#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Misi Mustahil Bandung United
25 September 2019 15:07 WIB
BANDUNG  - Empat laga tersisa jadi masa-masa sulit Bandung United pada kompetisi Liga 2 2019 Wilayah Barat. Ironisnya, tiga laga tandang beruntun harus dilalui. Yakni menghadapi tim-tim yang berada di atasnya. Diawali tandang ke Cilegon United. Kemudian bergeser ke markas Perserang Serang dan menyeberang ke kandang Sriwijaya FC.

Perjalanan cadas itu butuh kekuatan mental, selain teknik dan taktikal brilian. Sehingga bisa berkelit dan mengakhiri orkestra sepak bola dengan senyum lebar. Jangan sampai ada wajah muram karena target yang dibidik kembali kandas.

"Kami akui perjalanan tim dalam kompetisi ini sangat berat. Untuk lolos degradasi pun rasanya sudah tertutup. Intinya, dengan laga tersisa saat ini, perjalanan tim Bandung United makin terjal. Tiga away melawan tim-tim yang sangat potensial dan tengah on fire di Liga 2. Tentu tidak mudah," kata Budiman Yunus, pelatih Bandung United.


Baca Juga :
- Bandung United Ditantang Kabomania di Final Piala Soeratin Jabar
- Meski Gagal Menuai Akhir Manis, Budiman Yunus Puas Melihat Performa Bandung United

"Tapi kami akan berjuang keras untuk bisa meraih poin. Saya punya hasrat bisa meraih kemenangan. Menyempurnakan perjalanan prestasi di Liga 2 karena tiga laga kandang yang sudah saya lalu, hasilnya sangat minimalis. Dua kali kalah dan sekali imbang," ujar mantan pemain Persib dan Persija itu.

Melihat performa tim dan komposisi pemain, rasanya misi mustahil bakal dijalani Budiman. Pasalnya, grafik prestasi tim satelit Persib Bandung tidak jua kunjung membaik. Di kandang kewalahan. Apalagi saat tandang, di mana mereka berjuang sendirian tanpa pendukungnya.

Ditambah lagi peralihan pelatih dari Liestiadi ke Budiman, tidak dibarengi dengan penambahan materi pemain yang berkualitas. Hingga perubahan yang terjadi tidak menjawab kebutuhan yang sebenarnya.

Sempat tersiar kabar Atep Rizal, Airlangga Sucipto akan mendarat di Bandung United pada putaran kedua. Eka Ramdani yang sudah pensiun pun dirumorkan bakal kembali manggung.

Dikolaborasi kuartet Persib Wildan Ramdani, Agung Mulyadi, Puja Abdillah, dan Muchlis Hadining Syaifulloh, performa tim bakal kompetitif. Tapi faktanya Atep, Eka dan Airlagga tidak jadi bergabung. Pun tidak ada nama lain yang punya pengaruh positif untuk mendongkrak prestasi tim.

Buntutnya, Bandung United tetap jadi tim puritan. Tanpa suntikan pemain top dan berpengalaman, sulit bagi mereka bisa tampil agresif. Hingga laga terakhir masih sulit membongkar benteng pertahanan rival. Bahkan kerap kebingungan mengonversi gol ketika momentum positif berada di tangannya.

"Itu memang problem kami. Kualitas tim kami memang masih di bawah tim lain. Situasi makin krusial karena kami tidak punya playmaker dan jenderal lapangan. Faktanya seperti itu. Makanya ketika dead lock, tetap sulit keluar. Bukti pemain masih butuh jam terbang," kata Budiman pada wartawan.

Penampilan Tantan dan kawan-kawan sejauh ini memang menggenaskan. Berada di Bandung tapi sama sekali tidak ada DNA sepak bola Bandung. Menyerang bingung, bertahan kedodoran. Teknik individu pun tidak istimewa. Padahal kompetisi kasta kedua ini sangat bergengsi. Jadi pintu masuk ke Liga 1 2020.


Baca Juga :
- Bandung United Ingin Persembahkan Kado Akhir yang Manis bagi Suporter dan Manajemen
- Tidak Mau Berlama-lama di Liga 3, Bandung United Langsung Targetkan Promosi

"Seperti bukan tim asal Bandung. Tidak ada sama sekali DNA sepak bola Bandungnya. Mainnya juga sangat sederhana. Sulit lah untuk bisa berprestasi di kompetisi ini," ungkap Encas Tonif, legenda Persib yang rajin nonton laga Bandung United di Stadion Siliwangi, Bandung, dalam kesempatan berbincang dengan TopSkor.*Dani Wihara

 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA