#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Timnas Senior Panggil Empat Pemain Persija dan 12 Pemain Baru
27 September 2019 13:40 WIB
JAKARTA - Tim nasional (timnas) senior Indonesia akan kembali menjalani pemusatan latihan (TC) mulai 1 Oktober mendatang di Jakarta. Pelatih timnas senior Simon McMenemy kembali meramu timnya untuk persiapan laga tandang pertama pada Pra-Piala Dunia (PPD) 2022 melawan Uni Emirat Arab (UEA), 10 Oktober nanti.

Pada TC kali ini Simon memanggil 25 pemain. Dua belas di antaranya merupakan pemain baru yaitu Wawan Hendrawan, Muhammad Ridho (kiper), Putu Gede, Novri Setiawan, Abduh Lestaluhu, Rezaldi Hehanusa (bek), Arthur Bonai, Riko Simanjuntak, Dendi Santoso, Bayu Pradana, Wawan Febrianto (gelandang), dan Lerby Eliandry (penyerang).

Menariknya Persija yang kini berada di papan bawah Liga 1 justru menjadi satu dari tiga klub yang menyuplai terbanyak pemain ke timnas bersama Bali United dan Madura United. Empat pemain Persija yang dipanggil yaitu Andritany Ardhiyasa plus Riko Simanjuntak, Novri Setiawan, dan Rezaldi Hehanusa.


Baca Juga :
- Prediksi PSS versus Borneo FC, Misi Kejar Target
- Warteg pun Jadi Basecamp Akademi Persib Cimahi di Liga TopSkor Transtama U-15

Pengamat sepak bola tanah air Tommy Welly menilai jika secara teori seharusnya pemanggilan pemain timnas mengacu pada performa pemain di kompetisi. Tetapi karena timnas tidak mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan banyak hal, jadi pemain yang sekiranya masuk pada taktik dan strategi pelatih yang saat ini akan dicoba.

“Kalau secara individu ada empat pemain Persija yang dianggap layak menurut saya wajar-wajar saja, karena persoalan kondisi Persija saat ini saya lihat bukan karena individu pemainnya. Jadi kalau mereka dipanggil ke timnas karena memang mereka baik secara individu dalam bermain dan dirasa cocok untuk memerankan strategi yang dirancang pelatih, itu sah saja,” ujar Bung Towel, sapaan akrabnya.

Di sisi lain, dipanggilnya kiper Bali United Wawan Hendrawan dirasa cukup positif menyusul performa Andritany yang sedang menurun pascacedera beberapa waktu lalu. “Jika mengacu kepada penampilan terbaik di kompetisi, saya rasa Wawan yang pantas menjadi pilihan pertama,” ujar bung Towel.

Mantan pemain timnas dan Persija Imran Nahumarury juga menilai wajar jika Simon memanggil pemain dari klub papan bawah Liga 1. Karena menurutnya, pemain yang dipanggil pelatih tentu diperkuat data statistik, kecocokan gaya permainan, dan performa pemain itu sendiri di klubnya.

“Pemain sepak bola itu tentu profesional, ketika memang sedang mengalami hal sulit di timnya namun mendapat kesempatan bermain bersama timnas, mereka tentu akan bermain dengan totalitas. Terlebih bermain bersama timnas itu memang tujuan dari karier para pemain sepak bola,” ujar Imran.

Mantan pemain gelandang timnas era 1999 itu juga menilai sejatinya hasil minor yang diperoleh timnas Indonesia dalan dua laga kandang kemarin memang karena faktor pemain yang kelelahan dengan banyak menjalani pertandingan.

Dalam hal ini PSSI tentu yang harus berperan bagaimana mengantisipasi hal itu tidak terjadi lagi. Jadi, kekalahan timnas bukan hanya karena pelatih dan pemain saja sebelum itu ada proses lain yang menghambat performa tim bermain dengan maksimal.

Bung Towel sendiri mempunyai pendapat lain dalam melihat performa timnas yang tidak kunjung membaik. Dirinya merasa hal ini suatu kegagalan dari pelatih itu sendiri. Selain itu, dengan dipertahankannya Simon di timnas, PSSI terlihat pasrah dengan keadaan. Simon sendiri tidak bisa membangun karakter timnas yang ia inginkan, dia juga tidak bisa memperlihatkan kualitas permainan, karakter atau personal yang kuat untuk pemain dalam bertanding.

“Saya melihat permainan timnas tidak jauh dengan Bhayangkara ketika dipegang oleh Simon. Memang sempat permainan impresif diperlihatkan kala melawan Malaysia namun tidak berjalan dengan konsisten. Terlebih skemanya hanya merebut bola, memberikan kepada Beto Goncalves, lalu menunggu support dari Stefano Lilipaly dan juga Andik Vermansyah yang memiliki kecepatan. Sama halnya di Bhayangkara lalu, Mengandalkan Herman Dzumafo, menunggu support dari Paulo Sergio dan memanfaatkan kecepatan Ilhamudin Armayn," ujar Bung Towel.

"Jadi menurut saya dengan personality seperti itu Simon tidak layak di Timnas. Sebenarnya banyak referensi pelatih kita yang saat ini sudah punya 20 pelatih dengan Pro Lisensi, itu kan lisensi tertinggi di sepak bola. Yeyen Tumena salah satunya, apalagi dia sebagai asisten Simon, dia punya keuntungan tidak akan lama adaptasi.”*NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

Skuat Timnas Senior

Kiper: Andritany Ardhiyasa, Wawan Hendrawan, Muhammad Ridho

Belakang: Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Yanto Basna, Manahati Lestusen, Putu Gede, Novri Setiawan, Abduh Lestaluhu, Rezaldi Hehanusa

Tengah: Andik Vermansah, Evan Dimas, Arthur Bonai, Stefano Lilipaly, Zulfiandi, Riko Simanjuntak, Hanif Sjahbandi, Dendi Santoso, Bayu Pradana, Wawan Febrianto, Saddil Ramdani

Depan: Beto Goncalves, Irfan Bachdim, Lerby Eliandry


Baca Juga :
- Timnas Indonesia U-23 Bawa Psikolog ke Filipina
- Presentasi Shin Tae-yong kepada PSSI Agak Janggal

Ket: Cetak tebal pemain baru

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA