuatan Barcelona.

Messi yang kemarin datang ke Milan untuk menghadiri gala The Best FIFA 2018/19, akan menjadi bagian penting untuk membawa timnya bangkit. Leo memiliki kemampuan untuk mengubah situasi seperti ini.

Musim lalu contohnya, ketika Los Azulgrana sempat mengawali krisis, sulit meraih kemenangan yang dimulai dari pekan kelima. Saat itu, setelah imbang lawan Girona, mereka kalah dari Leganes, imbang lawan Bilbao, lalu imbang pula lawan Valencia.

Performa naik dan turunnya Barcelona juga terjadi ketka gagal meraih kemenangan dalam dua laga beruntun selanjutnya, saat kalah dari Real Betis dan imbang lawan Atletico. Tapi, kemudian, Messi memperlihatkan kemampuannya sebagai pemimpin dengan menjadi penentu kemenangan dalam sejumlah pertandingan melalui gol yang dia ciptakan.

Hasil minim yang diraih Barcelona saat ini di La Liga tidak terlepas dari masih sulitnya Antoine Griezmann untuk beradaptasi dengan permainan timnya. Performa menurun Griezman terlihat setiap kali timnya bermain dalam laga tandang. Dalam laga lawan Bilbao, Osasuna, dan Borussia Dortmund (semuanya laga tandang), Griezmann justru tidak memperlihatkan sebagai pemain bernilai transfer 120 juta euro.


Baca Juga :
- Derbi London Bakal Terjadi demi Reinier
- Penyerang PSG Ini Siap Merogoh Ratusan Miliar Rupiah demi Kembali ke Barca

Apakah Griezman memang sangat kesulitan setiap kali tampil dalam laga tandang? Musim lalu ketika masih di Atletico, penyerang asal Prancis ini hanya menorehkna enam gol dalam laga tandang dari total 21 gol yang diciptakannya. Jadi, data tersebut sudah cukup menjelaskan apa saja yang membuat Barca musim ini sempat kehilangan poin dalam tiga laga La Liga.*

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA