#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Kado Perpisahan Terindah Ellis
25 September 2019 15:35 WIB
MILAN – Jill Ellis mendapat kado perpisahan terindah dalam kariernya sebagai pelatih. Tepatnya, setelah wanita 53 tahun ini menyabet penghargaan The Best FIFA Women’s Coach 2019. Ya, Ellis meraih gelar tersebut usai mengumpulkan 48 poin dalam penghargaan yang digelar di Teatro alla Scala, Milan, Senin (23/9).

Di bawahnya menguntit Sarina Wiegman asal Belanda dengan 40 poin diikuti Phil Neville (Inggris) 31 poin. Ellis meraih gelar tersebut usai membawa tim nasional wanita Amerika Serikat (AS) juara Piala Dunia Wanita 2019. Itu jadi gelar kedua setelah 2015 silam. Ketika itu, Ellis juga dinobatkan sebagai pelatih terbaik wanita.

Namun, gelar tahun ini lebih istimewa. Sebab, didapat pada pengujung kariernya. Ya, wanita kelahiran Portsmouth, Inggris, ini menangani AS sejak 2014 silam. Namun, Juli lalu, Ellis resmi mengajukan pengunduran diri yang berlaku Oktober mendatang. Tepatnya, usai AS melakoni uji coba dengan Korea Selatan di Chicago, Minggu (10/10).


Baca Juga :
- Alisson Memang Pantas
- Klopp Terbaik

Meski begitu, Ellis tetap akan jadi bagian dari skuat AS menuju Olimpiade 2020. Tugasnya, bukan lagi sebagai pelatih, melainkan duta kehormatan. Wajar saja, mengingat kontribusinya dalam mempersembahkan dua gelar beruntun di Piala Dunia Wanita. Dalam sejarahnya, Ellis bersanding dengan Vittoria Pozzo yang membawa timnas pria Italia juara Piala Dunia 1934 dan 1938.

Tangan dingin Ellis dalam memoles AS pun sebagai tim terbaik dunia pun terekam dalam penghargaan FIFA. Megan Rapinoe yang tampil impresif di Piala Dunia Wanita 2019 turut menyabet gelar pemain terbaik.

Hingga kini, timnas AS masih mencari penggantinya. Manajer Umum Federasi Sepak Bola Wanita AS (USSF) Kate Markgraf sedang bergerilya untuk menemukan suksesor Ellis. Dua kandidat telah mundur yaitu, Paul Riley yang menangani klub NC Courage dan Mark Krikorian (Florida State).

Faktanya, memang tidak mudah menemukan pengganti Ellis yang sudah memberi prestasi dalam lima tahun terakhir. Di sisi lain, dia juga mengungkapkan rencana terkait masa depannya. Kendati, keputusannya belum final mengingat masih terikat kontrak dengan AS hingga Olimpiade 2020 berakhir. Namun, Ellis mengisyaratkan untuk kembali melatih.

Contoh Diacre

Yang menarik, bukan menangani tim wanita, melainkan tim putra. Tentu, ini tidak aneh mengingat sebelumnya sudah ada yang melakukan. Itu dicatat pelatih timnas wanita Prancis, Corinne Diacre yang sempat mengarsiteki klub Ligue 2, Clermont Foot yang pada 2014 hingga 2017.


Baca Juga :
- Bek Tengah Liverpool Ini Abaikan Ronaldo
- Puskas Pulang ke Hungaria

“Saya suka tantangan, pada setiap titik dalam karier. Saya suka membangun sesuatu, jadi, lihat saja nanti,” tutur Ellis, optimistis. “Sebelumnya, sudah ada Diacre, wanita yang melatih tim putra. Saya kira, itu bukan sesuatu yang tidak bisa dipahami. Di AS, ada pelatih wanita pada (tim putra) NBA dan NFL. Ini soal kemampuan dan kecakapan, bukan hanya gender.”*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA