#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Banyak Demo dan Rawan Bentrok Suporter Jadi Alasan Penundaan Laga Persib vs Arema
27 September 2019 14:35 WIB
BANDUNG – Laga Persib Bandung vs Arema FC resmi ditunda. Laga big match yang mempertemukan dua kutub sepak bola nasional itu tidak mendapat  izin dari Polda Jabar. Alasannya rivalitas kedua tim rawan menimbulkan pergesekan kedua suporter yang selama ini bermusuhan.

Surat penolakan pemberian izin dari kepolisian sudah diberikan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB), manajer Persib Bandung, serta panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung. Pihak kepolisian berharap semua yang terlibat dalam pertandingan yang awalnya bakal digelar Sabtu (28/9) mendatang itu, bisa mengerti.

"Suporter Persib dan Arema FC memiliki sejarah rivalitas yang panjang. Ditakutkan ada bentrok sebelum ataupun sesudah laga. Pada Liga 1 musim lalu, saat Arema menjamu Persib di Stadion Kanjuruhan, juga berakhir ricuh,"  kata Kapolda Jawa Barat Rudy Sufahriadi.


Baca Juga :
- Persib Nihil Gol dalam Dua Laga Terakhir, Robert Bilang Itu Tidak Penting
- Baru Sembilan Pemain Arema yang Lanjut Hingga 2020, Sisanya Menunggu Kepastian

Banyaknya aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai kota akhir-akhir ini, juga jadi pertimbangan keluarnya izin pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Polda Jawa Barat juga mengimbau agar pertandingan dialihkan ke tempat lain yang lebih netral.

"Betul laga vs Arema ditunda. Kami tidak bisa menggelar pertandingan. Ini kesepakatan antara kami dan pihak keamanan. Ini juga jalan terbaik buat semuanya karena situasi keamanan nasional juga sedang rawan," ujar Umuh Muchtar, manajer tim, Kamis (26/9).

Ia berharap bobotoh mengerti dengan keputusan pahit ini. Apalagi tim Maung Bandung sudah sangat siap menjalani pertandingan. Demikian pula panitia pelaksana pertandingan sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak jauh hari. Semua persyaratan untuk menggelar pertandingan sudah terpenuhi. Hanya izin yang tidak keluar.

"Saya sudah berusaha sekuat tenaga minta izin pertandingan. Sudah bicara dan ketemu Kapolda Jabar. Tapi situasinya seperti ini. Kami juga sudah melapor kepada LIB lewat Iwan Budianto (Plt. Ketua Umum PSSI). Mereka mengerti alasan penundaan ini," ujar Umuh dalam pertemuan wartawan di 1933 Dapur & Kopi, Jl Sulanjana, Bandung.

Pelatih Robert Rene Alberts pun kecewa dengan keputusan laga diundur. Sebab, ia sudah mempersiapkan timnya dengan baik. Taktikal dan mental, katanya sudah sangat siap menghadapi Singo Edan akhir pekan ini. Apalagi bentrok dengan Arema merupakan laga yang ditunggu-tunggu bobotoh dan pencinta sepak bola nasional.

""Saya tidak mau komentari politik atau keputusan kepolisian. Saya hanya ingin mengomentari tim yang harus terus berkembang. Pertandingan yang harus berjalan. Laga harus berlangsung aman tanpa gangguan bagi kedua tim. Tapi sekarang situasinya berbeda. Bobotoh pun pasti kecewa gagal menyaksikan laga menarik ini," kata Robert.

Pentolan bobotoh Yana Umar juga menyesalkan laga bergengsi ini harus tertunda. Menurutnya laga Persib vs Arema tidaklah sepanas duel El-Clasico Indonesia, Persib vs Persija. Kadar atmosfernya sangat berbeda, karena laga lawan Persija, kata Yana, benar-benar menguras emosi pemain dan pendukung di luar lapangan.


Baca Juga :
- Begini Cara Persib Menyiasati Jadwal Padat dalam Empat Laga Terakhir
- Soal Gol Bunuh Diri Persib, Ini Kata Supardi dan Achmad Jufriyanto

"Tanpa penonton atau diundur, Persib tetap rugi. Harusnya tetap digelar. Persib vs Arema juga bukan rivalitas abadi. Melainkan hanya laga big match," ujar Yana di Stadion Sidolig, Bandung. Soal teror menurutnya hal biasa.

“Lagi pula belum tentu terjadi di lapangan atau stadion dan pasti pihak keamanan sudah mengantisipasinya. Selama ini, keamanan buat tim tamu di Bandung pun sangat bagus. Tapi kalau keputusannya seperti ini mau bagaimana lagi?" ujar Yana kepada TopSkor.*Dani Wihara/Arief NK

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA