#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Alfred Riedl Ungkap Alasannya Batal Menjadi Pelatih Persebaya
26 September 2019 14:28 WIB
SURABAYA – Laga melawan Bali United, Selasa (24/9), lalu seharusnya Persebaya sudah ditangani Alfred Riedl. Sebab, Riedl berjanji akan berangkat dari Austria pada 20 September atau empat hari sebelum laga. Faktanya, Riedl tak datang. Jangankan mendampingi tim, menonton dari tribun pun tidak.

Dalam pertandingan tersebut, Ruben Sanadi dan kawan-kawan didampingi asisten pelatih Bejo Sugiantoro. Sedangkan asisten pelatih lainnya Wolfgang Pikal, terpaksa mendampingi tim dari tribune penonton, karena dokumen atau administrasinya dengan LIB yang belum tuntas.

Gagalnya Riedl mendampingi tim melawan Bali United, ternyata berlanjut. Pada Selasa (25/9), dipastikan Riedl tidak akan datang ke Surabaya. Persebaya dan Riedl sepakat membatalkan kontrak. Disebutkan, Riedl batal datang dengan alasan kesehatan dan mendadak harus menjalani operasi bypass jantung.


Baca Juga :
- Persiapan Persebaya Maksimal untuk Lawan Persipura
- Persebaya Kehilangan Banyak Pilar Lawan Persipura

“Saya harus mengabarkan tentang keadaan kesehatan sekarang. Saya telah memeriksakan diri di rumah sakit di Vienna, sekaligus membahas aktivitas saya ke depan. Ternyata, dalam dua pekan saya harus menjalani lagi operasi bypass. Ini kabar buruk buat saya. Tapi, kesehatan harus saya utamakan,” kata Riedl.

Mantan pelatih timnas Indonesia itu mengaku sangat sedih. “Saya sangat sedih dan kecewa tidak bisa memberikan kabar lebih baik. Tolong sampaikan permohonan maaf saya kepada manajemen, media, dan seluruh suporter Persebaya. Semoga Anda semua bisa mengerti dan memahami hal ini,” ia menambahkan.

Meski demikian, masih terbuka peluang bagi Riedl untuk menjadi pelatih dan mentor Persebaya. “Mungkin, saya bisa bergabung di Surabaya pada musim depan. Kalau saya sudah fit lagi dan semua pihak masih menginginkan kehadiran saya,” Riedl menambahkan, melalui rilis yang ia sebar.

Kabar ini kontan saja membuat manajemen Persebaya terpukul. Sebab penentuan Riedl sebagai pelatih sudah melalui pertimbangan yang matang. “Ketika menentukan opsi pelatih, kami memutuskan untuk memilih Alfred Riedl dan asistennya Wolfgang Pikal karena beberapa alasan,” kata Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda.

“Pertama, kemampuan mereka tidak perlu diragukan lagi. Reputasi disiplin mereka sangat baik dan penting untuk pemain-pemain Persebaya yang rata-rata masih muda. Kedua, mereka bisa membantu mengisi kebutuhan kami untuk jangka panjang,” anak pengusaha media terpandang di Surabaya itu menambahkan.


Baca Juga :
- Cetak Brace Perdana di Liga 1, Striker Persebaya David Da Silva Tidak Mau Jemawa
- Persebaya Taklukkan PSM 3-2

Sebagai tindak lanjut akan peristiwa mendadak ini, Persebaya menetapkan tim akan dipimpin duet pelatih Wolfgang Pikal-Bejo Sugiantoro. Pikal memang sudah layak menangani tim level Liga 1 2019, karena memiliki lisensi kepalatiha Pro AFC. Satu-satunya kendala adalah pengesahan dari PSSI.

Pikal dan Bejo diyakini manajemen sebagai kombinasi yang pas. Hasil Persebaya dalam empat pertandingan terakhir, di mana kedua pelatih itu bersama, menjadi bukti. Persebaya menang dua kali dan seri dua kali. Belum pernah kalah. Pikal juga memiliki pengalaman membesut timnas bersama Riedl.*M. Bahrul Marzuki

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA